Rasa sakit hati dan kecewa hampir mirip ya, dan seringkali banyak menimbulkan masalah, terutama masalah perasaan dan masalah pikiran. Penyebab sakit hati sih sangat beragam ya, sebagai contohnya konflik pertemanan, masalah pekerjaan, masalah rumah, dan yang paling heboh saat ini, ya apalagi kalo bukan masalah cinta. Ya cinta, cinta seringkali membuat orang lupa diri, memang benar ketika seseorang sedang jatuh cinta sering lupa segalanya, itulah kenapa disebut cinta itu buta.

Tetapi saking butanya, terkadang kita lupa bahwa dimana ada cinta disitu pasti suatu ketika ada rasa kecewa. Nah, kalau sudah begini kita sendiri kan yang repot dalam mengatasinya, karena rata-rata orang tidak memikirkan hal ini. Rasa sakit hati dan kecewa inilah yang sering menjadi masalah kita ketika hidup di dunia ini.

Sebagai contoh nih, anggap saja kali ini kita baru saja merasakan sakit hati yang sangat mendalam karena baru saja kita putus cinta, cieee! Gejala sakit hati yang umum dialami pada kondisi seperti ini adalah pikiran kita yang tidak fokus dan hati kita yang kacau balau berantakan. Seringkali gejala ini bisa dilihat ketika hari-hari kita menjadi kacau, sering ngalamun nggak jelas, sedih yang tidak ada ujungnya, atau bahkan yang paling ekstrim adalah mencoba mengakhiri hidup, wah ini tentu hal ini tidak dibenarkan bukan, nah langsung saja, bagaimana sih caranya agar kita bisa sedikit bisa menetralkan hati kita yang baru saja merasakan sakit hati setelah putus cinta itu agar tidak mengganggu hari-hari kita?

1. Mencoba untuk selalu berpikir positif

Positif Thinking! via http://kompasiana.com

Ya, berpikir positif adalah paradigma awal yang harus kita mulai tanamkan agar rasa sakit hati kita sedikit bisa diredam, kenapa? Ya karena tujuannya adalah agar kita memiliki pola pikir yang menganggap bahwa semua yang telah terjadi adalah pembelajaran yang berharga dari Tuhan. Pembelajaran inilah yang nanti akan membuat kita semakin dewasa dalam menyikapi suatu permasalahan, entah itu masalah keluarga, pertemanan atau cinta.

Advertisement

Ya memang sih, untuk berpikir positif terhadap kekecewaan yang sudah terjadi kadangkala sangat sulit, karena kita pasti mempunyai pikiran yang negatif dulu terhadap seseorang, keadaan, atau bahkan terhadap Tuhan. Kondisi seperti ini adalah wajar dan lumrah dialami semua orang, akan tetapi jangan sampai pikiran negatif kita biarkan berlarut-larut. Kita harus terus mencoba untuk berpikir positif dan pasti seiring berjalannya waktu nanti kita akan terbiasa dengan sendirinya untuk selalu berpikir positif dan ketika telah bisa berpikir positif, kita pun akan bisa mengambil hikmah dari apa yang sudah terjadi.

So, always positif thinking guys.

2. Berusaha bangkit secepat mungkin

Setelah positif thinking berhasil kita kuasai maka hal baik yang wajib kita lakukan selanjutnya adalah bangkit. Jangan biarkan rasa sakitmu semakin menjadi-jadi atau kamu akan semakin memperburuk keadaan dirimu sendiri. Jika bukan kita sendiri yang mengobati lalu siapa lagi?

Advertisement

Berharap Tuhan mengirim seorang dokter penyembuh rasa sakit hatimu rasanya cuma khayalan belaka, atau berharap akan datang seorang yang bisa mengobati sakitmu, rasanya terlalu cepat untuk membuka hatimu lagi. Ya seperti itulah, kalau bukan diri kita sendiri yang mengobati lalu siapa lagi, kita yang tahu apa yang terjadi pada diri kita, kita yang tahu apa yang kita inginkan, dan kita sendiri yang tahu dengan apa yang harus kita lakukan. Ambil dan perbaikilah semangat kita yang sempat rusak karena diterpa badai kekecewaan. Berlarut dalam rasa sakit hati justru akan membuat kita semakin berantakan, sekali lagi, anggaplah bahwa semua yang terjadi adalah pembelajaran dari Tuhan untuk kita.

Kita tentunya tidak ingin terlihat seperti orang lemah dihadapan semua orang hanya karena membiarkan rasa kecewa semakin berlarut. Berusaha sekuat tenaga untuk bangkit, lawan pikiran buruk, lawan rasa sakit dan kecewa itu, dan percaya pada diri kita sendiri bahwa kita mampu untuk bangkit agar kita menjadi seorang yang kuat dan bisa kembali ke jalur dimana seharusnya kita memfokuskan pikiran kita sebenarnya. Semangat untuk bangkit!

3. Ikhlaskan semua yang telah terjadi

Bagi kita yang muslim guys, kita tentu tahu kan ada salah satu Surat di Al Qur'an yang bernama Surat Al Ikhlas. Setelah kita baca disana, kita semua tahu kan, meskipun namanya adalah Al Ikhlas, akan tetapi isi dari suratnya tidak terdapat kata ikhlas sedikitpun, wah hebat kan guys. Nah, apa yang bisa kita ambil hikmahnya dari sini? Yaitu ikhlas yang sebenarnya datangnya dari hati, dan ikhlas tidak perlu diucapkan, ikhlas tidak perlu digembar-gemborkan, ikhlas wajib kita sendiri dan Tuhan yang tahu, karena jika kita mengucap "aku ikhlas kok" itu tandanya kita belum ikhlas ya.

Next, kenapa dalam mengatasi rasa sakit hati ini kita perlu ikhlas? Ya karena segala sesuatu yang telah terjadi tidak akan bisa terulang kembali, entah itu kebahagiaan ataupun penderitaan. Tidak ada gunanya kita menyesali apa yang sudah terjadi. Karena semua yang telah terjadi sekali lagi adalah kehendak Tuhan ya guys, dan kita sebagai manusia wajib mengikhlaskan semua yang sudah terjadi. Rasa sakit hati yang kita alami sekarang ini, semoga jangan sampai terulang lagi dikemudian hari. Ikhlaskan dan bersabarlah atas semua rasa sakit yang kita alami. Keikhlasan akan berbuah kebaikan guys.

4. Menyibukkan diri dengan apa yang kita dalami

Sibuk disini adalah sibuk yang produktif dan mampu membuat kita melupakan rasa sakit kita ya guys, bukan sibuk stalking mantan atau sibuk mencari-cari kesalahan mantan, hahaha. Yaps, menyibukkan diri dengan apa yang kita dalami terbukti ampuh untuk melupakan rasa sakit hati yang kita alami. Buat kalian yang masih study, ayo semakin tingkatkan prestasinya, jangan sampai hanya karena putus cinta, prestasi menjadi hanya sebatas cita-cita.

Prestasi kan tidak melulu harus dapat ranking satu, berusaha untuk tetap hadir dan mengikuti kegiatan akademik dengan penuh semangat adalah suatu prestasi tersendiri loh, bonusnya orang tua kita akan bangga juga kan. Dan buat kalian yang sudah bekerja, tanggung jawablah dan perbarui kembali semangat kita agar pekerjaan kita tidak terbengkalai hanya karena putus cinta, pikirkan atasan kita menginginkan hasil kerja bagus kita bukan hasil murung kita.

Khusus buat kalian yang tidak memiliki kesibukan, jangan cemberut, kesibukan tidak melulu harus rutinitas, mungkin kita bisa beres-beres rumah, olahraga, bermain musik, menulis, atau mengembangkan lagi hobi kita, yang penting bisa melupakan rasa sakit hati kita. Tetap semangat untuk menyibukkan diri dengan apa sudah menjadi tanggung jawab kita ya guys.

5. Semakin dekatkan diri kepada Tuhan

Setelah apa yang kita alami semuanya, terlepas dari hal itu adalah rasa sakit hati, jangan sampai kita melupakan Tuhan kita. Kita semua tahu bahwa segala sumber masalah adalah datangnya dari Tuhan, dan segala sumber solusi juga datangnya dari Tuhan. Itulah kenapa Tuhan memberikan kita sebuah masalah tujuannya adalah untuk mengetes apakah akan membuat diri kita semakin dewasa atau malah semakin seperti anak kecil, akan membuat kita semakin bersyukur atau malah membuat kita semakin kufur (tidak bersyukur).

Tuhan bukan manusia yang mempunyai keterbatasan solusi, Tuhan memiliki beribu macam solusi untuk kita. Kita sebagai hamba, sudah sepantasnya untuk semakin tunduk dan mencoba untuk semakin dekat dengan Sang Pencipta. Karena Tuhan juga mempunyai rasa kasih sayang terhadap kita.

Sebagai contoh wajib, dengan kita terus berusaha untuk beribadah tepat waktu, semakin perbanyak amal kebaikan, dan berdoa agar kita semakin kuat dan tangguh dalam menghadapi kenyataan, maka kita nanti akan merasakan rasa kasih sayang Tuhan itu, berupa kita dibangun kembali menjadi pribadi yang lebih bersyukur, pribadi yang taat, pribadi yang tahan banting, dan pribadi yang lebih berkualitas tentunya. Sekali lagi, meskipun kita sedang sakit hati, tetap jangan sampai lupa kepada Tuhan dan tetap beribadah ya guys.

Oke guys, jangan sampai rasa sakit hati dan kecewa menghancurkan hari dan diri kita.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya