Saat Pasanganmu Tiba-tiba Berubah, Jangan Keburu Marah! Siapa Tahu, 5 Hal Ini sedang Ia Rasakan

pasangan berubah

Hubungan yang telah dirajut sekian lama, melewati segala rintangan dan tantangan bahkan hingga saat ini hubungan masih bisa berjalan dengan baik. Tapi hal lain terjadi saat pasangan mulai berubah, cenderung lebih cuek, tidak sehangat dulu dan lebih banyak diam. Perubahan tersebut tidak melulu pasangan sudah tidak punya rasa cinta kepada kita. Mungkin saja mereka sedang mengalami hal berikut yang kamu belum sadari. Yuk simak, biar nggak uring-uringan melulu!

Advertisement

1. Sekenal-kenalnya kamu terhadap pasanganmu, kamu nggak pernah tahu tekanan apa yang sedang ia alami; pekerjaan, pergaulan atau bahkan persoalan keluarga

Photo by Mẫnn Quang from Pexels

Photo by Mẫnn Quang from Pexels via https://www.pexels.com

Tanggung jawab yang dipikul saat dewasa bukanlah perkara yang mudah, mulai dari pendidikan, pasangan, keluarga, lingkungan bahkan pekerjaan menuntut tanggung jawab secara terus menerus. Saat dia mulai berubah, kita bisa mencari tau dari hal yang paling dekat dan sering dia lalukan. Karena sering kali apa yang terjadi pada sekitarnya, menekan dia untuk melakukan banyak hal, ini berdampak pada perubahan sikapnya terhadap kita.

Saat kita mengetahui bahwa pasangan memang sedang dalam tekanan, maka lebih baik kita beri ruang bagi pasangan untuk berbicara dengan dirinya sendiri. Temani dia, dengarkan setiap keluh kesahnya dan jangan sekali kali men-judge kalau dia hanya mementingkan kepentingannya sendiri, karena hal ini akan memicu pertengkaran yang lebih besar.

Advertisement

2. Dia juga punya dunianya sendiri, yang sesekali ingin dia nikmati tanpa ada kamu di sisi. Tolonglah, pahami 🙂

Photo by Helena Lopes from Pexels

Photo by Helena Lopes from Pexels via https://www.pexels.com

Walaupun dia adalah pasangan kita, bukan berarti segala tindak tanduknya harus sesuai dengan apa yang kita inginkan. Pasangan kita juga membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri setelah dia menghabiskan banyak waktu untuk kita.

Bukan berarti dia tidak perduli dengan kita, tetapin dia hanya sedang me-refresh dirinya agar tidak bosan dengan rutinitasnya, termasuk apapun yang bersangkutan dengan hubungan kita. Kembali lagi, berikan dia ruang sendiri agar dia bisa berkomunikasi dengan dirinya sendiri.

3. Mungkin kamu telah melakukan sebuah kesalahan tanpa disadari, hayooo introspeksi…

Photo by Polina Zimmerman from Pexels

Photo by Polina Zimmerman from Pexels via https://www.pexels.com

Mungkin ini adalah hal yang harus kita khawatirkan, karena mungkin saja perubahan dari dia adalah berawal dari kita sendiri. Agar lebih tau sebenarnya apa yang membuat dia berubah, alangkah lebih baik kita tanyakan lebih dulu alasan mengapa dia berubah. Kalau dia menganggap kita adalah pasangannya, dia akan memberi tahu segala kekuarangan kita termasuk hal yang membuat dia jengkel dari perilaku kita.

Jangan lantas marah saat pasangan mengutarakan kejengkelannya kepada kota, sebaliknya, kita harus berlapang dada dan mencoba memperbaiki diri selama itu membuat diri kita lebih baik.

4. Berada di titik jenuh sebuah hubungan bukanlah perkara mudah buat sebagian besar orang, termasuk pasanganmu

Photo by Charlie Foster on Unsplash

Photo by Charlie Foster on Unsplash via https://unsplash.com

Hubungan yang sudah lama dijalani pasti akan menemui titik jenuh, baik dari kita, dari pasangan atau bahkan keduanya. Tidak perlu cemas saat tau pasangan sedang jenuh dengan hubungan ini, karena setiap pasangan pasti akan menemui fase seperti ini.

Kuncinya adalah, jangan memaksakan diri untuk terus melakukan hal-hal yang hanya membuat diri sendiri puas, atau dipaksakan untuk terus romantis padahal mungkin saja cara tersebut tidak disukai oleh pasangan. Mulailah mencari tau dan memahami apa yang sebetulnya kita sebagai pasangan sangat butuhkan.

Pada waktu tertentu, berkomunikasi secukupnya akan lebih baik daipada terus-teusan dipaksa harus mengabari atau melapor. Sesekali menghabiskan akhir pekan pada hobi masing-masing juga bisa menjadi solusi daripada memaksakan kebiasaan harus berakhir pekan dengan pasangan padahal dia tengah sibuk. Atau bahkan, jika dirasa hubungannya sudah terlalu hambar, harus kembali mengulang hal-hal yang sempat dilupakan untuk memupuk kembali perasaan, dan menembalikan kehangatan yang sempat hilang.

5. Atau mungkin, dia sedang tergoda atau digoda orang ketiga. Nah kalau sampai seperti ini, saatnya kamu maju dan tanyakan hal sebenarnya!

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via https://www.pexels.com

Kalau dia dekat dengan yang lain, mana bisa kita akan baik-baik saja dengan hal itu ? Ini adalah hal paling buruk yang mungkin terjadi. Jangan dulu tergesa-gesa, redamkan amarah terlebih dahulu agar bisa melakukan hal yang bijak.

Mungkin kita akan sakit hati bahkan kecewa kepada pasangan saat mengetahui ternyata orang lain lah yang membuat dia berubah.

Jikapun benar dia dekat yang lain, itulah kenyataanya, cari tahu seberapa jauh kedekatan itu. Alangkah lebih baik kita bertanya kepadanya, mengapa dia melakukan hal tersebut, setidaknya kita tetap berlaku adil kepada pasangan dengan mendengarkan alasan yang diutarakannya. Bisa diterima atau tidak alasannya, at least kita sudah berjuang sampai di titik ini dengan ikhlas dan menjaga perasaan hanya untuk dia, meski pada akhirnya mungkin tidak pernah kita harapkan.

Setelahnya, keputusan ada ditangan kita, apa yang jauh lebih baik untuk diri kita dan untuk hubungan ini. Kita selalu memiliki pilihan, maka pilihlah jalan yang paling bijak.

Terkadang kita tidak siap menerima perubahan dari pasangan. Saat perubahan itu sedang terjadi, maka berusahalah tetap berpikiran baik terhadap pasangan, coba pikirkan solusi untuk mengatasi ketidak-beresan dalam hubungan.

Jangan dulu mengambil jalan pintas jika masih bisa diperbaiki, maka perbaikilah karena lebih baik memperbaiki daripada menyelesaikan dengan sepihak.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian." ― Pramoedya Ananta Toer

Editor

une femme libre

CLOSE