Suka Berinteraksi dengan Kucing? Kenali 5 Bagian Tubuh yang Boleh dan Nggak Boleh Disentuh

Bagi penyuka kucing alias catlovers, wajib tahu nih!

Kucing sebagai hewan yang menggemaskan pastinya sangat disukai karena memiliki bulu-bulu yang lembut. Kucing pun sebenarnya tidak keberatan kalau beberapa bagian tubuhnya dielus-elus oleh manusia. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan rasa kasih sayang kita pada kucing.

Rasa kasih sayang juga ditunjukan dengan memberinya makan, minum dan merawat dengan baik. Selain manusia atau majikan, nyatanya kucing juga memiliki cara dan trik untuk menunjukkan rasa sayang kepada si pemiliknya. Misalnya kucing menunjukkan rasa sayangnya kepada kita dengan mengikuti jejak kaki kita kemanapun kita melangkah, menyentuhkan kepala dan menghampiri kita saat ingin makan atau ingin dielus.

Tetapi perlu diingat juga bahwa ada beberapa tubuh yang tidak boleh sembarangan untuk disentuh. Terkadang jika kita salah menyentuh bagian-bagian yang dilarang pastinya kucing akan memberikan reaksi mencakar ataupun menyingkirkan tangan kita.

Jika kalian adalah cat lovers atau pecinta kucing, pastikan tahu bagian tubuh mana yang bisa dielus dan mana yang tidak boleh. So, kira-kira bagian tubuh apa saja sih SoHip yang boleh disentuh sama si kucing dan mana yang anti banget buat disentuh? Let’s check this out ya SoHip!

Advertisement

1. Bahu

Photo by Tomas Ryant from Pexels

Photo by Tomas Ryant from Pexels via https://www.pexels.com

Siapa nih pecinta kucing yang biasanya membelai di bagian bahu? Yap, pilihan kalian tepat banget. Kucing suka banget untuk dielus pada bagian bahunya. Terlebih dia juga suka kalau si pemiliknya mengelusnya dengan menggunakan pijatan pelan-pelan ke area bahunya. Ketika sudah dipijat maka kucing akan duduk diam, keempat tangannya mulai menyembunyikan cengkeramannya di bawah, menundukkan kepala dan kucing pun nyaman.

Ingat jangan terlalu keras saat memijat kucing. Jika memaksa untuk melakukannya maka kucing merasa tidak nyaman. Kalian bisa memakai fokus area telapak tangan pelan-pelan, jangan difokuskan ke ujung jari apalagi kuku.

Advertisement

2. Dagu

Photo by Cats Coming from Pexels

Photo by Cats Coming from Pexels via https://www.pexels.com

Pastinya sebagian kucing yang ramah dan lucu paling suka jika disentuh di area dagu. Apalagi kucing juga sangat diperbolehkan untuk dielus bagian lainnya yang masih berada pada area wajah selain dagu. Misalnya pada pangkal telinga (tidak sampai kedalam masuk lubang telinga), hanya di sekitar pipinya. 

Ketika kucing dielus pada bagian dagunya, sudah pasti kucing akan mengangkat kepalanya. Kucing akan mendongak keatas dan merasakan elusan di dagunya. Disitulah kucing mengeong pelan dan mulai tenang. Tetapi jangan sampai kalian menyentil ujung telinganya. Hal ini dikarenakan kucing sensitif terhadap sentuhan telinga.

3. Area Wajah

Advertisement
Photo by Flickr from Pexels

Photo by Flickr from Pexels via https://www.pexels.com

Beberapa kucing terbilang paling suka disentuh dan dielus-elus bagian kepalanya. Bahkan bisa jadi ini adalah sebuah pertanda bahwa kucing ingin dielus bagian kepalanya. Ingin disentuh bagian atasnya dengan mengelusnya. Ketika kucing lahir, maka sang induknya sering menjilat bagian  kepala anaknya sebagai tanda bahwa ia menyayanginya.

Sebaliknya ketika kucing melakukan dorongan ke kepala kita atau anggota tubuh kita maka inilah pertanda untuk dia ingin dielus. Memberi sentuhan kepala juga dapat mengembalikan dan mengingatkan memori yang indah pada masa kecilnya. Btw, kucing juga pernah kecil ya SoHip! Ngga cuma manusia aja nih hehe.

4. Perut

Photo by Anel Rossouw from Pexels

Photo by Anel Rossouw from Pexels via https://www.pexels.com

Perut merupakan salah satu anggota tubuh kucing yang tidak disukai jika disentuh oleh manusia. Hal ini karena perut menjadi hal yang sensitif, biasanya kucing akan menghindar dari sentuhan kita. Kucing menganggap bahwa sentuhan yang diterimanya menjadi bagian yang mirip seperti musuh. Bahkan tangan kalian bisa dicakar jika hal ini tetap kalian lakukan berulang-ulang.

5. Ekor

Photo by Dương Nhân from Pexels

Photo by Dương Nhân from Pexels via https://www.pexels.com

Bagaimana dengan ekor? Sebenarnya menyentuh bagian ekor kucing ini boleh-boleh aja. Tapi perlu diperhatikan nih para pecinta kucing, kalau kalian memegang ekornya jangan ditarik atau dipukul. Cukup dibelai aja, pada area ini dielus pelan aja. Kalian bisa melakukannya secara keseluruhan mulai dari kepala hingga ekor. Atau bisa juga dari sepanjang punggung hingga ekor.

Disinilah kucing akan melunakkan otot-otot tubuhnya. Kalian pasti pernah lihat kalau kucing menggerak-gerakkan bagian ekornya. Saat kalian membelai mendekati ekornya maka inilah kucing menyukai sentuhan yang kalian berikan.

Pastikan untuk melakukannya hanya satu arah. Ibaratnya kalian lagi menyisir rambut. Tidak disarankan untuk bolak-balik atau dua arah ya. Mereka jadi tidak nyaman akibat sentuhan yang diberikan bolak-balik. Tetapi ekor juga bagian yang sensitif dan sangat peka jika kucing disentuh pada bagian ini.

Kkucing menggunakan ekornya untuk berkomunikasi dengan kucing yang lainnya. Terdapat 19 sampai 23 tulang belakang, jaringan saraf dan otot pada ekor kucing untuk bisa menggerakkan ekornya dengan berayun dan bergerak kesana sini. Keseimbangan kucing juga terletak pada ekornya.

Apabila kita berusaha mencoba untuk menggenggam ekornya apalagi menyentil maka kucing merasa risih. Tetapi kalau misalnya ingin menenangkan kucing bisa mengelusnya dengan bantalan pada kakinya sehingga dapat membantu untuk membuat dia menjadi lebih tenang.

6. Alasan Kucing Menolak Untuk Dielus

Photo by cottonbro from Pexels

Photo by cottonbro from Pexels via https://www.pexels.com

Selain alasannya kenapa kucing suka dibelai, inilah saatnya kalian juga harus tahu kenapa kucing menolak untuk dielus. Kucing merasa menolak karena ada beberapa faktornya. Misalnya karena ketika kucing sudah lahir, mereka kurang bisa bersosialiasi dengan sesama kucing atau manusia.

Bisa juga karena belum terbiasa berinteraksi dengan manusia. Ibaratnya mau jalan tapi takut, didekati manusia mereka malah menghindar. Terkadang juga kucing sudah bersama dengan manusia tetapi untuk interaksinya dalam bentuk sentuhan juga kurang. Sehingga kucing tidak pernah mendapatkan belaian

Pada suatu momen, saat aku punya kucing dengan peranakan persia, tingkahnya menggemaskan sekali. Dia seakan menjadi alarm utama sebelum alarm bunyi di ponsel saat aku harus bangun pagi. Berselang 3 bulan, perilakunya berubah. Awalnya yang ramah dan tenang, justru menjadi pemarah dan suka mencakar.

Mungkin inilah penyebabnya mereka tidak mau disentuh pada area tertentu. Kucing memiliki stimulus atau limit tertentu seberapa banyak mereka ingin dibelai. Kalau sudah risih ya stop jangan dilakukan. Kalau misalnya ingin mengelus-elus kucingnya, biarkan kucingnya yang datang. Jadi perlu kesabaran dan ketenangan ya SoHip!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penyuka Seblak dan Baso Aci

CLOSE