Pernahkah begitu dalam mencintai seseorang, namun akhir cerita kalian adalah perpisahan ?

Harapan terkadang berbanding terbalik dengan kenyataan, akan tetapi itulah hidup, tidak semua sesuai rencana. Kamu pasti tidak baik-baik saja, tentunya terluka menghadapi perpisahan, semakin dalam cinta semakin kuat sakit yang dirasakan.

Haruskah kamu menangis dan terluka ? menangislah itu tandanya kamu mencintai. Biarkanlah hatimu terluka, agar kau juga belajar menghargai cinta orang lain karena kau memahami rasanya tersakiti.

Setelah kamu menangis dan terluka, maka kau harus bangkit dalam menjalani hidup lagi. Boleh menangis dan terluka, namun tidak untuk selama-lamanya. Perasaan sakit memang tidak bisa digambarkan rasanya, tentu tidak mudah bagimu, namun hidup ini harus tetap dihadapi, dengan ataupun tanpa dia. Hidup tidak bisa kau hancurkan karena kau tersakiti oleh seseorang yang hanya mengisi bagian kecil dari hidupmu.

Di bawah ini adalah beberapa hal yang harus kamu mengerti ketika patah hati!

1. Dia bukanlah sumber bahagiamu

consciousreminder.com

consciousreminder.com via https://www.google.com

“Dia bukanlah sumber bahagiamu”…

Advertisement

Kalimat itu mungkin terdengar “omong kosong” bagi kamu yang mencintai seseorang, karena kebenarannya ialah kehadirannya menimbulkan kebahagiaan di hati. Dia juga adalah sebagian alasan untuk bahagiamu di hari-hari kemarin. Namun Bagaimanapun kebahagiaanmu bersamanya, saat ini kamu bukan lagi miliknya dan dia bukan lagi milikmu, oleh karena itu kau tidak bisa berharap dia membahagiakanmu lagi. Dia hanya sebagian kecil yang membuatmu bahagia, kebahagiaan lainnya ialah orang tuamu yang setia merawat dan menjaga.

Kamu harus berbahagia untuk dirimu sendiri. Jika dia pergi kamu harus tetap berbahagia, karena kamu hanya kehilangan orang yang kamu cintai, bukan kehilangan cinta. Bersyukur dan berbahagialah karena cintamu tak padam dalam kesakitan.

2. Hati tidak bisa dipaksakan

shutterstock.com

shutterstock.com via https://translate.google.com

Ketika kamu membaca ini, kamu mungkin adalah orang yang disakiti karena ditinggalkan ataukah kamu orang yang tersakiti karena memutuskan untuk meninggalkan. Apapun kondisi dan keputusanmu, ingatlah hati tidak bisa dipaksakan.

Advertisement

Hati tidak bisa dipaksakan untuk bersatu, jika tidak saling menginginkan. Begitupula hati tidak bisa dipaksakan untuk berpisah, jika saling mencintai.

Kita tidak bisa memaksakan kehendak pada seseorang. Dia punya hak untuk meninggalkanmu, walaupun kau begitu mencintai. Kau juga punya hak untuk mempertahankannya, walaupun keadaan sulit. Akan tetapi kau tidak bisa memaksanya mengerti keadaanmu, jika dirinya memilih untuk tidak ingin mengerti.

Jika kamu benar-benar mencintainya, kamu tidak mungkin memaksanya bersamamu jika dia ingin pergi, karena kamu tahu memaksanya hanya  akan menyakiti dirinya dan menyakiti hatimu. Bukankah orang yang benar-benar merasa mencintai akan lebih sakit, ketika melihat orang yang dicintai tersakiti ?

3. Dia telah pergi, sekaligus membunuh mimpi dan harapan bersama

Birchall Blackburn Law

Birchall Blackburn Law via https://www.google.com

Sampai kapan kamu berharap dia kembali ?

atau masih terbuai dalam mimpi-mimpi saat bersama ?

Boleh saja kamu berharap dia kembali dengan membawa semua cinta dan harapan-harapan, namun apakah dia orang yang pantas untuk diharapkan kembali ? Jika dirimu tinggal dalam kenangan dan harapan-harapan tersebut, kamu tidak bisa melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi dirimu sendiri.

Bertanyalah selalu pada dirimu, “Sampai kapan kamu harus seperti ini?”. Jika keinginannya untuk pergi, maka biarkan dia pergi, cinta selalu tahu jalan pulang, jika nanti dia tak pulang kepadamu, maka kamu bukanlah tujuannya atau bukan cintanya.

Saat ini dirimu butuh perhatian, karena keadaan sakit hati tidak mudah untukmu. Jika kau sakit, dia mungkin tidak peduli walaupun kamu berharap dia peduli, bahkan saat itu kamu mungkin tidak memikirkan betapa khawatirnya kedua orangtuamu. Berpikirlah “apa yang terbaik bagimu ?”

4. Ikhlaskan dia pergi walau kamu masih mencintainya

Lifestyle Okezone

Lifestyle Okezone via https://www.google.com

Setelah kehilangan kamu akan merasakan sakit yang tidak terpahami, sakitnya pun menggorogoti, namun semua dapat dilewati jika kamu ikhlas menerima perpisahan. Saat kamu  melihat sisi positif dari perpisahan, kamu tidak lagi tertekan, dan tidak lagi menyesal.

Tidak mudah sampai pada tahap mengikhlaskan seseorang yang sangat kamu cintai, sungguh tidak mudah. Berbagai waktu penuh kegalauan harus kamu hadapi, maka kuatkanlah hatimu.

Suatu saat kamu mungkin akan mengerti ketika kamu berpikir “mungkin perpisahan ini adalah yang terbaik baginya dan juga bagi dirimu, walaupun kamu sangat mencintai namun kamu akan rela melepaskannya, jika hasil dari melepaskan adalah suatu kebaikan.”

Jika kamu sudah begitu tersakiti hari ini maka belajarlah, hari esok janganlah menyakiti orang lain, atau di kemudian hari kamu mungkin akan kembali tersakiti.

5. Dekatkanlah diri pada Tuhan, agar kamu mengerti maksud-Nya dalam hidupmu

Seharusnya mendekatkan diri pada Tuhan ialah jalan utama dalam hidup ini, namun kita terkadang menempatkaNnya pada jalan terakhir saat semua kenyataan dalam hidup ini begitu mengecewakan.

Dekatkanlah dirimu pada Tuhan, karena hanya dengan cara ini kamu dikuatkan menghadapi persoalan kehidupan. Hanya dengan doa hatimu akan sangat tenang, hatimu akan damai, dan mulutmu tak berhenti mengucap syukur. Hanya Tuhan yang mengerti isi hatimu, dan memperhitungkan tetes air matamu, maka serahkan semua kepada-Nya.

Berdoalah agar Tuhan menguatkan hatimu, memberimu kebahagiaan, dan memampukanmu melakukan kebaikan dalam hidup. Kiranya Tuhan juga melindunginya, dan kebahagiaan selalu menjadi bagiannya.

Tersakiti bukanlah alasan untuk kamu melupakan dia di dalam doa. Berdoalah juga baginya, karena kamu tidak tahu apa yang sedang dia hadapi. Apapun keadaanmu dan keadaannya semoga kebaikan selalu terjadi. Tuhan tahu kamu memiliki hati yang kuat maka Ia mengisinkanmu merasakan cinta yang dalam, bersyukurlah.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya