"Lo manusia atau plankton, sih?"

"Kenapa emang?"

"Pacaran kok sama Hape."

"Bodo!"

LDR atau Long Distance Relationship atau Long Distance Relain-sip atau Long Desperate Relation-Sh*t atau Lelah Disiksa Rindu atau Lali Due Bojo alias hubungan jarak jauh adalah suatu keadaan di mana dua orang yang saling cinta memutuskan berpisah raga demi satu alasan yang harus diperjuangkan demi masa depan. Masa depan? Bukankah itu rahasia Tuhan. Kita hanya merencanakan, Tuhan yang memutuskan..., hubungan kalian... ke pelaminan. Sadaaap~

See? Begitu banyak definisi LDR. Begitu banyak pula yang berpendapat bahwa LDR-an sama dengan jomblo berkedok pacaran. Entah benar atau tidak tergantung dari sudut mana kita melihatnya. Yang pasti buat kamu yang hendak memutuskan atau sedang menjalani LDR-an harus siap dengan kenyataan-kenyataan pahit seperti yang akan Hipwee bisikkan di bawah ini :

1. Kekuatan hatimu harus 1000x lebih tangguh dari batu

Harus kuat dong! via https://google.com

Pacaran bukan cuma sekadar pencitraan agar kalian tak dikatakan jomblo karatan. Justru hubungan yang kalian sepakati itu adalah jalan di mana kalian berjuang saling menyakinkan dan membuktikan bahwa kelak kalian layak naik pelaminan. Begitu banyak gaya pacaran yang dipilih untuk membuktikan kesungguhan. Salah satunya LDR-an. Di sinilah kekuatan cintamu diuji. Selain harus menerima kenyataan berjauhan pun harus kuat menahan ocehan-ocehan teman yang sengaja membuat panas perasaan. Tak hanya sekali, mereka akan terus berjuang hingga hubungan kalian renggang kemudian berantakan di tengah jalan. Itu tujuan mereka. Tujuanmu, mempertahankan cinta hingga bertemu… di depan penghulu. So, you must be stronger!

2. Tak cukup sekadar CINTA, setiamu pun harus sama besarnya

Aku yakin bisa! via https://gogle.com

Ketika rasamu hanya terbatas pada kata CINTA saja, sebaiknya jauh-jauh dari kalimat LDR-an. Karena bukan kamu saja yang berjuang. Dia pun sama. Sama-sama harus menanggung beban perasaan, memikul beratnya kerinduan, serta perjuangan untuk saling mempertahankan hubungan. Rasa setia yang kau miliki sekarang rasanya belum layak bersandang pejuang jarak jika kesetiaanmu masih dengan mudah goyah sama pemandangan indah gadis remaja berpakaian terbuka atau mas-mas gagah dengan perut rata.

3. Ketika ‘yang selalu ada’ mulai datang menggoda, kau harus siap kehilangannya

Advertisement

belajar ikhlas via https://google.com

Selain ocehan nggak penting yang bikin hubunganmu merinding. Kamu pun harus siap menerima pil pahit ketika tahu pasanganmu tak mampu menahan rindu. Rindu dengan sosok yang seharusnya ada menyiapakan sarapan kala pagi tiba, menguatkan ketika masalah mendera, mendekap erat saat rasa takut tiba-tiba menyergap hingga pengap, memeluk serta membisikkan, "semua akan baik-baik saja." Dan ketika semua hal itu tak lagi didapatkannya darimu. Kau harus siap digantikan oleh 'yang selalu ada' bukan lagi kamu yang hanya sekadar bertanya, "sedang apa?"

4. Saat rindu yang kau rasakan tak lagi tertahankan, kau harus siap menelan kekecewaan

sabar sayang via https://google.com

Seperti yang sudah disinggung di atas bahwa LDR atau Lelah Disiksa Rindu. Itulah mengapa kau harus siap dengan keadaan di mana keinginanmu bertemu akan sosoknya begitu sangat menggebu-gebu hingga rasanya tak lagi kuasa menahan sedetik saja. Dalam titik ini kesiapan mental sangat dibutuhkan kala kenyataan mengatakan, "Maaf, aku belum bisa pulang sekarang. Mungkin minggu depan, atau bulan depan, atau tahun depan, ah, aku nggak bisa janji, sayang."

5. Ingat! Bukan cuma kamu yang butuh di tenangkan dari masalah, dia juga sama

Kenyataan itu pahit via https://google.com

Selayaknya manusia, kalian pun punya masalah yang tentu harus diselesaikan cepat atau lambat. Sebagai pasangan, di sini seharusnya peran masing-masing kalian. Namun sayang, karena status kalian yang LDR-an, mau nggak mau hanya bisa ngasih support via teleponan, mentok-mentok video call-an bukankah pelukan hangat menenangkan yang kau inginkan? Bukan wejangan-wejangan nggak penting pas video call-an. Pfttt~ Kalau sudah begitu kamu bisa apa selain pasrah…, pasrah melihat kenyataan bahwa dia memilih sosok lain yang lebih bisa diandalkan saat dibutuhkan. Bukan sepertimu yang cuma bisa bertanya, "Apakah kamu baik-baik saja?"

Buat kamu yang hendak memutuskan LDR-an, sebijaknya apabila memikirkannya lagi dan lagi. Banyak hal yang nantinya harus kalian siapkan sebelum menyandang title Pejuang Jarak. Kalau pun kalian memutuskan buat nggak LDR-an dan lebih memilih sebagai teman, tak apa, toh, jodoh nggak bakal lari kemana… kalau bukan kembali ke mantannya. Hehe Buat kamu yang terlanjur LDR-an, selamat berjuang. Semoga kalian putus di tengah jalan berhasil sampai pelaminan. SELAMAT!