Sekarang Warteg Telah Ekspansi Menjadi Modern dan Kabarnya Warteg Telah Ter-verified Dikarenakan Ketenaranya.

Warung makan biasa kita dengar dengan sebutan warteg ini seolah tidak asing bagi kita. Sekarang warteg telah ekspansi menjadi modern. Dan kabarnya warteg telah terverified dikarenakan ketenaranya.

Memang, Mas Yu dan Mbak Yu sangat berbunga-bunga kalau bulan Puasa tiba, pasalnya dari kemarin selama pandemi sebelum bulan Puasa omset penghasilan menurun drastis. Kebanyakan akurasi omset yang diharapkan tidak sesuai sehingga hanya presisi omset yang dihasilkan. Seperti biasa lah, pasti warteg banyak yang follow selama bulan puasa ini. Lantas bagaimana warteg bisa verified dan di-follow para pembeli?

Advertisement

1. Antara Ancaman dan Kebutuhan

(FOTO:REPUBLIKA/MAHMUD MAHYUDIN)

(FOTO:REPUBLIKA/MAHMUD MAHYUDIN) via https://www.google.com

Sudah selayaknya pada bulan puasa kemarin, Warteg semestinya mendapatkan centang biru karena memang sudah memiliki banyak followers, bahkan melebihi followersnya Atta Halilintar. Dari sini mungkin pedagang warteg bisa diundang Pak Presiden ke Istana, bahkan juga bisa untuk menjadi influencer dalam mempromosikan pariwisata Indonesia, Ya kan?

Sejak adanya Warteg yang menyebar ke pelosok Negeri tercinta ini, lapar dan dahaga kami terobati. Harga pun ekonomis dan terbuka untuk semua kalangan. Dari rakyat jelata hingga keturunan garis biru. Wah! Begitu besar jasamu warteg.

Advertisement

“Nilai dalam kehidupan yakni ketika memberi manfaat kepada orang lain,” ujar Mbakyu

Mungkin quotes itu yang membuat Mbakyu warteg selalu semangat dalam berdagang untuk mewujudkan SDGs salah satunya yaitu menuntaskan kelaparan. Nah, betul sekali.

Advertisement

Qoutes tadi juga memberikan gairah yang berapi-api terhadap Mbakyu warteg untuk menuntaskan kelaparan ketika bulan puasa tiba. Menurutnya itu sangat bermanfaat, mengingat banyak orang yang kelaparan dimulai dari ba’da shubuh hingga maghrib tiba.

Karena kasihan dengan mereka yang kelaparan, maka diwujudkanlah salah satu SDGs itu yaitu dengan membuka warung makan (warteg) sehingga menunntaskan kelaparan.

2. Eksistensi Warteg Pada Bulan Puasa

Instagram:@attahalilintar

Instagram:@attahalilintar via https://tasikmalaya.pikiran-rakyat.com

Warteg pun buka pada bulan puasa karena berdasar atas konsep tadi. Maka hal ini sangat bermanfaat bagi orang lain. Berikut beberapa keuntungan yang akan didapatkan warteg seperti follower, engange, omset dan juga centang biru.

Di bukanya warteg pada bulan puasa inilah yang akan menjadi tradisi dalam seiring perkembangan peradaban warteg. Dan akan menjadi warisan bagi generasi selanjutnya.

“Nyong bakal tetap membuka warteg pada bulan puasa sebab bakal bermanfaat bagi orang banyak. Walaupun aka nada berbagai hambatan,” ujar Mbakyu.

Begitu ujarnya ketika ditanyai oleh saya. Mbakyu juga berharap agar warteg terus maju dan jangan menyerah ketika disuruh tutup pada bulan Puasa.

3. Warteg untuk Mereka

Sandiaga Uno memborong makanan di warteg Tebet, Jaksel. Foto:IS

Sandiaga Uno memborong makanan di warteg Tebet, Jaksel. Foto:IS via https://www.jpnn.com

Mereka yang mengikuti warteg pada setiap kesempatan merasa sangat terbantu atas hadirnya warteg di bulan ramadan. Kebutuhan konsumtif yang dirasa sudah terpenuhi dengan adanya warteg menjadikan kegiatan berjamaah untuk follow warteg.

Konsep simbiosis mutualisme pun telaksana dalam interaksi antara warteg dan followersnya. Warteg mendapatkan citra baik dan omset. Sedangkan followers mendapatkan rasa kenyang dan kepuasan tersendiri.

Pemerintah juga harus mengakuisisi dari dalam, bukan hanya dari luar. Mengingat peran warteg yang telah komprehensif. Warteg selalu fleksibel dalam urusan kebutuhan konsumtif. Hal ini layak menjadi acuan dalam mengakuisisi kebermanfaatan warteg.

Tentu banyaknya followers warteg juga mengakibatkan beberapa kontradiksi dalam keberadaan warteg ini. Sudah semestinya juga, bahwa mayoritas akan selalu diperhatikan dan akan selalu menarik untuk diketahui. Bahkan, untuk mencari-cari kesalahan tersebut.

4. Alasan Eksistensi Warteg

Instagram Anyageraldine

Instagram Anyageraldine via https://food.detik.com

Ada beberapa alasan juga, kenapa warteg begitu melimpah followersnya. Dalam hal harga tersebut menjadi hal dasar. Mengingat harga makanan yang ekonomis, cukuplah untuk tanggal tua nanti. Warteg juga tersedia menu-menu yang variatif.

Apalagi terkadang akses untuk minum diberikan dengan percuma-cuma(gratis). Mantep tenan si cuk. Semua orang pasti pernah makan di warteg lah. Dari tokoh-tokoh konglomerat seperti Presiden, Menteri, Gubernur, Pemain sepakbola, dan mahasiswa tentunya.

Tapi terkadang agak aneh juga melihat kearogansian orang-orang yang gengsi untuk makan di warteg. Padahal, warteg kan produk asli Nusantara. Sudah semestinya kita mengakui identitas dengan tidak melupakan dan tidak enggan untuk interaksi.

5. Dukungan Terhadap Ekspansi Warteg

Dok. Wahyoo

Dok. Wahyoo via https://www.idntimes.com

“Nikmat mana lagi yang kamu dustakan?” ujar Mbakyu warteg.

Ya, memang benar dan layak warteg menjadi bisnis mikro yang layak diacungkan jari tengah, canda jari tengah. Maksudnya diacungkan jempol atas manfaat warteg yang komprehensif.

Warteg layak untuk mendapatkan verified dan atau centang biru sebagai apresiasi akan peran besar warteg dalam menuntaskan kelaparan dan kehampaan dompet. Mari kita dukung warteg sebagai salah satu bisnis mikro yang layak untuk diberi kesempatan dalam meningkatkan kualitas dan menebar kebermanfaatan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Aku merupakan aktivis organisasi dan penulis lepas. Menulis untuk mengisi kekosongan dan relaksasi.

CLOSE