Saat Bekerja Tidak Sesuai Jurusan, Ingat 5 Keuntungan Ini!

5 keuntungan yang bisa kamu dapatkan, ketika bekerja tidak sesuai jurusan kuliahmu!

Jurusan Pendidikan kok nggak jadi guru? Jurusan psikologi kok nggak jadi HRD? Mungkin kamu tidak asing dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Bekerja tidak sesuai jurusan bukan hal yang aneh kok. 

Bekerja tidak sesuai jurusan bukan berarti materi keilmuan yang dipelajari menjadi sia-sia. Saat ini, tidak jarang job seeker yang melamar posisi tidak sesuai dengan ilmu yang ditekuninya ketika kuliah. Banyak juga ditemukan lowongan kerja yang tidak mencantumkan spesifikasi untuk jurusan tertentu. 

Bekerja tidak sesuai jurusan bukan masalah yang serius jika kamu bisa mengambil sisi positifnya. Berikut 5 hal positif yg bisa kamu dapatkan ketika tidak bekerja sesuai jurusan kuliah!

ADVERTISEMENTS

1. Kesempatan mempelajari hal baru

Photo by Ivan Samkov

Photo by Ivan Samkov via https://www.pexels.com

Hal positif pertama yang bisa kamu dapatkan dari bekerja diluar bidang keilmuanmu, tentu kamu akan memiliki kesempatan untuk mempelajari hal baru. Seseorang yang bekerja sesuai dengan bidang keilmuannya, mungkin tidak akan memiliki banyak kesempatan untuk mempelajari hal baru.

Hal ini tentu berbeda ketika kamu bekerja tidak sesuai bidang keilmuan yang telah ditekuni akan membuatmu memiliki banyak kesempatan untuk mempelajari hal baru. Mempelajari hal baru dapat menambah wawasanmu dan menambah pengalaman baru yang mungkin tidak bisa didapatkan oleh orang lain. Kamu juga bisa selangkah lebih maju dari teman-teman satu jurusanmu. Dengan kesempatan ini kamu akan terus belajar dan berkembang.

ADVERTISEMENTS

2. Menemukan skill baru

Photo by Mikhail Nilov

Photo by Mikhail Nilov via https://www.pexels.com

Dengan mencoba dan mempelajari hal baru, kamu bisa saja menemukan skill baru pada dirimu. Pada awalnya memang terasa sulit saat bekerja tidak sesuai jurusan kuliah atau SMK karena harus mempelajari semuanya dari nol. Dengan mempelajari semuanya dari nol akan membuatmu terus belajar dan menemukan skill baru. Skill baru ini akan membantumu meningkatkan kualitas diri. Mempelajari hal baru untuk mendapatkan skill baru juga akan membuatmu menjadi seseorang yang ulet dan mampu menghadapi segala tantangan hidup sehingga kamu akan survive.

ADVERTISEMENTS

3. Kesempatan bertemu orang baru, lintas Jurusan

Photo by fauxels

Photo by fauxels via https://www.pexels.com

Tempatmu bekerja akan memberimu kesempatan untuk bertemu dan mengenal dengan banyak orang baru dengan berbagai macam keahilan. Orang baru dengan latar belakang pendidikan yang berbeda denganmu akan memberikan cerita dan pengalaman baru. Hal ini tentu akan membuatmu menambah dan memperbanyak pengetahuan di berbagai bidang. Selain itu, kamu juga bisa belajar secara praktik sekaligus memperluas jaringan.

ADVERTISEMENTS

4. Keluar dari zona nyaman

Photo by ThisIsEngineering

Photo by ThisIsEngineering via https://www.pexels.com

Mengambil keputusan untuk bekerja diluar bidang keilmuanmu, tentu bukan hal yang mudah. Kamu akan mengalami banyak keraguan dalam diri. Bertanya-tanya pada diri sendiri, bisa atau tidak melakukan pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan. Berani bekerja di luar bidang keilmuan yang telah dipelajari berarti kamu keluar dari zona nyamanmu. 

Dengan keluar dari zona nyaman itu berarti kamu mau dan mampu belajar hal yang belum kamu tekuni sebelumnya. Memang harus sedikit lebih survive, tapi keluar dari zona nyaman membuatmu lebih berkembang.

ADVERTISEMENTS

5. Menemukan Passion Baru

Photo by Andrea Piacquadio

Photo by Andrea Piacquadio via https://www.pexels.com

Passion baru dapat kamu temukan ketika kamu mencoba hal baru. Dengan mencoba hal baru kamu dapat mengasah passion bahkan menemukan passion baru. Hal ini tentu akan memupuk semangatmu untuk terus menggali passionmu. Ya, siapa tau passion barumu ini bisa mengantarmu pada kesuksesan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Ordinary people