Anak muda mana sih yang gak memiliki akun Instagram? Ya, Meskipun segilintir orang belum memiliki akun IG pribadi, setidaknya mereka pernah mendengar sosial media hits yang satu ini. Instagram yang sering dituduh sebagai dalang dibalik seseorang berlomba mencari foto terbaiknya ini, memang memberikan kesan yang berbeda ketimbang sosmed lainnya. Tak jarang demi sebuah postingan instagram yang ciamik seseorang rela melakukan apa saja. Salah satunya adalah saat momen liburan.

Dengan kehadiran media sosial, kamera dan smartphone wajib dibawa kala traveling. Segala momen lucu, pemandangan kece hingga aktivitas liburan harus diabadikan dalam bentuk gambar. Alasannya pun beragam, ada yang disimpan untuk kenang-kenangan, mengabadikan momen bareng orang tercinta sampai kesempatan untuk memamerkannya di Instagram. Dan Untuk yang terakhir, tanpa sadar lebih sering dilakukan oleh generasi digital. Tak percaya? Berikut faktanya.

1. Faktanya milenial lebih memilih liburan di tempat fotogenik demi hasil jepretan yang eksentrik

Ngaku deh, pasti kalian pernah ingin berkunjung ke tempat instagrammable hanya demi foto yang menarik bukan? Tak heran memang karena sebagian rasa ingin traveling kita berawal dari postingan orang lain. Dari perasaan inilah muncul keinginan untuk mengunjungi tempat yang berbeda demi membagikannya dengan kawan se-instagram.

2. Figur ambivalen liburan, melepas penat sekaligus tempat mengisi kekosongan album pribadi

Rutinitas sehari-hari seperti sekolah, bekerja hingga menganggur sekalipun akan terasa membosankan jika tak dihiasi jalan-jalan. Berkunjung ke tempat baru dan mencari inspirasi, setidaknya bisa melepas penat setelah seminggu bekerja sekaligus untuk melupakan sejenak beban hidup yang memuncak di pundak. Berlibur juga momen terbaik milenial untuk menambah kekosongan postingan mereka, biar kaya orang-orang gitu.

3. Apapun makanannya, yang penting di posting

Advertisement

Food fotografi adalah salah satu seni dalam fotografi yang sekarang sedang digandrungi oleh generasi digital. Bagi mereka yang doyan wisata kuliner, haram hukumnya tak membagi momen tersebut untuk di posting sebelum di makan. Minimal, di snapgram.

4. Trip jarak jauh merupakan lumbung untuk snapgram

Salah satu penyakit mental hasil sosial media adalah narsistik. Bahkan orang pendiam sekalipun ingin dilihat oleh pengguna lain via sosial media. Tak beda halnya dengan trip jarak jauh. Meskipun melelahkan, perjalan jauh merupakan momen terbaik untuk memenuhi instastory pribadi. Sebelum berangkat harus pamer dulu dengan menyisipkan clue, yang selanjutnya di tiap pemberhentian, stasiun, bandara bahkan di tengah perjalanan sekalipun wajib update snapgram, next stop?

5. Setiap foto liburan harus diisi oleh caption bijaksana dilengkapi tagar sejuta makna di akhirnya

Caption-caption bijak merupakan bumbu tersendiri guna menunjang postingan yang mengundang 'Like'. Tak lupa pula dessert manis bernama hashtag yang relevan dengan postingan. #Like4Like contohnya.

6. Beda pasangan maka beda tema

Advertisement

Sub tema liburan milenial itu berbeda tergantung dengan pasangannya. Jika trip berdua bareng sahabat maka ‘taken by’ wajib diletakan dalam caption. Jika tidak, maka sang fotografer akan marah-marah di kolom komentar. Lain halnya liburan dengan gebetan, caption pun tak sama. Seperti, ‘makasih ya sayang untuk waktunya hari ini’.

Dan untuk kaum jomblowers, biasanya dilengkapi dengan caption pasrah dan penuh harap terhadap nasibnya. Mereka bilang ‘jomblo bukan berarti sepi’ dilengkapi dengan emoticon semangat seakan menyembunyikan kekosongan jiwanya.

7. Khasiat liburan akan 2x lebih terasa jika postingan di like banyak pengguna

Liburan pun usai, postingan telah diterbitkan dan sekarang tinggal menunggu seseorang untuk memberikan jempolnya. Jika salah satu cowok atau cewek idaman nge-like, berarti masa liburan berakhir dengan happy ending.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya