Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional dan 5 Fakta Menarik yang Perlu Diketahui

Apa hubungan dari Hari Santri Nasional dengan Pahlawan Kemerdekaan? Temukan jawabannya di sini!

Siapa nih di sini lulusan pesantren? Saya sendiri bukan lulusan pesantren, tapi kemudian merasa sedikit kecewa mengapa dulu saya tidak tahu-menahu mengenai pendidikan di pesantren. 

Saya tumbuh dalam keluarga besar yang memang tidak banyak bahkan setahu saya tidak ada yang bersekolah di pesantren. Oleh karena itu, kami hanya tahu seputar Sekolah Negeri, Sekolah Unggulan dan semacamnya. 

Setelah bekerja di salah satu sekolah Islam berasrama, saya akhirnya menyadari metode pendidikan di pesantren itu luar biasa. Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya mengagumi pendidikan kompleks yang diterima di sana. Bukan hanya ilmu sains yang diutamakan tapi juga ilmu agama. Kedisiplinan dari bangun tidur hingga tidur kembali juga membuat santri tetap mengisi waktu luang dengan hal yang bermanfaat. 

Di tempat saya merantau kini, Banjarmasin, bisa dibilang di sini banyak sekali pesantren yang terkenal. Oleh karena itu, menitip anak di pesantren sudah merupakan hal lumrah. Tentunya harapan para orang tua menitip anaknya di pesantren sangat tinggi. Apalagi lulusan pesantren juga banyak mencetak ulama-ulama hebat. 

Nah, ternyata kini di Indonesia ada yang namanya hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Adapun beberapa fakta menarik terkait ini adalah:

Advertisement

1. Berdasarkan Kejadian di Tahun 1945

Photo by James Tiono on Unsplash

Photo by James Tiono on Unsplash via https://unsplash.com

Sejarah lahirnya Hari Santri Nasional adalah karena untuk menghargai ulama yang merupakan pahlawan pada zaman dulu. Pak Jokowi mulai menetapkan Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober. Dalam Wikipedia, Penetapan Hari Santri Nasional dimaksudkan untuk mengingat dan meneladani semangat jihad para santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang digelorakan para ulama. 

Tanggal 22 Oktober merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional KH. Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945. Apa isi seruan ini? Ternyata Seruan ini berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara Sekutu (Inggris) yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca Proklamasi Kemerdekaan. 

Advertisement

2. Dimulai Sejak 2015

Photo by Álvaro Serrano on Unsplash

Photo by Álvaro Serrano on Unsplash via https://unsplash.com

Peringatan ini baru saja dimulai di tahun 2015. Jadi sekitar 6 tahun, hari Santri Nasional sudah diadakan di Indonesia. Hal ini menjadi salah satu pemicu semangat para santri untuk terus menuntut ilmu dengan baik. Banyak sekali pengorbanan yang mereka harus lakukan jika ingin menjadi santri, pengorbanan jauh dari keluarga salah satunya. 

3. Memiliki Tema Khusus

IndiHome Charity 2021

IndiHome Charity 2021 via https://postimg.cc

Ternyata, setiap peringatan Hari Santri Nasional, dibuat tema khusus per tahunnya. Adapun secara berturut-turut temanya adalah:

Advertisement

1. Tahun 2016: Dari Pesantren untuk Indonesia

2. Tahun 2017: Wajah Pesantren Wajah Indonesia

3. Tahun 2018: Bersama Santri Damailah Negeri

4. Tahun 2019: Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia

5. Tahun 2020: Santri Sehat Indonesia Kuat

6. Tahun 2021: Santri Siaga Jiwa dan Raga

Adapun tema hari Santri tahun 2021 ini diusung sebagai wujud pernyataan sikap para santri untuk terus siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia. 

Hal tersebut juga sejalan dengan kesiagaan IndiHome dalam berbagi tanpa batas untuk wujud aksi nyata di hari Santri Nasional. Bertepatan di Hari Santri Nasional 2021, mereka mengadakan Charity dengan menyalurkan bantuan pembangunan untuk Santri senilai Rp20 juta di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ar Rahmani, di Kampung Sawah, Ciputat Tangerang Selatan. 

Donasi tersebut disalurkan secara langsung melalui Kyai As’ad, ketua Yayasan Tahfidzul Qur’an Ar Rahmani. Tentu harapan kita semoga para santri ini terus belajar dengan giat, siaga jiwa dan raga, juga membanggakan orang tua, Bangsa dan Negara. 

4. Jumlah Pesantren di Indonesia

Photo by Muhammad Adil on Unsplash

Photo by Muhammad Adil on Unsplash via https://unsplash.com

Saat ini, ternyata jumlah pesantren di Indonesia cukup banyak, yaitu pada Triwulan I-2021 sebanyak 31.385 ponpes dengan jumlah santri sekitar 4,29 juta orang,

Pesantren tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Tapi Persebaran pesantren terbanyak berada di Provinsi Jawa Barat yaitu sebanyak 9.310 lembaga. Disusul oleh Provinsi Banten sebanyak 5.344 lembaga, Provinsi Jawa Timur sebanyak 5.121 lembaga, Provinsi Jawa Tengah sebanyak 3.927 lembaga, dan Provinsi Aceh yang mencapai 1.286 lembaga.

Adapun jumlah Madrasah di Indonesia saat ini sekitar 83.391 lembaga, terdiri dari Raudlatul Athfal (RA) sebanyak 30.098 lembaga, Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 25.816 lembaga, Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 18.346 lembaga, dan Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 9.131 lembaga.

Jika ditambah ponpes menjadi 113.886 lembaga. Sehingga jika dipersentasekan, jumlah pondok pesantren dengan pendidikan keagamaan menjadi 26,77%.

5. Ciri Khas Seorang Santri

Photo by Mufid Majnun on Unsplash

Photo by Mufid Majnun on Unsplash via https://unsplash.com

Sebenarnya apa sih yang dipelajari seorang santri? Secara umum, saat di siang hari, pendidikan di pesantren juga sama di sekolah lainnya. Belajar sesuai kurikulum dasar. 

Bedanya, konsep di pesantren adalah pendidikan 24 jam. Seorang santri di luar jam sekolah, biasanya memiliki aktivitas rutin tambahan sesuai kebijakan pesantren masing-masing. Seperti Hafalan Al-Qur’an, hafalan Hadits, kegiatan keagamaan, dll. Tahukah kamu, ada juga beberapa ciri khas/sikap yang terkenal dari seorang santri, yaitu:

– Tawadhu

Seorang santri akan tawadhu meski berilmu tinggi, karena dia sadar apa yang dia tahu belum ada apa-apanya dibanding ilmu ulama para pendahulunya.

– Patuh Pada Orang Tua

Dalam pendidikan para santri, patuh terhadap orang tua merupakan komponen yang harus terus diajarkan.

-Takzim Sama Guru

Santri menyadari bahwa setinggi apapun ilmu tidak akan manfaat kalau tidak rasa takzim (hormat) dengan guru. 

– Berakhlakul Karimah

Sikap jujur, sopan santun, berkata lembut, adalah ciri khas santri. 

– Tidak meninggalkan shalat

Di pesantren, selain salat wajib, salat sunnah pun diamalkan.

Tidak meninggalkan baca Al Quran

Santri paham bahwa membaca Al Quran bagian dari dirinya yang tidak terpisahkan.

– Senang Mengamalkan Wirid

Santri identik dengan wirid dan zikir. Karena santri sadar dirinya tidak akan lepas dari bergantung kepada Allah. 

– Punya Akidah yang Kuat

Karena di pesantren telah ditempa dengan akidah dan tauhid yang kuat.

– Cinta Agama, Bangsa dan Negara

Santri menyadari agama inilah yang menyelamatkan manusia di dunia dan di akhirat. Agama sangat penting, tanpa agama manusia hidup kehilangan arah.

Kesembilan ciri khas seorang santri di atas tentu menjadi harapan untuk semua orang baik sebagai santri, sebagai guru yang mendidik, maupun sebagai orang tua yang menitipkan anaknya di pesantren. 

Menitipkan anak untuk dididik orang lain 24 jam penuh itu bukan perkara gampang. Saya ingat jadinya setiap tahun ajaran baru, pasti ada saja hiruk pikuk tangis yang mewarnai hari pertama masuk asrama. 

Ada yang orang tuanya tidak tega, juga ada yang anaknya tidak mau lepas. Tapi tentu hal tersebut juga sebanding dengan ilmu yang akan didapatkan para santri kelak, InsyaaAllah. Manusia boleh berusaha dan berdo’a, sisanya kita serahkan kepada Yang Kuasa. 

Terakhir, untuk semua para santri atau yang pernah nyantri di seluruh Indonesia, saya ucapkan selamat Hari Santri Nasional 2021!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

A lifestyle blogger, ex broadcaster

CLOSE