#RamadhandiKampungku 5 Makanan Populer Khas Timur Tengah Saat Ramadan Untuk Berbuka Puasa dan Hari Raya Idul Fitri!

Selama Ramadan apa nih favorit makanan untuk berbuka puasa? Selama sebulan penuh berpuasa tentunya kita memiliki beberapa makanan yang sering dikonsumsi dan selalu jadi hidangan untuk berbuka. Kalau di Indonesia biasanya selalu tersedia makanan manis seperti kolak, candil, ataupun es buah yang segar. Ada pula gorengan seperti bakwan, cireng dan tahu isi. Lalu bagaimana dengan makanan ala timur tengah? Kamu mungkin sudah tahu kebab, tapi tahukah kamu daerah timur tengah memiliki beberapa kesamaan makanan khas terutama saat Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri. Berikut ini daftar makanan populer yang menjadi ciri khas kearifan lokal di timur tengah dan mungkin kamu ingin mencoba resepnya.

Advertisement

1. Qatayef atau Katayef Asafeeri (Palestina, Mesir, Saudi Arabia)

Foto oleh Fincan Sweet @fincan_sweet via Instagram

Foto oleh Fincan Sweet @fincan_sweet via Instagram via https://www.instagram.com

Qatayef atau Katayef adalah salah satu makanan khas Timur Tengah biasanya disajikan pada saat bulan Ramadan. Qatayef atau dalam bahasa arab Qataif adalah sebuah hidangan penutup berisi campuran adonan keju dan kacang kacangan seperti hazelnut, almond, kenari. Bahan lainnya seperti gula bubuk, pistachio, ekstrak vanila dan kulit kayu manis pun ditambahkan untuk menambah rasa khas negeri Timur Tengah. Qatayef ini sering pula disebut Arabic pancake atau sweet dumpling. Rakyat Palestina menyebutnya dengan Qatayef Asafeeri. Hidangan ini berbentuk seperti setengah lingkaran yang berisi seperti bantal. Qatayef atau sering pula disebut Atayaf Aseeferi memiliki sejarah tersendiri. Qatayef pertama kali dibuat pada masa kekhalifahan Abbasiyah tahun 566-653 M. Pada masa itu Qatayef disajikan di gerai gerai pinggir jalan serta disajikan di meja makan keluarga di daerah Timur Tengah, seperti Mesir, Irak, Saudi Arabia, Palestina. Dilansir dari media Gulf News, Qatayef menjadi salah satu makanan khas tradisi ramadan dari berbagai kalangan masyarakat yang selalu ada untuk setiap waktu berbuka puasa dan sahur. Qatayef menjadi makanan ringan yang sering dijual saat Ramadan.

2. Basbousa (Mesir, Afrika Utara, Turki, Libanon)

Foto oleh Lamees AttarBashi @cookingwithlamees via Instagram

Foto oleh Lamees AttarBashi @cookingwithlamees via Instagram via https://www.instagram.com

Basbousa adalah hidangan yang berasal dari Mesir dan tentunya sangat populer di timur tengah saat Ramadan. Orang orang mesir menyajikan Basbousa sebagai hidangan utama saat ramadan maupun hari raya Idul Fitri. Begitu pula untuk umat kristiani saat menjalankan ibadah puasanya. Basbousa juga terkenal di Yunani, Bulgaria, Albania, dan Turki. Begitu pula, di daerah Afrika Utara. Basbousa juga dikenal dengan nama revani di Turki. Basbousa seperti kue pada umumnya. Adonannya terbuat dari telur, gula, tepung semolina, tepung biasa, parutan kelapa, butter, vanila dan baking powder. Adonannya kemudian dituangkan dalam loyang. Lalu ditambahkan topping almond ataupun varian lain seperti kacang pistachio. Basbousa versi asli dari Mesir disajikan dengan topping almond atau hazelnut. Sedangkan di Libanon, Turki Basbousa menggunakan topping pistachio ataupun dengan serutan kelapa .Setelah matang dipotong dengan garis horizontal, melintang dan dituangkan sirup sari buah. Sirupnya dibuat dengan bahan campuran gula, air, perasan jeruk dan air mawar. Saat ini Basbousa terkenal dengan berbagai varian, termasuk salah satunya Vegan Basbousa menggunakan saus apel.

Advertisement

3. Kunafa atau Kunafeh (Palestina, Mesir, Turki)

Foto oleh Your Palestine @yourpalestine via Instagram

Foto oleh Your Palestine @yourpalestine via Instagram via https://www.instagram.com

Kunafeh atau kunafeh adalah makanan khas timur tengah lainnya yang populer di Palestina, Mesir, Yaman dan Syiriah. Kunafeh sudah ada sejak abad ke-10 masa kekhalifahan Umayyah. Konon hidangan Kunafeh ini dibuat oleh para ahli medis saat bulan ramadan untuk memuaskan rasa lapar. Kunafeh atau dalam bahasa arab kunafa atau knafeh terbuat dari adonan semolina murni yang dilumuri dengan Qater Syrup berbahan dasar gula.

Salah satu Kunafeh yang paling tersohor adalah Kunafeh Nabulsiyeh yang berasal dari kota Nablus, Palestina. Kunafeh sekaligus menjadi makanan yang merepresentasikan Palestina. Adonan tepung semolina ditambah dengan isian keju Nabulsi (keju putih besar atau white brine cheese). Pembuatannyapun sangat unik menggunakan panggangan loyang almunium besar berdiameter 60 cm. Adonan tepung semolina kering ditabur diatas loyang panas kemudian diberi isian keju nabulsi dan terakhir setelah matang berwarna kecoklatan dituangkan Qater atau sirup gula khas Arab dan ditaburi kacang pistachio hijau. Bentuk aslinya berbentuk lingkaran besar setebal 2 cm. Jika dipotong atau diangkat akan lengket seperti ketika kita memotong keju mozarella. Hidangan ini pun ditemukan di Turki dan Yunani dengan varian modifikasi dan topping yang berbeda.

4. Baklava atau Baqlawa (Turki, Libanon, Algeria, Yunani)

Foto oleh Amina @hungrypaprikas via Instagram

Foto oleh Amina @hungrypaprikas via Instagram via https://www.instagram.com

Baklava atau Baqlawa merupakan hidangan penutup lainnya yang populer di Timur Tengah. Baklava atau Baqlawa dalam bahasa arab  ditemukan di beberapa negara seperti Turki, Libanon, Algeria dan Yunani. Menurut sejarah Baqlawa disajikan untuk pasukan elit pada jaman Sultan Utsmani pada hari ke-15 ramadan. Baklava ini biasa disajikan pula saat Idul Fitri di negara Algeria. Hidangan sederhana ini  dikenal sebagai pelopor pastry. Baklava versi Turki  dan Libanon berisi campuran kacang pistachio, madu, dan kayu manis. Baklava dibuat dalam loyang persegi panjang setinggi 5 cm. Cara membuatnya cukup sederhana. Oleskan loyang dengan butter lalu masukan kulit pastry atau biasanya Filo Pastry dan oleskan butter, buat 10 lapisan atau sampai 1 cm kemudian taburkan walnut dan pistachio yang sudah dihaluskan. Kemudian buat kembali lapisan kulit pastry diatasnya. Setelah selesai potong lapisan pastry dalam loyang panggang selama 30 menit dan tuangkan cairan atau syrup gula diatasnya.

Advertisement

5. Ma’amoul (Libanon)

Foto oleh Your Palestine @yourpalestine via Instagram

Foto oleh Your Palestine @yourpalestine via Instagram via https://www.instagram.com

Ma’amoul adalah camilan khas berasal dari Libanon, dan sangat populer di negara  Timur Tengah. Ma’amoul disajikan saat akhir ramadan dan saat Idul Fitri di beberapa negara Timur Tengah. Hidangan ini sangat populer, bahkan umat kristiani pun menyajikan ini saat natal. Baik umat muslim dan kristiani menyajikan Ma’amoul saat hari raya. Bentuknya bulat lonjong dan dicetak menggunakan cetakan kayu khas bernama tabe. Adonannya terbuat dari tepung semolina dengan berbagai macam isian, yang populer biasanya terdiri dari 3 varian yaitu isian kurma, walnut dan kacang pistachio dengan taburan diatasnya menggunakan gula halus. Di Turki Ma’amoul juga ditemukan dengan campuran isi walnut, jahe dan kayu manis.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Shot the moments on frame (Photograph), Edit with heart and Share it on content (Writing).

Editor

CLOSE