Desa Wisata Mojo terletak di Desa Ngeposari, Semanu, Gunungkidul, D.I Yogyakarta. Potensi wisata Gua, Embung, Ukir Batu, Kesenian, dan lain-lain. Pada bagian pertama ini akan kita bahasa tentang potensi gua saja. Gua yang ada di Desa Wisata mojo antara lain Gua Gesing, Gua Jlamprong, dan Gua Sinden. Ketiga gua ini cocok banget bagi kamu yang suka olahraga minat khusus susur gua.

1. Gua Gesing

Doc. Pribadi

Doc. Pribadi via https://drive.google.com

Gua Gesing memiliki panjang lorong 193,17 meter dengan titik terdalam 24,84 meter di bawah permukaan tanah. Derajat kesulitan Gua Gesing dihitung berdasarkan aktivitas tubuh, kedalaman air, panjang gua, dan bentuk mulut gua termasuk kategori gua dengan derajat kesulitan sedang.

Biota di dalam gua juga masih alami karena dijaga keasliannya dari kerusakan. Belum lagi ornamen-ornamen gua yang ada di Gua Gesing termasuk yang terindah dan terlengkap. Setiap tahun juga diadakan bersih desa oleh masyarakat sehingga gua selalu nyaman dikunjungi.

2. Gua Jlamprong

Doc. Pribadi

Doc. Pribadi via https://drive.google.com

Advertisement

Gua Jlamprong merupakan tipe gua freatik/horizontal dengan panjang lorong menacapai 581,73 m dan titik terdalam 12,08 meter di bawah permukaan tanah. Gua Jlamprong memiliki derajat kesulitan sedang. Penelusuran gua juga memerlukan perimbangan yang matang utamanya mengenai cuaca dan iklim.

Jika di musim penghujan sebaiknya menunda niat anda melakukan susur gua karena ada kemungkinan gua karst ini meluap karena mendapat suplai air berlebih dari embung Jlamprong. Gua Jlamprong memiliki fauna khas yaitu kelelawar. Pada musim tertentu kita dapat melihat aktivitas migrasi kelelawar dari gua satu ke gua yang lain.

Gua Sinden merupakan pintu keluar dari ketiga sistem perguaan tersebut.

3. Gua Gesing

Doc. Pribadi

Doc. Pribadi via https://drive.google.com

Advertisement

Gua Sinden merupakan gua bertipe vertikal sehingga memiliki derajat kesulitan yang tinggi. Di dalam gua ini juga terdapat mitos yang berkembang dan dipercayai oleh masyarakat setempat yaitu keberadaan sumber air yang terus menetes dan konon dijadikan sebagai bagian dari ritual bagi yang akan menjadi pesinden.

Masih banyak lagi yang bisa kita kunjungi di ketiga sistem perguaan tersebut. Dari segi biayapun pasti terjangkau. Yuk tunggu apalagi siapkan diri mengunjungi Desa Wisata Mojo.

4. Embung Jlamprong

Doc. Pribadi

Doc. Pribadi via https://drive.google.com

Embung Jlamprong merupakan objek baru di Desa Wisata Mojo. Spot satu ini bisa dikunjungi pada siang atau malam hari. Siang hari sembari memberi makan ikan yang ada di dalam embung juga bisa menikmati kuliner di sekitar embung. Kalau malam hari kita dapat menyaksikan lampu bertuliskan Embung Jlamprong yang indah.

Jangan lupa juga hampir setiap 3 bulan sekali ada pemancingan buat umum. Jadi, yang hobi mancing dapat menyalurkan hobinya kapan-kapan ke embung ini. Hadiah lomba memancing juga lumayan loh sampai jutaan rupiah.

5. Pintu masuk Desa Wisata

Doc. Pribadi

Doc. Pribadi via https://drive.google.com

Akses ke Desa Wisata Mojo juga mudah loh, dapat menggunakan angkutan umum, bus, truk, maupun kendaraan pribadi. Rute dari Kota Wonosari hanya sekitar 15 menit saja. Jalan-jalan juga sudah diaspal dan jalan setapak yang menghubungkan antar gua juga dalam kondisi baik.

So, tunggu apa lagi langsung kunjungi Desa Wisata Mojo, jangan lupa jaga kebersihan di tempat wisata agar wisata Indonesia makin maju. Wonderful Indonesia!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya