Wujudkanlah impian di masa mudamu. Begitulah tagline yang tepat untuk mewujudkan suatu impian yang telah kita rancang selama duduk di bangku SMA atau perkuliahan. Masa muda memang tak akan bisa kamu alami kembali. Jadi gunakanlah kesempatan ini sebaik mungkin. Banyak mimpi yang ingin dicapai itu wajar, selagi gratis mengapa tak bermimpi. Jika menjadi orang yang malu untuk bermimpi, bagaimana akan berani menghadapi kenyataan?

Alih-alih bukan tak ingin menikah di masa muda, akan tetapi para wanita ini sadar, bahwa pendidikan pun sangat penting untuk kaum hawa. Pada akhirnya, wanita akan menjadi madrasah pertama pada saat berkeluarga. Menjadi orang tua yang cerdas, menjadi suatu hal yang bersifat wajib untuk masa depan anak. Mungkin kita sudah mengetahui, bahwa gen kecerdasan seorang ibu lebih mendominasi untuk diturunkan kepada anaknya.

Maka dari itu, teruslah untuk berbenah diri dan memperbaiki. Percayalah yang terbaik memang diperuntukkan untuk yang terbaik. Memang sampai saat ini kita tak tahu jodoh kita di mana, tapi tenang jodoh itu takkan ke mana. Tetaplah untuk berfikir positif. Berikuti ini akan disajikan bebarapa sosok wanita yang siap menginspirasi untuk menunaikan cita-citamu. Let’s check it out !

1. Tekadnya berasal dari tempat yang jauh, bukan alasan untuk tak berkontribusi pada pendidikan di pedalaman Indonesia.

Kegiatan SM3T di Maluku.

Kegiatan SM3T di Maluku. via https://web.whatsapp.com

Sosok wanita ini bernama Sukmawati. Wanita yang berhak disematkan dengan kategori tangguh dan penceria. Hampir tak ada wajah muram di setiap langkahnya di kampus. Menyiratkan keoptimisan, namun agak sedikit santai, nan rileks. Bukan hidup jika tidak ada tantangan. Di masa kritis tingkat akhir, sosok yang akrab disapa Uma ini hampir saja tak bisa mengikuti sidang skripsi.

Bukan karena belum menemukan judul skripsi, akan tetapi dia harus bulak-balik dari Jampang menuju Bandung, tentu bukan hal yang mudah. Mengingat jarak yang harus ditempuh mencapai ratusan kilo. Hal inilah yang menjadi alasan, mengapa sosok tangguh pantas disandingkan kepada dirinya.

Advertisement

Usai lulus kuliah, Uma mendaftarkan diri sebagai kandidat pengajar di pedalaman atau yang lebih santer terdengar SM-3T. Pengumuman yang ditunggu-tunggu itu akhirnya hadir. Antara senang dan haru meliputi perasaannya. Mencari informasi mengenai tempat yang akan dituju, tak luput dari rasa penasarannya. Menyiapkan perbekalan dan mental, tentu yang utama. Mengabdi di pedalaman Indonesia memang menjadi keinginannya. Edukasi, dedikasi, dan hobi jalan jalan menjadi bumbu pelengkap, bahwa perjalanan ini benar-benar harus dinikmati.

Banyak cerita mengenai uniknya mengajar di pedalaman, mulai dari perbedaan Agama, budaya, dan makanan pun bukan menjadi penghalang agar tetap betah di tanah perantauan. Pengalaman uniknya, yaitu hampir setiap hari memakan ikan, karena memang letak penempatan tersebut langsung berhadapan dengan laut. Bagi Sukma, pengalaman ini akan menjadi harta yang paling berharga, setelah keluarga. Kini, ia sedang melanjutkan dalam program PPG sebagai tindak lanjut dari program SM-3T.

2. Jiwa relawan tak pandang laki atau perempuan , jika kamu masih muda, jadilah relawan !

Kegiatan Deklrasi Relawan KOMPENAS Bandung

Kegiatan Deklrasi Relawan KOMPENAS Bandung via https://web.whatsapp.com

Wanita asal Cirebon ini, aktif di dalam beberapa unit kegiatan mahasiswa selama masa kuliah. Pernah mencicipi sebagai team dari paduan suara, menjadi bagian dari unit kegiatan pramuka, dan juga pernah mengikuti unit kegiatan mahasiswa di bidang keagamaan. Berasal dari keluarga sederhana dari desa pula, Siska Meidiyana mencoba mengubah mindsheet nya dalam mewujudkan suatu impian untuk memajukan bangsa Indonesia, salah satunya dalam wujud kerelawanan.

Advertisement

Ya, bagi wanita yang menyandang wisudawan terbaik ini, menjadi relawan menjadi sebuah pengabdian dan timbal balik untuk masyarakat. Apalagi kaum muda, sudah seharunya memiliki jiwa kerelawanan yang apik, daripada hanya sekedar nongkrong-nongkrong cantik.

Hingga kini, Siska aktif di beberapa jaringan kerelawanan di tanah perantauannya, yakni Bandung. Baginya, selalu berkontribusi positif terhadap masyarakat dan menghibur anak-anak merupakan kebahagiaan yang tak dapat diubah ke dalam bentuk uang. Semisal, melakukan kegiatan di Komunitas Jendela menjadi kegiatan yang senantiasa dilakukan di setiap hari minggu.

Kegiatan yang dilakukan di Komunitas tersebut, mencoba untuk membekali anak-anak dengan bekal hidup yang diharapkan akan mampu menunjang di masa yang akan datang. Selain di Komunitas Jendela, kini ia aktif di Komunitas Pendidikan Bandung. Tak jauh berbeda dengan komunitas sebelumnya, komunitas ini memiliki kegiatan goes to school, satu jam mengajar, KKN, duta sosial project, dan gerakan bermanfaat. Kini, ia sedang menyibukkan diri untuk mewujudkan impian-impiannya. Kita doakan, semoga tercapai.

3. Sempat dibuat tak percaya menyukai debat, karena sosoknya yang lugu.

Juara 1 lomba debat

Juara 1 lomba debat via https://web.whatsapp.com

Lilis Nurlinasari sudah mulai aktif berkegiatan di luar jam pelajaran sekolah, membuat dirinya selalu menjadi pribadi yang pembelajar. Menjadi bagian OSIS di masa putih abu membantunya dalam membentuk pribadinya yang supel dan mudah bergaul. Tak hanya bagian dari tubuh OSIS, wanita ini mencoba merambah ke dalam dunia politik.

Senang mengamati fenomena politik menjadi hal yang lumrah dalam kehidupannya. Mencoba menjadi pengamat yang baik, sebuah keharusan apalagi dalam dunia politik. Sempat mengalami keraguan, karena teman-temannya begitu anti politik. Namun tak semuanya menampik atas kegemarannya itu, beberapa teman SMAnya ada yang menyambut dengan baik mengenai dunia politik.

Di masa kuliah, barulah pengalaman dan pembelajarannya dimulai. Menemukan orang-orang yang memiliki satu passion saling dipertemukan oleh takdir. Diskusi politik semakin bergeliat di balik megahnya gedung kampus. Ia dan teman-temannya sangat bersemangat untuk mewujudkan impiannya, mengikuti debat.

Hal itu semacam gayung bersambut, ketika ada dosen yang memang mendukung keinginannya itu. Berlatih hingga larut malam, rupanya membuahkan hasil yang optimal. Ia dan teman-teman meraih juara 1 debat nasional di UNESA. Tentu hal ini merupakan suatu prestasi yang sedari dulu memang ingin dicapai.

Tak hanya itu, berkat keatifan dan prestasinya itu dapat menyabet sebagai kelompok mahasiswa berprestasi tahun 2016. Bukan perjuangan yang mudah untuk meraih mahasiswa berprestasi, dirinya harus berjuang untuk bersaing dengan mahasiswa lainnya. Mengorbankan jam istirahat tidur, sudah menjadi sesuatu yang akrab. Nyatanya memang, bahwa proses tidak akan mencurangi hasil.

4. Mengeksplor sejak muda-mudi, merupakan wujud kepedulian untuk meningkatkan kemampuan diri.

Pendakian di Gunung Papandayan

Pendakian di Gunung Papandayan via https://web.whatsapp.com

Senang dengan kegiatan outdoor, baca buku, dan menggambar memang menjadi hobi wanita yang satu ini. Senangnya dengan kegiatan alam bebas, membius dirinya untuk bergabung unit kegiatan mahasiswa di bidang pecinta alam. Pendidikan dasar telah ia rampungkan, pendidikan lanjutan di organisasi tersebut telah dituntaskan. Kegiatan alam bebas, memang memberikan makna yang luar biasa bagi wanita asal Garut ini.

Selain dapat mensyukuri karunia-Nya, kegiatan outdoor tersebut dapat mengakrabkan satu sama lain di dalam organisasinya. Gunung dan alam bebas, bukan hanya untuk dikunjungi saja. Akan tetapi harus dibarengi dengan upaya pelestarian alam, agar alam pun dapat memberikan timbal balik yang baik bagi manusia di sekitarnya.

Selain dari berkegiatan alam bebas, ia pun memiliki kegemaran menggambar secara tradisional atau pun digital. Beberapa hasil karyanya telah banyak terpampang dan mendapatkan kepercayaan dari para pemesan jasa gambarnya. Hasil karya yang berupa gambar vector ini, mencuri perhatian teman-temannya.

Sembari menjalani perkuliahan, Ai Roudotul nama lengkapnya, mengerjakan projek ini di luar kampus. Memang, bidang gambar vector ini sudah digeluti nya sejak lulus SMK. Sangat tertarik dengan melihat karya orang lain, ia secara inisiatif mencari tutorial, baik di blog atau di kanal Youtube. Sempat mengalami kesulitan dalam hal sharing, ia bergabung dengan beberapa grub Facebook yang dapat saling berbagi untuk menekuni hobinya itu. Tanpa kursus, alias otodidak, menjadi pelajaran berharga baginya. Kini, ia sedang mewujudkan impiannya belajar di Kampung Inggris Pare.

5. Karya dari Ai Roudotul

Karya original Ai Roudotul

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya