Menunggu lamaran kerja sama membosankanya dengan menunggu kepastian dari do’I, serasa digantung. Ditambah lagi waktu yang tidak pasti kapan lamaran kerja kita bisa mendapat tanggapan dari HRD.

Saya pun saat ini sedang mengalami masa-masa tersebut. Sebagai lulusan sarjana yang masih menganggur, saya sering menanyakan kepada teman-teman yang sudah bekerja soal resep apa yang bisa saya lakukan agar saya bisa segera mendapat kerja. Salah satu saran yang saya peroleh adalah mengisi waktu luang dengan hal positif.

Menunggu surat lamaran kerja agar ditanggapi HRD memang membosankan plus membuat kita galau. Tapi, daripada kita berlarut dalam kegalauan dan ketidakpastian, sembari menunggu panggilan HRD berikut 5 hal yang bisa kamu lakukan agar kamu punya nilai plus di mata HRD.

1. Kuasai bahasa asing akan meningkatkan skill-mu, yang kemudian bisa diaplikasikan ke dunia kerja

Talking in Different Language

Talking in Different Language via http://www.google.com

Saya yakin para pencari kerja sering menemui syarat suatu jabatan tertentu yang mewajibkan pelamarnya menguasai bahasa asing. Pasti diantara kalian ada yang merasa minder dan memilih mengurungkan niat untuk melamar posisi tersebut.

Advertisement

Daripada terus menghindar lebih baik kamu manfaatkan waktu luang kamu untuk menguasai bahasa asing tersebut, salah satunya bahasa Inggris. Mungkin terdengar susah tapi, di era globalisasi seperti saat ini, menguasai bahasa asing adalah kebutuhan dan jangan dihindari.

Menurut hasil survey hampir 55% perusahaan di Indonesia menuntut karyawanya menggunakan bahasa Inggris (kampunginggrisalazhar.co.id, 6 November 2018). Tujuanya, selain meningkatkan produktifitas pekerja, agar citra perusahaan turut meningkat di mata investor.

Selain mengikuti kursus, menguasai bahasa Inggris bisa dilakukan secara otodidak. Ada beberapa cara mempelajari bahasa Inggris secara otodidak yang  penulis kumpulkan dari beberapa sumber diantaranya; manfaatkan jaringan internet untuk mempelajari bahasa inggris, buka channel youtube yang secara gratis menampilkan konten belajar bahasa Inggris; dengarkan musik berbahasa Inggris, dan terjemahkan liriknya.

Advertisement

Biasakan berbahasa Inggris, cara mudahnya artikan benda-benda di sekitarmu dalam bahasa Inggris dan buat rangkaian kalimat sederhana.

2. Kenapa kamu nggak 'bergerilya' dengan ikut banyak organisasi? Lumayan lho buat menjalin relasi!

Community

Community via http://pixabay.com

Ketika melamar pekerjaan pada suatu perusahaan pertanyaan yang cukup sering muncul salah satunya: Pernah mengikuti organisasi apa saja? Pertanyaan ini wajar karena ada beberapa posisi yang menuntut kemampuan leaedership yang salah satunya bisa kamu dapatkan ketika berorganisasi

Ternyata suatu kajian Deloitte pada lebih dari 2.500 manajer menunjukkan bahwa 82% dari pewawancara memilih pemlamar dengan pengalaman volunteer (mengikuti organisasi non-profit), karena dengan bergabung dengan organisasi seseorang bisa memiliki keterampilan kepemimpinan (jobstreet.com, 24 Mei 2017).

Pengalaman berorganisasi ternyata penting untuk mengukur kemampuan kalian beradaptasi dengan orang banyak, dan melihat apakah kamu memilki kemampuan management yang baik. Jika kamu memiliki pengalaman berorganisasi maka bisa dipastikan kamu memiliki nilai tambah di mata HRD, dibanding dengan pelamar yang tidak memiliki pengalaman berorganisasi.

3. Sudah banyak pelatihan-pelatihan kerja yang diadakan pemerintah maupun swasta. Yakin ogah ikutan?

Job Training

Job Training via http://www.pxhere.com

Agar lamaran kerja kalian bisa dilirik pihak HRD penyertaan dokumen pelengkap seperti sertifikat bisa menjadi nilai tambah agar surat lamaranmu dilirik, loh. Salah satu cara mendapatkan sertifikat dengan  mengikuti pelatihan.

Tapi, saya tekankan, jangan hanya berharap sertifikatnya saja ya, niatkan kamu ikut pelatihan kerja agar kamu bisa mendapat tambahan ilmu dan siap memasukki dunia kerja.

Banyak pelatihan kerja yang bisa kamu ikuti yang diselenggarakan berbagai lembaga. Salah satu lembaga pemerintahan yang rutin mengadakan pelatihan kerja adalah Dinas Ketenagakerjaan. Untuk mengikuti pelatihan yang diadakan kamu tidak perlu membayar alias gratis.

Enak, kan. Selain mendapat sertifikat, biasanya, kamu juga dapat mendapat uang bensin dan konsumsi selama mengikuti pelatihan. Tunggu apalagi buruan daftar. Untuk info lengkapnya, kamu bisa kunjungi laman situs Dinas Ketenagakerjaan yang ada di kotamu , dan lihat jadwal  pelatihan kerjanya.

4. Selagi menunggu panggilan, coba gali lagi hobi atau minatmu terhadap sesuatu. Siapa tahu, inilah jalanmu menuju kesuksesan!

Ada ungkapan pekerjaan yang paliing menyenangkan adalah hobi yang dibayar. Hal itu ada benarnya sih, bayangkan jika kamu yang senang bermain game sejak kecil dan ternyata sekarang bisa menjadi salah satu atlet E-Sport.

Salah satu contohnya seperti atlet E-Sport, Tobias Justin atau Jess no Limit. Gemar bermain game sejak kecil membuat Jess saat ini bisa dibilang atlet E-Sport dengan penghasilan tinggi sekitar 11 juta per-bulan (Tribunnews.com, 9 November 2018).

Enak banget kan, sembari menekuni hobi bisa menghasilkan uang.

Jadi, untuk kamu yang memiliki kegemaran tertentu, yang positif pastinya, kembangkan terus dan tekuni. Manfaatkan waktu luangmu untuk memperdalam hobimu.

Jangan anggap hobi atau kegemaran itu tidak berhubungan dengan posisi kerja yang kamu lamar, ya. Menurut penelitian dari Kellog School of Management, ternyata perusahaan cukup memandang penting hobi calon pekerja (magazine.job-like.com, 20 November2016). Hal tersebut terkait dengan korelasi hobi yang bisa menunjang posisi lamaran kerja yang dilamar.

Misalnya seseorang yang ingin melamar sebagai seorang editor, hobi membaca dan menulis bisa dicantumkan di CV karena pekerjaan seorang editor berhubungan dengan kedua hobi tersebut.

5. Kuasai posisi yang kamu lamar kemarin, supaya karirmu makin cemerlang tanpa embel-embel apapun

Jobdesk Writer

Jobdesk Writer via http://www.pxhere.com

Untuk poin yang terakhir ini berlaku untuk kamu yang masih tergolong fresh graduate atau lulusan baru tanpa pengalaman kerja. Ketika kamu melamar posisi tertentu, misalnya digital marketing, setidaknya kamu mengerti jobdesk atau tanggung jawab seorang digital marketing.

Meskipun kita kelak, bila diterima kerja, tetap dilatih ketika masih tahap training setidaknya kita tidak gagap dan grogi ketika ditanya saat sesi wawancara oleh pihak HRD tentang apa pengertian digital marketing dan tanggung jawabnya. Jika jawabanmu lancar dan terlihat meyakinkan, hal itu bisa menjadi nilai tambah kamu di mata HRD.

Manfaatkan internet untuk mempelajari jobdesk pekerjaan yang sedang kamu lamar. Kalau perlu jangan sungkan bertanya kepada teman atau saudara yang sudah bekerja dan menempati posisi yang sama seperti yang sedang kamu lamar.

Jadi, buat kamu yang sedang berjuang mencari kerja tetap semangat dan jangan putus asa. Dan terakhir, Ingat sebelum melamar suatu pekerjaan usahakan meminta restu kepada orangtua dan jangan lupa perbanyak berdo’a.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya