Mengapa saya bilang seperti itu, karena perjalanan kami ini boleh di bilang perjalanan dadakan yang hanya direncanakan hanya satu malam sebelum keberangkatan kami. Boleh di bilang ini memang perjalanan yang amat sangat nekad, karena mau pergi kemana? Dengan siapa? Berapa lama? Itu kami pikirkan dengan cepat dan matang yang pasti melalui restu dari orang tua kita masing-masing, akhirnya kami berangkat dan gunung tujuan kami adalah Gunung Prau yang berada di Jawa Tengah, yang mana gunung ini belum pernah kami kunjungi sebelumnya.

 

1. Boleh di bilang ini memang perjalanan yang amat sangat nekad

Akhirnya saya pergi pada hari Jum’at tanggal 1 mei 2015 berdua bersama rekan saya Komar namanya yang tadinya ada beberapa teman yang mau bergabung bersama kami, tetapi karena sesuatu dan lain hal akhirnya mereka tidak bisa ikut bersama kami untuk menikmati indahnya Indonesia. Dengan membawa perlengkapan mendaki yang cukup lengkap seperti tenda kapasitas 4orang, kompor, gelas, piring beserta sendok garpu, Sliping bag, kami juga tidak lupa membawa perlengkapan pribadi kami seperti jas hujan, baju ganti secukupnya, jacket, alat mandi, logistik yang mencukupi selama kami diatas puncak (seperti 1buah sardines, mie instant, air mineral 3liter, trashbag, beras dan obat-obatanpun tidak kami lupakan untuk dibawa pada pendakian kami ini. Kami jalan menuju terminal kalideres tiba di terminal pukul 05.30wib kami pilih terminal kalideres karena terminal ini dekat dengan tempat tinggal kami, lalu kami menuju loket bus Sinar Jaya yang mana antrian saat itu sudah terlihat sangat panjang, lalu rekan mencoba untuk antri  dan nasib kamipun saat itu kurang beruntung karena kehabisan tiket, tapi itu tidak mematahkan semangat saya dan rekan saya untuk tetap mencari tiket menuju wonosobo dihari itu dan akhirnya dapat tiket bus pada pukul 08.00wib pagi Dieng Jaya(Ekonomi) nama busnya seharga Rp 95.000,- lebih mahal memang dari tiket bus sinar jaya tapi tidak apa-apa. Pemberangkatan saat itu amat sangat terlambat dari yang dijanjikan awalnya kepada kami pukul 08.00wib pagi sudah jalan menuju Wonosobo, tapi kenyataannya baru berjalan jam 11.00wib pagi menuju wonosobo. Selama diperjalanan kami memanfaatkan waktu kami untuk istirahat dengan baik.

2. Perjalanan juga tidak semulus yang kami bayangkan

Perjalanan juga tidak semulus apa yang saya dan rekan saya pikirkan, kami terkena macet dibeberapa titik seperti jalur pantura dan di daerah Cirebon dikarenakan adanya pasar dadakan dipinggir jalan. Bus kami sempat melakukan istirahat beberapa kali untuk sholat, ke toilet dan makan malam di beberapa tempat peristirahatan selama menuju Wonosobo dan akhirnya pada hari sabtu tanggal 2 mei 2015 kamipun tiba di terminal Mendolo Wonosobo terminal terakhir pemberhentian bus kami pada pukul 05.00wib dini hari, saya langsung menuju kamar kecil untuk cuci muka, ganti baju sementara rekan saya bersih- bersih diri dan melakukan sholat subuh.

Karena belum ada bus yang menuju dieng pada saat itu, kamipun menunggu hingga busnya datang sambil menunggu disalah satu warung di terminal Mendolo Wonosobo, kami membeli minuman hangat seharga Rp 3.000,-/orang. Akhirnya tiba saatnya bus yang kami tunggu datang juga, lalu kami menuju bus Dieng, kenapa saya sebut bus Dieng karena memang tidak ada jurusan busnya ataupun nomer busnya dari terminal Mendolo Wonosobo menuju Patak Banteng kami mengeluarkan uang  Rp 20.000,-/orang. Pukul 06.00wib bus kecil kami akhirnya pergi menuju dataran tinggi Dieng.

Setelah perjalanan selama kurang lebih 45menit akhirnya kami sampai juga di Patak Banteng pos pendakian Gunung Prau dengan ketinggian 2565Mdpl yang beralamat di Jl Dieng km24 Patak Banteng, Kejajar, Wonosobo 56354.

 

3. Akhirnya sampai di Pos Pendakian

Lalu kami menuju ke pos pendakian untuk melakukan SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) mendaftarkan diri dengan biaya SIMAKSI Rp 10.000,- biaya sudah termasuk dengan asuransi. Setelah melakukan SIMAKSI kami diberikan peta dan jalur pendakian gunung Prau berikut nomer telfone yang bisa dihubungi dalam keadaan darurat. Sehabis melakukan SIMAKSI kami mengisi perut dulu sejenak agar bisa memiliki tenaga yang cukup selama dijalur pendakian.

Kami naik ke puncak melalui jalur selatan yang mana jalur pendakian resmi didaerah Patak Banteng, kami ikutin alur jalan yang sudah ada yang mana jalur pendakiannya sudah bagus dipinggirannya ada bambu buat pegangan kita selama pendakian, pos demi pos kami lewati dengan begitu indah pemandangan yang ada di sekeliling kami kurang lebih 30menit kami tiba di Pos I namanya POS Sikut Dewo lalu belok kiri dan jalur pendakian sudah mulai sedikit menanjak kami sempat berhenti sebentar kurang dari 5menit untuk minum air mineral lalu melanjutkan perjalanan kami kembali menuju Pos II Canggal Walangan dalam waktu kurang lebih 25menit lalu kami langsung menuju Pos III Cacingan nama posnya kurang lebih 20 menit karena jarak dari Pos II dan Pos III yang tidak terlalu jauh.

Dari pos III menuju puncak perjalanan dijalur memang sedikit terhambat karena jalannya yang sedikit kecil yang mengakibatkan adanya kemacetan para pendaki, dimana para pendaki harus berjalan bergantian menuju puncak, jalan pada saat itu juga sedikit licin karena semalamnya baru terjadi hujan badai diatas puncak. Dari pos III menuju puncak kami menghabiskan waktu kurang lebih 30menit. Dan akhirnya kamipun menghabiskan waktu kurang dari 2jam kami sudah mencapai puncak Gunung Prau, cukup cepat dari perkiraan kami sebelumnya memang kami benar-benar memanfaatkan istirahat yang cukup selama diperjalanan kami, itu karena kondisi fisik kami yang cukup baik untuk melakukan pendakian, jalur yang bersahabat mudah dibaca sesuai dengan petunjuk yang ada di SIMAKSI dan cuaca yang mendukung selama perjalanan pendakian kami kali ini. Setibanya di puncak kami langsung mencari lahan untuk membangun tenda kami, setelah bikin tenda lalu kami berberes tenda dan masak nasi dengan menu sardines untuk isi perut kami. Setelah makan, lalu sholat kami istirahat sejenak untuk melepas lelah diperjalanan kami tadi selama pendakian keatas puncak. Sore menjelang hingga malampun akhirnya tiba kami makan malam dengan menu yang berbeda masak nasi dengan mie instant ditemani dengan susu jahe, pilihan yang tepat memang meminum-minuman yang hangat di puncak karena cuaca memang cukup dingin, lalu kami bertegur sapa dengan tetangga samping-samping tenda kami bersenda gurau. Malampun tiba dan akhirnya kami beristirahat hingga pagi menjelang. Paginya kami mengambil foto pendakian kami selama diatas puncak karena cuaca dan pemandangan di puncak saat itu sangat baik dan bagus, ada foto dengan bendera sangsaka merah putih, ya walaupun ini bukan bendera yang kami bawa, karena boleh pinjam dari saudara-saudara kami diatas puncak sana. Karena walaupun berbeda asal kami, tetapi bendera kami merah putih dan tanah air kami tanah air Indonesia.

 

4. kami turun kebawah menuju pos pendakian dengan membawa turun kembali sampah kami

Pada hari minggu tanggal 3 mei 2015 Pukul 08.15wib pagi kami akhirnya kami turun kebawah menuju pos pendakian dengan membawa turun kembali sampah kami dari atas puncak ke bawah dengan waktu yang lebih cepat dari pada saat kami mendaki, kami sampai dibawah lereng Gunung Prau sekitar kurang lebih 1,30 menit lalu lapor SIMAKSI dan kami mandi pagi(bayar suka rela), sarapan pagi (Rp10.000,-/orang) istirahat sebentar di homestay dekat pos pendakian Gunung Prau. Kami sempat membeli buah tangan makanan khas dari Wonosobo Carica namanya seharga Rp 30.000,-(Isi 12 pak) Lalu tidak lama kemudian kami berbenah barang bawaan kami dan beranjak pulang menuju terminal Mendolo Wonosobo dengan menaiki bus yang sama seperti kami pergi untuk tarif Rp20.000,- /orang setibanya di terminal bus Mendolo Wonosobo saya menuju loket bus sinar jaya dan kami dapat tiket bus AC dengan biaya Rp 105.000,-  beserta asuransi jadi Rp 108.000,- dengan jalur Wonosobo-Tangerang.

5. Sejauh dan setinggi-tingginya kami mendaki pada akhirnya kembali juga ke rumah.

Pada hari minggu tanggal 3 mei 2015 Pukul 08.15wib pagi kami akhirnya kami turun kebawah menuju pos pendakian dengan membawa turun kembali sampah kami dari atas puncak ke bawah dengan waktu yang lebih cepat dari pada saat kami mendaki, kami sampai dibawah lereng Gunung Prau sekitar kurang lebih 1,30 menit lalu lapor SIMAKSI dan kami mandi pagi(bayar suka rela), sarapan pagi (Rp10.000,-/orang) istirahat sebentar di homestay dekat pos pendakian Gunung Prau. Kami sempat membeli buah tangan makanan khas dari Wonosobo Carica namanya seharga Rp 30.000,-(Isi 12 pak) Lalu tidak lama kemudian kami berbenah barang bawaan kami dan beranjak pulang menuju terminal Mendolo Wonosobo dengan menaiki bus yang sama seperti kami pergi untuk tarif Rp20.000,- /orang setibanya di terminal bus Mendolo Wonosobo saya menuju loket bus sinar jaya dan kami dapat tiket bus AC dengan biaya Rp 105.000,-  beserta asuransi jadi Rp 108.000,- dengan jalur Wonosobo-Tangerang.

Kamipun sampai di jakarta pada hari senin tanggal 4 mei 2015 dalam sehat dan selamat. Sejauh dan setinggi-tingginya kami mendaki pada akhirnya kembali juga ke rumah.

Shenandona S.Sos

 

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya