Mencicipi makanan tradisional merupakan bagian tak terpisahkan dari kegiatan traveling. Begitu pun ketika kalian jalan-jalan ke Peru. Berada di sekitar garis ekuator membuat Peru mempunyai hasil pertanian yang beragam. Ditambah dengan asimilasi budaya antara suku asli dan imigran membuat Peru kaya akan makanan dan minuman khas yang sayang untuk dilewatkan. 

 

1. Ceviche

Bikin ngiler nggak sih

Bikin ngiler nggak sih via https://www.perunorth.com

Ceviche dan Peru adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Makanan ini berupa potongan ikan dan seafood lainnya (bisa mentah atau dimasak) yang direndam dalam air lemon kemudian ditambah aji (cabe khas Peru), bawang merah, garam, dan cilantro (daun ketumbar). Dilengkapi dengan ubi, jagung khas Inka (ukuran butirnya lebih besar daripada jagung biasa), dan sayuran lain seperti selada. Ikan yang biasa digunakan adalah kakap putih.

Advertisement

Ceviche umumnya disajikan sebagai makanan pembuka dan tiap negara di Amerika Tengah dan Selatan punya versi ceviche masing-masing. Yang unik dari ceviche Peru adalah pelengkapnya berupa keripiki pisang yang rasa dan bentuknya sama persis dengan keripik pisang di Indonesia.

2. Caldo de gallina

Porsinya jumbo, wortelnya juga!

Porsinya jumbo, wortelnya juga! via https://iifhaniffa.wordpress.com

Dalam Bahasa Indonesia berarti "sup ayam" dan memang mirip sup ayam yang biasa kita makan. Perbedaannya adalah rasa yang lebih asam dan biasanya disajikan bersama mie telur atau pasta serta wortel dan brokoli dalam potongan besar. Untuk menetralisir rasa asam, bisa ditambah dengan salsa.

Caldo de gallina menjadi kuliner alternatif yang ramah di kantong karena murah dan porsinya sangat mengenyangkan. Banyak dijual di pasar tradisional sehingga kalian bisa merasakan makan seperti warga lokal.

3. Daging alpaca

Nggak tega buat makannya :(

Nggak tega buat makannya 🙁 via https://unsplash.com

Advertisement

Alpaca merupakan hewan mirip unta (camelid) asli Amerika Selatan. Walaupun lebih terkenal dengan produk wool-nya, daging alpaca juga bisa dikonsumsi. Kalau lihat hewan ini pasti nggak akan tega untuk memakannya karena lucu. Tapi kalau sudah sampai Peru nggak makan alpaca sih rugi banget! Cara mengolah daging alpaca sama dengan daging sapi atau ayam, yaitu umumnya dipanggang atau digoreng.

4. Cuy

Cuy berarti guinea pig atau marmut yang merupakan hewan asli Pegunungan Andes. Pada awalnya cuy memang dijadikan sebagai hewan konsumsi hingga akhirnya datang bangsa Spanyol yang menjadikannya sebagai hewan peliharaan karena lucu.

Umumnya, cuy diolah dengan cara dibakar (cuy al horno) atau digoreng (cuy chactado) dan disajikan dengan salad. Kalau kalian tidak ada halangan untuk makan hewan ini, cuy bisa menjadi pilihan daging yang sehat karena kandungan protein yang lebih tinggi dan kolesterol yang rendah dibandingkan dengan daging sapi atau ayam.

5. Pollo a la brasa

Ukuran utuh!

Ukuran utuh! via https://www.pinterest.com

Merupakan ayam bakar yang disajikan dengan kentang goreng dan salad. Biasanya dijual dengan berbagai ukuran, yaitu 1/8, 1/4, 1/2, atau ayam utuh. Pollo a la brasa banyak dijumpai di berbagai tempat dan bisa dibilang sebagai fast food nya Peru.

6. Chifa

11-12 sama nasi goreng

11-12 sama nasi goreng via https://www.pinterest.co.uk

Chifa merupakan kombinasi makanan Cina dengan Peru. Chifa muncul setelah adanya gelombang imigran dari Cina yang berusaha membuat masakan dengan cita rasa seperti aslinya. Sayangnya, karena keterbatasan bahan dan bumbu yang ada di Peru, rasa makanan ini lebih mirip makan Peru walaupun secara penampilan terlihat lebih mirip makanan Cina. Salah satu contohnya adalah arroz chaufa atau nasi goreng.

7. Mazamorra morada

Ungunya asli lho

Ungunya asli lho via https://detrujillo.com

Setelah puas mencicipi makanan utamanya, siapkan perut kalian untuk menikmati makanan pencuci mulutnya.

Di Peru terdapat lebih dari 50 jenis jagung dengan berbagai macam warna dan salah satu yang terkenal adalah morada yang berwarna ungu. Salah satu olahan morada yang terkenal adalah mazamorra morada atau bubur jagung ungu. Morada yang telah direbus bersama kayu manis, cengkeh, dan potongan buah seperti nanas dan apel kemudian ditambah dengan tepung tapioka sebagai pengental.

8. Picarones

Makan ini sambil nongkrong cantik di taman kota

Makan ini sambil nongkrong cantik di taman kota via https://iifhaniffa.wordpress.com

Merupakan donat khas Peru yang terbuat dari labu dan ubi, disajikan dengan sirup semacam karamel. Picarones ini banyak dijual di lapak kaki lima di Lima. Picarones bisa menjadi cemilan sembari jalan-jalan di taman kota.

9. Chicha morada

Kesegaran yang hakiki

Kesegaran yang hakiki via http://www.cocineroperuano.com

Chicha sebenarnya sebutan untuk minuman baik berfermentasi (mengandung alkohol) maupun non-fermentasi. Salah satu chicha non-fermentasi yang terkenal adalah chica morada yang berwarna ungu. Morada direbus bersama nanas dan kayu manis sehingga menghasilkan rasa yang menyegarkan dan aroma yang wangi. Selain segar, chicha morada ini juga baik buat kesehatan karena dipercaya bisa menurunkan tekanan darah.

10. Coca tea dan muña tea

Coca tea yang menghangatkan

Coca tea yang menghangatkan via https://iifhaniffa.wordpress.com

Kedua teh ini merupakan minuman herbal khas Pegunungan Andes yang berfungsi mengurangi altitude sickness. Pegunungan Andes mempunyai ketinggian rata-rata sekitar 4000 mdpl sehingga berada di sana rentan terkena altitude sickness terutama bagi wisatawan yang tidak terbiasa tinggal di dataran tinggi. Sangat disarankan untuk langsung minum teh ini setelah tiba di Cusco atau Machu Picchu. Rasa dan penampilannya mirip teh hijau.

11. Inca Kola

Rasanya manis-manis asem

Rasanya manis-manis asem via https://www.twenty20.com

Melihat sekilas akan mengingatkan kita pada salah satu minuman energi di Indonesia. Inca Kola merupakan soft drink khas Peru yang berwarna kuning yang terbuat dari lemon dan rasanya mirip permen karet. Minuman ini diciptakan oleh imigran Inggris bernama Joseph Robinson Lindley. Sama seperti soft drink lainnya, Inca Kola dijual dalam kemasan botol kaca, botol plastik, dan kaleng.

Gimana? Penasaran ingin mencoba? Sayangnya kalian harus bersabar karena makanan Peru belum terlalu familiar di Indonesia sehingga susah ditemukan. Dicatat dulu aja, siapa tau ada kesempatan untuk jalan-jalan Peru.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya