Pada waktunya, setiap wanita pasti akan berhadapan dengan dilema antara menjadi working mom atau stay at home mom. Bukan satu dua kali timbul perdebatan panjang mengenai mana pilihan yang terbaik di antara keduanya. Faktanya, ada kelebihan dan kekurangan dari kedua pilihan ini, kok! Jadi, nggak perlu merasa sedih atau menyesal ya, jika sudah memutuskan untuk menjalani salah satunya.

Nah, khusus bagi yang memilih untuk menjadi working mom, kamu pasti sudah akrab dengan beberapa situasi berikut ini.

1. Sering telat masuk kerja sampai ditegur bos

Siap ditegur karena sering telat

Siap ditegur karena sering telat via https://www.pexels.com

Bangun sepagi mungkin supaya nggak telat masuk kerja, apa daya si Kecil merengek-rengek nggak mau ditinggal. Ingin diabaikan, rasanya kok nggak tega. Akhirnya, kamu pun menyerah dan menunggu sebentar sampai anak sedikit tenang.

Advertisement

Situasi ini biasanya tidak cuma terjadi sekali dua kali. Sampai-sampai, bos di kantor pun mulai agak kesal karena kamu minta izin terlambat terus. Yah, mau bagaimana lagi, kan?

2. Barang-barang di tas mendadak raib atau rusak

Perlengkapan perang

Perlengkapan perang via https://www.pexels.com

Working mom biasanya nggak terlalu panik kalau dompet atau benda-benda lain di dalam tas mendadak raib. Soalnya, kemungkinan besar ini ulah si adek yang jahil menggeledah isi tas emaknya, lalu mengeluarkan semuanya diam-diam.

Ketika udah sampai di kantor, barulah kamu tepuk jidat karena separuh menyesal nggak mengecek lagi perlengkapan di tas sebelum berangkat. Sebagai peringatan, lain kali tas kerja disimpan di tempat yang aman, ya.

Advertisement

Khawatirnya, ada dokumen-dokumen penting yang ikut diacak-acak karena anak memang belum paham. Jika ini sampai terjadi, urusannya bisa panjang!

3. Suka kangen sama anak pas lagi ikut meeting membosankan

Kangen anak, telepon saja

Kangen anak, telepon saja via https://www.pexels.com

Nggak perlu merasa bersalah, kangen pada anak itu normal dan wajar, kok! Apalagi si kecil sedang lucu-lucunya. Membayangkan pipinya yang tembem, tawanya yang polos, dan matanya yang bercahaya, uhhh, rasanya jadi pengen cepat pulang dan memeluknya erat-erat. Untuk mengobati kangen, sebaiknya kamu menyetok foto dan video si kecil banyak-banyak.

Kalau masih belum cukup dan situasinya memungkinkan, melipirlah sebentar ke tempat khusus, lalu lakukan video call dengan pengasuh yang menjaga anak. Dijamin deh, rasa kangenmu bakal sedikit berkurang.

4. Selalu waswas kalau harus ganti pengasuh atau daycare

Anak bersama pengasuh yang tepat

Anak bersama pengasuh yang tepat via https://www.pexels.com

Untuk menjaga anak, ada dua alternatif yang umumnya dipilih oleh working mom. Pertama, mempekerjakan babysitter atau pengasuh anak. Kedua, menitipkan anak di daycare. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.

Nah, momen yang paling menguras emosi adalah ketika babysitter atau daycare harus berganti karena suatu sebab. Ini berarti, working mom harus menyediakan perhatian lebih untuk mengenali lagi “partner” yang baru ini.

Meskipun nggak bisa menemani anak sepanjang hari di rumah, working mom selalu berusaha ingin memberikan yang terbaik untuk anak. 

5. Anak sakit? Urusan pekerjaan menjadi nomor dua

Anak sakit prioritas utama

Anak sakit prioritas utama via https://www.pexels.com

Namanya juga ibu, kalau anak sakit, segala urusan lain menjadi prioritas kedua. Hal inilah yang sering dialami oleh working mom, lo! Bukan karena pengen pekerjaan telantar, tetapi insting ibu untuk merawat dan menjaga anak biasanya lebih kuat.

Lagi pula, kalau sampai dipaksakan berangkat kerja, adanya malah nggak bisa konsentrasi karena selalu kepikiran pada anak. Alhasil, segala urusan pun nggak ada yang beres. Nah, jika kondisi anak sudah mulai membaik, barulah kamu bisa bergantian dengan suami atau anggota keluarga yang lain untuk menjaganya.

Soal pekerjaan, working mom harus pandai mengatur waktu supaya semuanya bisa tetap terkejar.

6. Wanita kantoran tapi kok jarang dandan? Ah, sudah biasa!

Persiapan ibu tiap pagi

Persiapan ibu tiap pagi via https://www.pexels.com

Ya, setiap ibu pasti pernah mengalami situasi ketika waktu untuk mendandani diri sangat terbatas. Jangankan berdandan, untuk mandi saja harus mencuri-curi waktu. Jadi, nggak heran kalau para ibu berangkat kerja dalam kondisi bare face alias tanpa dandanan sama sekali. Begitu sampai di kantor, baru deh ambil waktu sebentar untuk menyapukan lipstik ke bibir atau bedak ke wajah biar tetap kelihatan segar.

7. Motto setiap hari adalah pulang selalu on time!

Pulang tepat waktu

Pulang tepat waktu via https://www.pexels.com

Setelah menjadi working mom, kamu bakal lebih sering say no untuk lembur. Bukannya nggak berdedikasi terhadap pekerjaan, tetapi kamu sekarang lebih ingat waktu. Begitu pula saat diajak teman untuk hangout sepulang kerja, kamu biasanya jarang bisa ikut. Masalahnya, kamu khawatir si Kecil menunggu kelamaan di rumah. Semakin cepat sampai di rumah, akan semakin banyak waktu yang bisa kamu habiskan bersama anak. 

Jadi, inilah beberapa situasi yang biasanya dihadapi oleh sebagian besar working mom setiap hari, termasuk saya. Meskipun demikian, saya tetap senang dan bersyukur, kok. Setiap ibu pasti menghadapi perjuangannya sendiri-sendiri.

Nah, jika kamu juga working mom atau justru stay at home mom, yuk jangan sungkan untuk berbagi di sini. Ingat, #SemuaBisaJadiPenulis. Mulailah dengan menceritakan kisah-kisah sederhana yang dialami setiap hari. Selamat menginspirasi!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya