Bagaimana jadinya apabila kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) diterapkan ke dalam kamera pengawas untuk mencegah kejahatan? Walaupun terdengar seperti sebuah cerita fiksi, tapi hal ini sebentar lagi akan terjadi.

Sejumlah perusahaan dan peneliti berusaha untuk mengembangkan teknologi yang disebut dengan predictive policing. Predictive policing adalah cara untuk memperkirakan kapan serta di mana tindak kriminal berikutnya akan terjadi. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan algoritma, neural network, dan data tindak kriminal yang sudah pernah terjadi sebelumnya.

1. BAGAIMANA PREDICTIVE POLICING BEKERJA?

Ilustrasi danbo robot

Ilustrasi danbo robot via https://www.pexels.com

Salah satu organisasi yang mengembangkan teknologi ini adalah Cortica, perusahaan yang bergerak di bidang riset AI dan security. Proyek Predictive policing milik Cortica akan mulai dijalankan di India, dan akan menganalisis data dalam hitungan terabyte dari kamera CCTV di area publik. Salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan keamanan di ruang publik.

Predictive policing sebetulnya bukanlah sesuatu yang sangat baru. Kepolisian Los Angeles (LAPD) sebelumnya telah menguji coba teknologi serupa untuk menekan angka kejahatan yang ditimbulkan oleh geng.

Advertisement

Akan tetapi, sejumlah ahli masih meragukan keabsahannya. Karena, pengembangan software tersebut murni menggunakan neural network. Neural network sendiri adalah sebuah proses yang berdasarkan pada model komputasi dan probablitas. Predictive policing seperti ini dianggap masih rawan terjadi human error dan timbul bias dalam proses pengambilan keputusan, karena bergantung sepenuhnya pada komputer dan algoritma.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya