Punya Pengalaman Tenggelam, Inilah 9 Tips Belajar Renang Super Menyenangkan

Kiat-kiat berenang bagi kamu yang masih ragu

Kegiatan berendam di dalam air ataupun berenang menjadi kesenangan sendiri bagi masyarakat Indonesia. Apalagi negara kita yang dikenal beriklim tropis dan cuaca panas menyengat membuat tubuh menjadi cepat kehilangan kelembaban. Alhasil, berenang menjadi salah satu alternatif rekreasi favorit bahkan termasuk olahraga.

Sayangnya, tak semudah dibayangkan sebelumnya, berenang tergolong olahraga yang butuh perjuangan untuk melakukannya. Walaupun negara kita disebut sebagai negara maritim dan negara kepulauan yang dikelilingi lautan, tidak semua orang memiliki keahlian berenang. Bahkan banyak orang yang terpaksa untuk meninggalkan olahraga renang karena beralasan pernah tenggelam. Padahal berenang memiliki banyak manfaat bagi tubuh dan salah satunya ialah bentuk pertahanan diri. Nah, daripada bimbang dan diselimuti rasa takut, simaklah tips belajar berenang berikut berdasarkan pengalaman pribadi.

Advertisement

1. Sering-seringlah Mengunjungi Kolam Renang dan Mengajak Teman

Foto oleh Trần Long dari Pexels

Foto oleh Trần Long dari Pexels via https://www.pexels.com

Berniat liburan saat weekend?

Bingung ingin ke pantai atau gunung?

Advertisement

Meskipun kamu ragu untuk berenang, cobalah untuk beberapa kali bermain-main ke kolam renang bersama kawan terdekat. Ketika kamu melihat langsung banyak orang yang lihai menari-nari di dalam air. Justru tidak disadari, hal ini malah membangkitkan rasa semangatmu untuk mencoba berenang kembali, loh.

2. Bermain Air di Tepi Kolam Sembari Memasukkan Kaki

Foto oleh Yulianto Poitier dari Pexels

Foto oleh Yulianto Poitier dari Pexels via https://www.pexels.com

Sudah jauh-jauh ke kolam renang, tetapi takut berenang?

Tak mengapa, cukup masukkan kaki ke dalam air dan digoyang-goyangkan seperti sedang mendayung. Kegiatan ini merupakan bentuk adaptasi tubuh kita terhadap suhu air kolam yang mungkin relatif dingin.

Advertisement

3. Peregangan Otot Supaya Tidak Kram

Foto oleh Kampus Production dari Pexels

Foto oleh Kampus Production dari Pexels via https://www.pexels.com

Otot menjadi kaku dan kesulitan bergerak di dalam air adalah momok paling menakutkan yang bisa menghampiri orang sedang berenang. Oleh karena itu, sebelum berenang, cobalah untuk berlari mengitari kolam atau sejenak melemaskan otot dengan gerakan sederhana. Misalnya mengangkat tangan ke atas, menekuk kaki, dan membungkukkan badan.

4. Berani Menceburkan Badan di Kedalaman Kurang dari 1 Meter

Foto oleh MarcTutorials dari Pexels

Foto oleh MarcTutorials dari Pexels via https://www.pexels.com

Ibarat pepatah Jawa, ‘alon-alon asal kelakon’ yang artinya pelan-pelan saja asal dilakukan. Begitu pula dengan latihan berenang, jangan mencoba menantang diri dengan menceburkan badan di kedalaman 4 meter. Cobalah untuk mencelupkan seluruh bagian tubuh di kedalaman air yang dangkal, yakni sekitar 0,5-1 meter.

5. Bersikaplah Tenang dan Atur Pernapasan

Foto oleh Vitor Castro dari Pexels

Foto oleh Vitor Castro dari Pexels via https://www.pexels.com

Sifat dasar manusia ketika berada di air yang dalam ialah panik. Karena memang manusia dibekali paru-paru, bukanlah insang. Jadi, sebenarnya sangat wajar jika kita tidak bisa mengendalikan diri ketika tercebur di dalam air. Namun, mulai dari sekarang cobalah untuk rileks dan kelola ritme pernapasan seperti biasanya sedang bernapas ketika di darat. Rasakan kesegaran air dan anggap air kolam hanyalah kasur yang nyaman.

6. Berlomba Menahan Napas dalam Air Bersama Teman

Foto oleh Dids dari Pexels

Foto oleh Dids dari Pexels via https://www.pexels.com

Sekarang saatnya mencoba menahan napas di dalam air. Walau hal ini mungkin lebih tepat dikatakan sekadar guyonan semata, membiasakan diri untuk menahan napas sangatlah penting. Coba untuk tutup hidung dengan tangan, lalu masukkan kepala ke dalam air, dan buka mata lebar-lebar. Jika sudah mulai terbiasa, coba untuk menahan napas tanpa memegang hidung.

7. Cobalah Untuk Mengapung dengan Posisi Wajah di Atas

Foto oleh Kenneth Gorzal Surillo dari Pexels

Foto oleh Kenneth Gorzal Surillo dari Pexels via https://www.pexels.com

Seperti saya katakan sebelumnya, anggaplah kolam sebagai kasur. Jika kamu masih belum berani mengapung dengan posisi tengkurap, maka mengapunglah dengan posisi terlentang. Mintalah seorang teman mendampingi apabila kamu merasa khawatir. Posisikan tangan dan kaki dengan keadaan terbuka lebar. Pejamkan matamu dan rasakan ketenangan seperti sedang duduk di tepi pantai sembari menikmati sejuknya angin berhembus.

8. Belajar Mendayung Kaki Menggunakan Pelampung

Foto oleh Alexandr Podvalny dari Pexels

Foto oleh Alexandr Podvalny dari Pexels via https://www.pexels.com

Setelah bisa mengapung, sekarang saatnya melatih kaki untuk mendayung. Gunakan pelampung anak atau ban bekas sebagai pegangan. Jika tidak ada, berpegangan pada pinggiran kolam atau mintalah seorang teman untuk berdiri di dalam kolam dan raih pundaknya. Gerakkan kaki ke atas dan ke bawah secara bergantian. Cobalah variasi gerakan seperti kaki katak yang sedang berenang.

9. Belajar Meluncur dengan Menendang Pinggiran Kolam

Foto oleh Kendel Media dari Pexels

Foto oleh Kendel Media dari Pexels via https://www.pexels.com

Jika hatimu sudah mantap, cobalah untuk belajar meluncur di dalam air. Caranya ialah berdiri di dalam tepian kolam dengan satu kaki. Telapak satu kaki yang lainnya menempel pada pinggir kolam dan berfungsi sebagai pendorong. Satukan kedua telapak tangan membentuk segitiga seperti sedang bersalaman. Bungkukkan badan dan meluncurlah dengan posisi kaki mendorong. Setelah meluncur, kemudian cobalah untuk menggerakkan tangan dan kaki seperti sedang berenang. Jangan pikirkan apakah ingin berenang gaya bebas, katak, atau kupu-kupu dulu.

Itulah tips dan trik belajar berenang bagi kamu yang masih dipenuhi rasa takut. Mulailah untuk hadapi trauma dan yakinlah bahwa kamu bisa. Semangat!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Sebutir pasir pantai asal Probolinggo, Jawa Timur

CLOSE