Review Film Don’t Breathe: Misteri Dibalik Rumah Tuna Netra Mantan Militer

Wajib Masuk List Nih, Film Untuk Pencinta Genre Horor Thriller

Masih dengan genre yang sama yaitu horor, Don’t Breath adalah film garapan sutradara Fede Alvares. Film ini meceritakan tentang sekelompok anak remaja yang membobol rumah seorang pria tua. Tak disangka pria tua tersebut adalah seorang mantan militer sekaligus penyandang tuna netra yang memiliki rahasia gelap dalam rumahnya. 

Film Don’t Breath sendiri berhasil mendapatkan banyak pujian dari para kritikus film bahkan memenangkan penghargaan Best Horor Film pada ajang Saturn Award: 8 Juni 2017. Dari trailernya saja penonton sudah bisa mendapatkan gambaran betapa tegangnya menonton film ini. Lalu, sebenarnya apa sih yang membuat film Don’t breathe ini menarik? Berikut ini beberapa alasannnya:

Advertisement

1. Cerita yang menarik

We Need to Talk About That Awful Don't Breathe Twist

We Need to Talk About That Awful Don’t Breathe Twist via http://wired.com

Jika dilihat sepintas, cerita ini terbilang biasa saja yaitu menyelamatkan diri dari sarang penjahat. Namun yang menarik dalam cerita ini adalah kedua tokoh sama-sama melakukan tindak kejahatan. Walaupun tindakan-tindakan yang dilakukan salah namun kedua pihak tokoh memiliki motif yang cukup mengharukan sehingga membuat penonton menjadi susah untuk berpihak.

Tidak berhenti sampai di situ, cerita film ini yang semula hanyalah misi perampokan dan penyelamatan diri oleh sekelompok remaja, mengungkap rahasia kejahatan baru yang tersembunyi dalam rumah tersebut hingga berujung pada aksi pembunuhan. Selain itu, cerita yang mengangkat situasi ‘sunyi senyap’ ini menambah daya tariknya dengan menceritakan tokohnya sebagai penyandang tuna netra yang adalah seorang mantan militer.  Bagaimana yah seorang tuna netra mengalahkan beberapa remaja?

Advertisement

2. Situasi yang mencekam

Film Don't Breathe

Film Don’t Breathe via http://id.pinterest.com

Penggemar film horror thriller pasti sudah terbiasa dengan kesunyian dan ketegangan yang ditampilkan. Biasanya suasana tersebut terjadi dalam adegan-adegan dimana tokoh sedang bersembunyi. Namun apa jadinya ketika tokoh utama harus berhadapan langsung dengan tokoh antagonis namun tidak boleh bersuara bahkan bernafas?

Wah, pastinya tegang bangat yah kan. Hal ini dikarenakan tajamnya indera pendengaran dari pria buta.  Emang benar yah kata Stevie Wonder

Advertisement

“Hanya karena seorang pria tidak menggunakan matanya, itu tidak berarti dia tidak memiliki penglihatan”, terealisasi bangat nih dalam film ini. 
 

Suara sekecil apapun seperti bunyi lantai berderit dan berdecit, tidak boleh dibunyikan meski dari jarak yang jauh sekalipun dikarenakan Si Pria Buta akan langsung menuju sumber suara dengan cepat. Bunyi-bunyi kecil saja udah berhasil memberikan ketegangan gimana dengan bunyi-bunyi yang besar yah, udah pasti jump scare tuh! Dalam film ini juga tidak terdapat background sound yang menjadi unsur penting dalam film bergenre thriller dan horror dikarenakan situasi yang mencekam dapat dirasakan penonton dengan efek suara yang berkualitas tinggi. 

3. Kualitas pemain

Don't Breathe

Don’t Breathe via http://id.pinterest.com

Aktor Stephan Lang yang memerankan tokoh Si Pria Buta berhasil memberikan terror yang menegangkan sehingga penonton harus menahan nafas pada situasi-situasi mencekam yang ditayangkan. Meskipun tidak terlalu banyak action namun ekspresi Stephan Lang ketika berusaha mencari tahu lokasi perampok berada patut diberikan pujian karena berhasil menciptakan suasana hening yang, membuat jantung penonton berdetak semakin cepat. Selain itu pemeran utama wanita yaitu Rocky yang diperankan oleh aktris Jean Levy berhasil menyalurkan ketakutannya kepada penonton melalui ekspresi yang dimainkan

4. Si Pria Buta Misterius, ciptakan suasana horor dalam film

Film Don't Breathe Clip House Invasion

Film Don’t Breathe Clip House Invasion via http://id.pinterest.com

Dalam film ini, Stephen Lang yang berperan sebagai seorang tunanetra sangat menghidupi atmosfer dalam film dengan kesan misterius. Dalam film Stephen juga memakai lensa kotak untuk membantu sisi penokohan bahwa ia betul-betul tuna netra. Pembawaan karakter yang dibawa oleh Stephen terlihat menawan dengan komposisi backsound, color grading ala-ala dark, serta permainan cinematik yang dibawakan sutradara cukup berkelas untuk memantik rasa tegang menjadi sebuah pondasi utama dalam film.

5. Penyajian film yang dikemas secara menawan serta budget minim

Stephen Lang In Don't Breathe

Stephen Lang In Don’t Breathe via http://id.pinterest.com

Dalam film yang berdurasi 1 jam 28 menit ini hanya berlokasi pada sebuah rumah. Wah, minim budget banget nih! Eits, meskipun hanya memiliki satu lokasi penyuntingan tetapi film ini berhasil membuat penonton pusing melihat para tokoh mencari tempat persembunyian.

Dan tentu saja film ini mendapat banyak pujian dan penghargaan bahkan meraup keuntungan yang lumayan besar dibandingkan biaya produksinya.  Selain itu, film ini tidak terlalu bertele-tele, pengenalan tokoh, karakter, motif, ditayangkan secara singkat dan langsung menampilkan adegan-adegan yang menegangkan tanpa henti.  

Nah, bagaimana tertarik untuk menyaksikan film Don’t Breath? Untuk kalian penggemar film bergenre thriller dan horror patut bangat nih mencantumkan film Don’t Breath dalam daftar film yang harus kalian tonton yahh. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mahasiswa yang menempuh pendidikan di kota Yogyakarta

CLOSE