Sarat Akan Ilmu Parenting, 6 Alasan Drakor Birthcare Center Wajib Ditonton Buat Calon Ibu

Birthcare Center merupakan Drama Korea yang mengisahkan kehidupan seorang ibu pasca persalinan. Drama yang tayang di TvN dengan delapan episode tersebut, berusaha menunjukkan potret kondisi ibu dengan berbagai macam latar belakang. Misalnya saja, yang didapuk menjadi pemeran utama yakni Oh Hyun Jin yang hidup sebagai wanita karir. Ia yang sebelumnya tak mengharapkan punya anak dalam pernikahannya tersebut tiba-tiba suatu hari diumurnya yang sudah rawan untuk mengandung dan melahirkan, harus dihadapkan dengan kenyataan bahwa ia memiliki bayi.

Selain itu juga hadirnya ibu-ibu lain dengan permasalahannya masing-masing dalam menyikapi diri sebagai ibu dengan bayi kecilnya. Dalam sebuah pusat layanan ibu dan bayi pasca kelahiran, para wanita tersebut dipertemukan untuk saling mengenal dan saling memahami bagaimana rasanya menjadi ibu.  

Advertisement

1. Melalui drakor ini, penonton bakal diajak menyelami kehidupan seorang Ibu pasca persalinan

Image by @kdramadiaryofficial

Image by @kdramadiaryofficial via https://www.instagram.com

Drama Korea bertajuk komedi yang diproduksi tahun 2020 ini, berhasil memperoleh rating memuaskan. Bahkan saking digemarinya, tak sedikit dari penonton yang menginginkan agar dihadirkannya season kedua. Birthcare Center menghadirkan alur cerita yang relate dengan kehidupan ibu di dunia nyata.

Bagaimana gambaran dari berbagai karakter wanita yang harus bisa berperan sebagai ibu pasca melahirkan, bagaimana suka dukanya merawat sang bayi dengan segala macam kondisi dan  aktivitas lainnya yang harus diemban setelah menyandang status sebagai seorang ibu.

Advertisement

2. Bahwa kehidupan seorang wanita akan berubah saat ia hamil dan melahirkan seorang anak

Image by @chamsarang_malaysia

Image by @chamsarang_malaysia via https://www.instagram.com

Tokoh Hyun Jin, digambarkan sebagai seorang wanita karir yang tidak pernah membayangkan akan hadirnya sosok kecil di antara dirinya dan suaminyaa. Mau tak mau, ia harus menerima kenyataan bahwa ia hamil dan berhasil melahirkan si bayi dengan selamat diumurnya yang sudah tak muda lagi. 

diceritakan juga seorang wanita bernama Eun Jung, yang tengah sibuk mengurus anak kembarnya yang masih kecil. Tiba-tiba, ia dihadapkan pada kenyataan bahwa ia harus kembali melahirkan anak. Selain itu, yang tak kalah menonjolnya ialah Roo Da, tokoh wanita muda yang kekeuh tidak mau menerima lamaran sang kekasih untuk diajak menikah karena cerita masa lalunya.

3. Baik hidup sebagai ibu rumah tangga maupun wanita karir, keluarga adalah prioritas yang harus dinomor satukan

Advertisement
Image by @drakorforlyfe_

Image by @drakorforlyfe_ via https://www.instagram.com

Hyun Jin seharusnya mencapai fase gemilangnya di kantor tempat ia bekerja selama ini. Sepanjang masa kehamilannya, ia tak pernah sekalipun absen dari pekerjaan kantor, bahkan diwaktu istrihatnya pun ia tetap berkutat dengan pekerjaan lemburnya. Tetapi setelah anaknya lahir, mau tak mau ia harus mengambil cuti sejenak pasca kelahiran. Itu berarti, ia harus merelakan job pentingnya untuk kemudian diambil alih oleh lawan saingannya.

Selain itu digambarkan pula bagaimana perasaan Hyun Jin saat pertama kalinya ia datang ke kantor namun tak mendapat sambutan baik oleh para rekan kerjanya, tidak lagi seperti dahulu saat ia menjadi yang paling disegani oleh seisi kantor. Setelah memikirkannya baik-baik, Hyun Jin harus memilih antara fokus mengasuh anaknya ataukah kembali lagi ke kantor.

Selain itu, ada pula tokoh Eun Jung yang sejak awal sudah berperan sebagai ibu rumah tangga sejak ia menikah. Ia harus kehilangan masa-masa emas mudanya, dan mendapati kenyataan bahwa menjadi istri dari seorang pemain baseball terkenal nyatanya tidaklah semudah itu. Ia baru menyadari kondisi bahwa selama ini usahanya untuk tampil sebagai ibu panutan sekaligus istri idaman di depan publik dan media, ternyata malah membuatnya semakin kehilangan dirinya sendiri.

4. Pentingnya edukasi ilmu parenting pra-nikah agar bisa menghadapi sekaligus menyesuaikan diri dalam kehidupan berumah tangga

Image by @chamsarang_malaysia

Image by @chamsarang_malaysia via https://www.instagram.com

Drama Korea Birthcare Center memperlihatkan bagaimana pentingnya edukasi parenting bagi pasangan agar mampu menyesuaikan diri selama menjalani kehidupan berumah tangga. Penonton dibawa masuk ke berbagai konflik permasalahan yang muncul. Keseluruhan dari masalah tersebut adalah bahwa komunikasi antara suami dan istri adalah kunci utama dalam membangun rumah tangga.

Apalagi setelah hadirnya buah hati, keduanya harus semakin bekerjasama untuk saling mendukung satu sama lain. Misalnya ketimpangan yang dirasakan tokoh Eun Jung, dimana ia harus mengurus balita kembar sekaligus bayinya yang baru lahir sendirian tanpa ada yang membantu, bahkan suaminya sekalipun tidak peduli terhadap kondisinya sebagai ibu maupun sebagai istri baginya.

Salah satu konfilik yang terjadi adalah ketika ada seorang ibu yang diam-diam meneror Hyun Jin beserta bayinya. Hingga kemudian secara perlahan terkuak alasan di baliknya, bahwa ternyata perempuan tersebut telah kehilangan bayinya pasca persalinan. Akibat kesedihan yg dirasakan, hingga membuatnya merasa bahwa tidak terjadi apa-apa sebelumnya dan menganggap bahwa anaknya Hyun Jin adalah bayinya sendiri.

5. Berhasil melahirkan dengan sehat saja tak cukup, seorang ibu juga punya tanggung jawab untuk merawat sang bayi

Image by @drakorforlyfe_

Image by @drakorforlyfe_ via https://www.instagram.com

Para Ibu dilayanan Birtcare Center merasa insecure bahkan menganggap dirinya tak pantas menjadi seorang ibu saat membandingkan diri dengan ibu Eun Jung, wanita yang dikenal sebagai idola dan teladan bagi para ibu disana. Berkat pengalaman persalinan sebelumnya dan kemampuannya dalam merawat bayi sangatlah bagus, ia dianggap menjadi ibu paling sempurna hingga membuat tak sedikit para ibu disana berusaha mendekatinya agar mendapat tips kiat-kiat agar bisa menjadi sepertinya.

Hyun Jin yang memang baru pertama kali menjadi seorang ibu dan ia harus menerima kenyataan bahwa ia sama sekali tak tahu apa-apa tentang ilmu merawat bayi dan anak. Hal tersebut membuatnya kesulitan untuk memberikan ASI untuk anaknya. Ia berusaha melakukan hal apapun, termasuk mendekati Eun Jung, tapi tetap saja gagal. Rasa stress yang ia rasakan karena merasa tak bisa menjadi ibu yang baik bagi anaknya, membuat emosinya menjadi tidak stabil. Bahkan akibatnya meluas hingga membuatnya kerap berselisih paham dengan sang suami.

6. Peran orang tua berpengaruh besar terhadap perkembangan anak

Image by @chamsarang_malaysia

Image by @chamsarang_malaysia via https://www.instagram.com

Birthcare Center memperlihatkan betapa pentingnya komunikasi antara suami dan istri. Bagaimana saat Do Yoon berusaha melakukan usaha apapun demi menjadi suami yang baik bagi Hyun Jin, suami yang selalu ada disamping istrinya. Saat Hyun Jin melahirkan, saat Hyun Jin kesulitan memberikan ASI bagi bayinya, atau saat Hyun Jin harus memilih antara fokus mengasuh anaknya atau kembali bekerja ke kantor.

Sebaliknya, bagaimana potret hubungan Eun Jung dengan suaminya. Sebagai seorang istri, ia mendambakan kasih sayang dan perhatian dari sang suami, tapi nyatanya ia hanya bisa kecewa dengan perlakuan sang suami. Sebagai seorang ibu ia membutuhkan support selama masa kehamilan hingga pasca persalinan. Namun nyatanya, ia harus menanggung semuanya sendirian. Bahkan ia harus dibuat bimbang menyadari kenyataan bahwa ia merindukan kebebasan di tengah kecamuk beban tekanan yang ia rasakan.

Di sisi lain, juga diperlihatkan bagaimana beberapa suami dari para ibu-ibu yang juga berusaha memberikan dukungan bagi istrinya selama berada dilayanan Birthcare Center. Bagaimana seorang suami yang berusaha menguatkan istrinya yang mengalami gangguan mental atas kehilangan bayinya, atau saat seorang suami memberikan support dan kejutan-kejutan spesial nan romantis bagi istrinya.

Drakor ini cocok banget ditonton oleh para perempuan, sebagai calon ibu. Selain menghibur, drama yang satu ini juga mengedukasi. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Abadi meski berlalu.

CLOSE