Siap Hadapi Masa Depan dengan 7 Cara Melatih Percaya Diri Anak

Melatih percaya diri anak sejak dini berguna bagi masa depan

Masa anak-anak sering disebut sebagai masa eksplorasi. Anak memiliki rasa penasaran yang tinggi terhadap banyak hal. Rasa penasaran itu membuat mereka ingin mencoba-coba.

Kegagalan yang dialami mereka merupakan hal yang wajar.

Namun, terkadang kita sebagai orang tua tidak tega jika melihat buah hati yang kita sayangi bersedih karena kegagalannya. Rasa tidak tega itu akhirnya berubah menjadi sikap orang tua yang ingin selalu melindungi anaknya.  Lantas, bagaimana jika perlindungan yang kita berikan ternyata terlalu berlebihan? Bagaimana jika itu nantinya berdampak pada proses tumbuh kembangnya, pada rasa percaya diri anak?

Biar hal itu nggak terjadi, kita perlu memberikan dukungan dan kebebasan yang cukup untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak. Berikut 7 cara melatih anak untuk jadi lebih percaya diri.

Advertisement

1. Berhenti mengendalikan dan mulai melatih

Photo by Muhammad Rahmat Yulianto from Pexels

Photo by Muhammad Rahmat Yulianto from Pexels via https://images.pexels.com

Beri keleluasaan bagi anak untuk melakukan hal yang ia suka. Ajari mereka bagaimana membangun percaya diri. Di sini tidak hanya anak yang belajar agar lebih percaya diri, kita sebagai orang tua juga belajar untuk tidak terlalu mengendalikan dan cemas pada apa yang dilakukan oleh anak kita.

2. Selalu ingat bahwa sempurna bukanlah tujuan utama

Photo by Pragyan Bezbaruah from Pexels

Photo by Pragyan Bezbaruah from Pexels via https://images.pexels.com

Tahan diri kamu untuk membantu anak mengerjakan tugasnya dengan baik, kecuali jika hasil merupakan hal yang utama. Intervensi yang cukup sering untuk membantu anak dapat merusak kepercayaan anak. Anak menjadi ketergantungan dan enggan belajar sendiri.

3. Biarkan anak mencoba dengan caranya sendiri

Photo by Valeria Ushakova from Pexels

Photo by Valeria Ushakova from Pexels via https://images.pexels.com

Kendalikan rasa cemas terhadap anak. Namun, bukan berarti kamu mengabaikannya. Beri dukungan terhadap anak. Yakinkan bahwa dia mampu menyelesaikannya.

Pastikan kamu hanya perlu mengawasinya. Namun, jika anak benar-benar perlu bantuan, maka kamu boleh membantunya.

4. Bantu anak membangun percaya diri dengan mengerjakan tantangan yang bisa dia hadapi

Advertisement
Photo by cottonbro from Pexels

Photo by cottonbro from Pexels via https://images.pexels.com

Ajak anak bermain suatu hal baru. Beri dia contoh cara menyelesaikannya, beri dia clue yang berisikan strategi menyelesaikannya, atau sekedar melihatnya saja juga tidak masalah. 

Adanya bantuan yang kamu berikan akan membuat anak percaya bahwa akan selalu ada bantuan ketika mereka membutuhkannya. Dengan begitu, kamu telah memberinya kepercayaan untuk dia dapat melakukan hal-hal baru di masa yang akan datang.

5. Ajari anak untuk mendapatkan dorongan dari dirinya sendiri.

Photo by Cleyder Quiroz from Pexels

Photo by Cleyder Quiroz from Pexels via https://images.pexels.com

Setiap manusia membutuhkan dorongan. Memberi dukungan pada anak tidak hanya membuatnya merasa jauh lebih positif dan termotivasi, tetapi juga memberinya semangat untuk dapat mendorong dirinya sendiri menyelesaikan tugasnya ketika mengalami keterpurukan di masa yang akan datang.

6. Utamakan proses ketimbang hasil

Photo by Caleb Oquendo from Pexels

Photo by Caleb Oquendo from Pexels via https://images.pexels.com

Berikan umpan balik yang positif pada apa yang telah dilakukan anak, seperti kerja kerasnya atau kegigihannya. Hindari membuat anak menjadi gampang puas atas pencapaiannya.

Tugas utama orang tua adalah membuat anak terus berusaha, berlatih, meningkatkan kemampuannya, serta memberikan pelajaran bahwa ketika ia bekerja keras, maka ia dapat mencapai tujuannya.

7. Jangan khawatir jika anak merasakan kekecewaan

Photo by Agung Pandit Wiguna from Pexels

Photo by Agung Pandit Wiguna from Pexels via https://images.pexels.com

Tidak masalah jika anak merasa frustasi dan kecewa karena gagal. Anak mungkin akan menangis dan merajuk sepanjang hari. Beri dia perhatian penuh agar dia dapat kembali bangkit dan mau mencoba lagi. Ajak anak untuk lebih menerima kegagalan.

Coba lakukan meditasi bersama anak menggunakan aplikasi Riliv agar anak dapat kembali tenang. Secara tidak langsung, kamu telah memberikan kepercayaan pada anak untuk terus berusaha. Dengan begitu, ketahanan diri anak dalam menghadapi kegagalan akan berkembang.

Pada akhirnya, pekerjaan kita sebagai orang tua adalah untuk mendidik anak agar mampu bertahan di dunia yang penuh persaingan ini. Semua anak akan tumbuh dan berkembang tanpa orang tua. Bagaimana mereka hidup di masa depan tergantung bagaimana kita mendidik anak-anak di masa sekarang. Mulai latih rasa percaya diri anak sejak usia dini melalui beberapa hal di atas. Selamat mencoba 🙂

 

Disadur dari:

https://www.psychologytoday.com/

Ditulis oleh Safira, si pendengar segala keluh kesahmu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE