#PlesiranKeBarat–Nggak Hanya Persiapan Bahasa, Ketahui 7 Aturan Tidak Tertulis Hadapi Culture Shock di Amerika Serikat

Cegah culture shock di Amerika

Amerika tidak hanya dikenal dengan Hollywood-nya saja. Namun disana juga terdapat banyak kampus bergensi incaran calon mahasiswa internasional dari seluruh dunia. Belum lagi keberadaan pusat hiburan dan perbelanjaan yang selalu memanjakan mata. Lantas, siapa yang bisa menolak ajakan untuk berkunjung ke Benua Amerika?

Saat melangkahkan kaki di negeri orang, janganlah hanya mengandalkan kemampuan Bahasa Inggris saja. Setidaknya, sebagai pendatang, kita harus mengetahui secuil tentang budaya setempat agar tidak mengalami culture shock dan merasa terasing. Begitu pula ketika berniat untuk berlibur atau berkuliah di Amerika, kita harus memahami aturan tidak tertulisnya. Kira-kira apa saja yang wajib diketahui para pelancong yang ingin ke Amerika?

Advertisement

1. Bukan Kilogram, Bukan Meter, Orang Amerika Memakai Sistem Ukuran Satuan Inggris

Foto oleh Quintin Gellar dari Pexels

Foto oleh Quintin Gellar dari Pexels via https://www.pexels.com

Rumahmu di mana?

Ah dekat, cuma 150 meter dari sekolah kita

Advertisement

Percakapan tersebut sudah umum kita temui di Indonesia. Sayangnya, orang Amerika tidak menggunakan sistem pengukuran Satuan Internasional (SI), tetapi Satuan Inggris.

Jadi, ketika berbincang dengan penduduk setempat dan berharap menanyakan suatu lokasi, mungkin kamu akan dibuat kebingungan. Sebab, orang Amerika terbiasa menggunakan inci dan kaki untuk ukuran panjang, sementara untuk bobot barang menggunakan satuan pound. Oleh karena itu, sebelum berkunjung ke Amerika, biasakan hitung-hitungan atau mengkonversi Satuan Internasional ke Satuan Inggris, ya.

2. Jangan Lupa Memberi Tip, Jika Tidak Ingin Dikejar Waiter

Advertisement
Foto oleh cottonbro dari Pexels

Foto oleh cottonbro dari Pexels via https://www.pexels.com

Ketika plesiran ke suatu negara, sudah pasti kita akan tertarik mencoba kuliner khas setempat. Tidak terkecuali saat menuju Amerika, setelah melalui penerbangan panjang dari Indonesia, biasanya perut terasa keroncongan. Namun jangan asal membeli makanan seperti di negeri sendiri, ya. Di Amerika, pengunjung wajib memberikan tip kepada waiter, loh!

Jangan terkejut, dilansir dari BBC, pengunjung harus memberikan tip kepada pelayan rumah makan setidaknya sebesar 15-25% dari biaya tagihan makan (bill). Hal ini berkaitan dengan upah waiter yang dibayar per jam. Sehingga, persenan (tip) ini layaknya uang terima kasih atas jasa mereka yang melayani dengan baik. Tip ini hukumnya wajib, bahkan ada restoran yang menetapkan jumlah minimun tip yang harus diberikan pengunjung.

3. Siapkan Uang Lebih, Berbelanja di Swalayan Tidak Termasuk Pajak

Foto oleh Anna Shvets dari Pexels

Foto oleh Anna Shvets dari Pexels via http://pexels.com

ika kita berbelanja di supermarket, biasanya di bagian bawah struk pembayaran akan tertera PPN. Artinya, apa yang kita bayarkan sudah termasuk pajak.

Namun hal ini berbeda dengan di Amerika, pajak tidak terhitung dengan harga barang. Orang Amerika akan membayar pajak 2,9% – 7,25% dari harga barang yang mereka beli. Sehingga pembeli harus memperhitungkan jumlah pengeluarannya sendiri sebelum membeli sesuatu.

4. A I U E O, To The Point, Dong!

Foto oleh Liza Summer dari Pexels

Foto oleh Liza Summer dari Pexels via https://www.pexels.com

Setelah melihat film-film Barat, kebanyakan dari kita akan memberi persepsi bahwa Orang Amerika itu dingin, egois, dan ceplas-ceplos. Padahal sesungguhnya di negara yang diberi julukan Adidaya ini, mobilitas sangatlah tinggi. Industri-industri di sana bergerak dengan cepat, diikuti dengan individunya pula. Oleh karena itu, mereka menyebut waktu adalah harta berharga.

Mereka mengira pembicaraan basa-basi sebagai hal yang membuang-buang waktu. Awali percakapan dengan, ‘how are you?’ untuk menunjukkan kesopanan.

Nah, jika kamu ditanya balik, jangan terlalu panjang menjawabnya. Apa kabar hanya mereka gunakan sebagai pembuka yang menunjukkan rasa penghargaan dan ucapan salam yang lazim.

5. Jangan Kepo Bertanya Kapan Nikah dan Hal Pribadi Lain

Foto oleh Alexander Suhorucov dari Pexels

Foto oleh Alexander Suhorucov dari Pexels via https://www.pexels.com

Eh, gimana, udah nikah 6 bulan, nggak ada rencana punya anak?

Pertanyaan tersebut seringkali diucapkan di Indonesia sebagai ungkapan basa-basi ataupun menunjukkan suatu kedekatan. Sayangnya, Orang Amerika berpikir bahwa pertanyaan semacam itu sangatlah tidak sopan. Mereka paling tidak suka jika dikulik hal-hal privasinya, seperti agama, umur, status pernikahan, bahkan pilihan politik.

Orang Amerika juga tidak berharap untuk disinggung penampilan fisiknya, seperti berat badan. Hal itu dianggap seperti penghinaan oleh mereka. Sehingga berhati-hatilah dalam berbicara, ya.

Apa yang selama ini kita sangka baik-baik saja, belum tentu Orang Amerika berpikiran demikian. Jangan sampai karena ucapan yang tidak disaring, akan berakhir dengan konflik berkepanjangan.

6. Jangan Kebiasaan Manggil Mister, Ucapkanlah Nama

Foto oleh William Fortunato dari Pexels

Foto oleh William Fortunato dari Pexels via https://www.pexels.com

Mister, mister, foto foto with me, okay?

Pasti kamu sudah sering melihat Orang Indonesia yang meminta foto kepada turis asing saat berkunjung ke tempat wisata. Tidak melihat usia, wajah, asal negara, setiap orang bule selalu kita panggil mister. Sayangnya, Orang Amerika maupun Eropa, sangat tidak suka dengan kebiasaan kita ini.

Kita terbiasa memanggil orang yang lebih tua atau tidak dikenal dengan sebutan ‘mas, mbak, pak, atau bu’ untuk menampilkan rasa sopan. Begitu pula ketika menyapa bule, sebutan mister kita pikir sah-sah saja. Padahal mereka lebih suka dipanggil nama. Misalnya saja namanya Brad Pitt, maka panggillah Brad.

Atau jika lebih tua, boleh menggunakan mister tetapi diikuti nama, menjadi Mister Brad Pitt. Namun bagaimana jika kita tidak tahu namanya? Gunakanlah ‘sir’ (laki-laki) maupun ‘maam’ (perempuan), atau tanyakan kira-kira yang bersangkutan ingin dipanggil apa.

7. Jangan Berpakaian Terlalu Formal, Santailah Seperti di Rumah

Foto oleh Monstera dari Pexels

Foto oleh Monstera dari Pexels via https://www.pexels.com

Pernah ingat dengan meme tentang penampilan Mahasiswa Asia yang kuliah di luar negeri? Mahasiswa Asia dikenal ‘heboh’ dengan style­­-nya, bahkan untuk kegiatan liburan yang santai. Sementara penduduk lokal di Amerika lebih nyaman menggunakan pakaian polos seperti kaos oblong untuk berkegiatan sehari-hari termasuk kuliah.

Apabila kita berkunjung ke acara makan malam yang resmi, biasanya kita akan dibuat bingung untuk menyiapkan setelan jas formal. Padahal Orang Amerika cenderung lebih informal dan tidak ribet. Mereka akan menggunakan pakaian formal hanya untuk aktivitas tertentu, misalnya wawancara kerja. Jadi, cobalah untuk terlihat serupa dengan mereka termasuk cara berpakaian, agar tidak terlihat ‘aneh’.

Itulah aturan-aturan tidak tertulis yang ada di Amerika dan sebaiknya diketahui sedari dini. Nggak mau kan, niat happy-happy atau menuntut ilmu di negeri orang, malah berujung dengan perbuatan memalukan. Nah, kapan rencana plesiran ke Amerika Serikat? Yuk, segera direncanakan!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Sebutir pasir pantai asal Probolinggo, Jawa Timur

CLOSE