#RemajaBicaraKespro-Awas! Tolong Remaja Jangan Dengarkan Dia!

Jatuh cinta itu indah, namun terkadang Dia membuat ilusi hingga semua terlalu indah. Siapakah Dia?

Jatuh cinta… Mungkin yang orang lain bilang itu bilang. Cinta itu ibarat sebuah pisau bermata dua. Jatuh cinta itu kadang membuat kita bahagia, namun kadang menghancurkan kita sedalam-dalamnya. Bahkan orang bisa takut hanya untuk jatuh cinta sekali lagi.

Namun sepertinya semesta tidak bosan menghadirkan permainan insan. Kadang remaja-remaja seperti mereka harus merasakan pedihnya disakiti batin karena perasaan itu. Kadang satu bait pertanyaan mengalir begitu deras. Apa yang salah dari mereka? Sudah banyak remaja yang masih polos itu membuang memori dan air mata hanya untuk hal tidak penting. Sadarlah. Ada banyak remaja salah memilih jalan, ada banyak dari mereka yang menyesali perbuatan mereka.

Dear Remaja, kalian sama sepertiku. Ketika jatuh cinta kita memang tidak bisa mengatur perasaan ini untuk siapa. Namun aku ada sebuah nasihat kecil untuk kalian. Ketahuilah bahwa di dalam diri kita yang labil ini terdapat sebuah sosok yang membuat semua kekacauan ini. “Dia” adalah sosok yang membisiki kita agar kita mengejar seseorang yang bahkan kita tahu tidak baik untuk kita. Dialah dalang di balik banyaknya remaja salah memilih hingga harus berakhir dengan patah hati. Kalian harus mengatasi dia. Tetapi siapakah Dia ini?  

Advertisement

1. Senang, sedih, marah, dan kecewa: Dia yang mengatur semua

Photo by Eric Ward on Unsplash

Photo by Eric Ward on Unsplash via https://unsplash.com

Ketika kamu merasakan sesak di dada kala menangis, ketika kamu merasakan panas saat marah, ketika kamu merasa nyaman saat kamu bahagia, semua itu adalah ulah si Dia lho. Pada dasarnya, kamu bisa merasakan semua rasa sebab ulah si Dia. Ketahuilah, ada sosok di dalam diri kalian yang membuat kalian bisa merasakan beragam rasa di semesta ini.

2. Namun suatu reaksi membuat Dia hilang kendali

Photo by Sydney Sims on Unsplash

Photo by Sydney Sims on Unsplash via https://unsplash.com

Suatu hari kamu menemukan drama favorit kamu tayang lebih awal atau kamu melihat baju favoritmu sedang diskon besar. Senang banget rasanya, kan? Ada banyak hal yang bisa membuat kita senang. Namun sayang, banyak remaja yang tidak tahu rasa senang berlebihan akan membuat Dia ini bisa tidak terkendali. Ibaratnya tuh seperti mengisi daya baterai gawai terlalu lama.

Advertisement

Bukan cuma senang, bahkan rasa sedih, marah, kecewa, serta rasa berlebihan lainnya bisa membuat Dia juga hilang kendali lho. Uniknya, Dia ini juga bisa disentil waktu kita lagi bersosialisasi.

Remaja kadang nggak sadar sosok Dia mulai bergoncang. Bisa dilihat ketika si remaja mulai merasa nyaman dan merasa calon doi memang berbeda dari yang lain. Kalau sudah begitu, sosok Dia sudah masuk kondisi stadium satu yaitu kondisi tertarik.

3. Semakin lama, yang kamu pikiran kamu mulai tidak jernih

Photo by Riccardo Mion on Unsplash

Photo by Riccardo Mion on Unsplash via https://unsplash.com

Ketika kamu merasakan ada yang berbeda ketika bertemu seseorang, ada sebuah fase dimana kamu bakal memikirkan si pujaan hati itu terus lho. Waduh kalau begitu, kamu baru saja memasuki stadium dua. Biasanya orang orang di stadium ini akan terus memikirkan doinya bahkan saat sibuk sekalipun, mulai merasa rindu, dan senyum senyum sendiri ketika memikirkan doi. Stadium ini sering disebut kondisi naksir.

4. Semua semakin rumit ketika kamu terlalu melebih-lebihkan pujaan hatimu

Photo by fauxels from Pexels

Photo by fauxels from Pexels via https://www.pexels.com

Berhati-hati kalau kamu mulai masuk stadium ini, soalnya penulis pernah merasakan hingga fase ini. Penulis sendiri bakal bela-belain doi bahkan walaupun tahu si doi itu salah, bakal membantu doi saat sulit tanpa diminta, bahkan sering ngomongin dia di lingkungan.

Si doi ini sudah jadi sosok yang sempurna banget, bahkan bisa saja kamu ikut-ikutan nyukain hobi nyeleneh si doi. Memang ya, kebanyakan orang hampir semua ketika jatuh cinta pertama memasuki stadium ini lho. Stadium ini disebut kondisi suka.

5. Kini, kamu akan berkorban apapun demi pujaan hatimu

Photo by Budgeron Bach from Pexels

Photo by Budgeron Bach from Pexels via https://www.pexels.com

Ngerasa kamu udah tergila-gila banget? Bahkan doi yang kamu sering lihat suka ngupil bukannya merasa jijik tapi terkesima? Ketika kamu merasa doi ini bener bener sempurna banget, kamu baru saja masuk kondisi paling parah: kondisi jatuh cinta.

Sosok Dia dalam dirimu sudah seperti kecanduan obat, akan terus membisikimu agar terus dekat dengan pujaan hatimu, supaya sosok Dia bisa terus senang.

Namun kebanyakan, jarang banget orang-orang memasuki tahap ini. Bahkan yang mengaku jatuh cinta kemungkinan hanya berada pada level suka atau naksir. Tetapi inilah poin berbahayanya, kebanyakan remaja salah mengerti akan perasaannya sendiri.

6. Bagaimana cara mengendalikan sosok Dia?

Photo by Raychan on Unsplash

Photo by Raychan on Unsplash via https://unsplash.com

Sosok Dia yang kumaksud ternyata adalah si Emosi.

Iyap benar. Ketika emosi kamu sudah berkata  menginginkan dia, memang sulit rasanya menolak. Rasanya bakal berat dan sedih terasa. Tolong pikirkan baik-baik dalam melangkah.

Juga, kebanyakan remaja cenderung tidak mampu memahami serta mengendalikan emosi mereka. Banyak kasus dimana mereka mengaku cinta padahal mereka aslinya hanya berada dalam tahap tertarik, sehingga mereka bakal rentan mengalami kebingungan rasa. Lalu, ada juga kasus dimana remaja terlalu menggebu-gebu akhirnya terjatuh terlalu jauh. Karena? Sebab banyak yang gagal mengendalikan sosok Dia yang mengatur perasaan kita ini, alias sosok emosi ini.

Emosi terkadang menipu. Dia kadang membisikan yang tidak-tidak. Maka dari itu remaja harus bisa memahami emosi mereka dan tidak mudah menuruti emosi itu.

Hei, peran orang tua juga diperlukan disini, supaya generasi muda tidak terjangkit hal yang salah. Mari kita dukung gerakan supaya remaja bisa paham akan pentingnya pengendalian emosi.

Ingat diagnosis perasaan kamu, ada empat stadium dalam jatuh cinta: tertarik, menjadi naksir, menjadi suka, menjadi cinta.

 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penghuni surga yang terjatuh ketika sedang asyik berenang di awan. Gara-gara kesombongan itu, dia kehilangan kekuatan lalu menjadi manusia biasa yang menyamar jadi anak sekolahan. Sangat cinta dengan bumi, terlebih dengan agama, kebudayaan, dan filsafat, sekalian berusaha meyakinkan orang-orang dia ini beneran malaikat jatuh.

CLOSE