“Hei, Jangan Kelamaan Jomblonya!” Kabur ah…

Orang – orang sih enak bilangnya, “umur 25 itu umur yang pas untuk menikah”, “udah 25 loh masak belum nikah juga”, dll, dsb, etc. Jujur, para penanya itu tidak berprerikemanusiaan. Tidak punya hati!

1. Kami Bukannya Tidak Mau Menikah, Tapi Jika Jodohnya Emang Belum Ada, Mau Gimana?

Kami sedang menanti jodoh via https://EMHAALBANA-wordpress.com

Perempuan mana sih yang gak mau nikah, apalagi jika umurnya sudah pas buat mengarungi kehidupan rumah tangga. Tapi masalahnya, jika kitanya sudah kebelet pengen nikah tapi jodohnya tak kunjung datang juga, yah mau gimana lagi coba.

Nikah itu gak bisa disamain kayak pacaran, yang dengan mudahnya gonta – ganti pacar setiap akhir bulan. Eh, kecepatan!

Advertisement

Jadi, jangan pernah disamain jika cari suami itu semudah cari pacar. Hidup bersama suami itu untuk selamanya hingga akhir hayat tiba. Jadi, tolong jangan paksa kami untuk menikah cepat ya, karena memang jodohnya belum mau menemui hingga sekarang. Biarkan kami memperbaiki kami terlebih dahulu baru deh nanti jodohnya akan tiba tepat pada waktunya.

2. Jangan Terlalu Banyak Milih, Nanti Gak Laku Loh

Kami bukan pemilih! via https://katakatasukasuka.me

Pernyataan ini juga nyakitinnya kebangetan. Yang milih – milih siapa coba? Emang sih yang ngedeketin banyak, bahkan yang terang –terangan mau ngelamar juga ada, tapi kalo cintanya gak ada, gimana? Rumah tangga itu dibangun dengan pondasi awalnya yaitu cinta. Jadi jika cintanya cuma ada di salah satu pihak, siap – siap miring deh bangunannya.

Kami tekankan sekali lagi ya, kami itu mencari seseorang yang bisa diajak hidup untuk selamanya. Nah hidup dengan orang selama itu harus dengan orang yang kami cintai. Kalo gak, bisa hancur rumah tangga nantinya.

3. “Kamu Nunggu Apa Lagi Sih? Umur Udah Masuk, Kerja Juga Udah Tetap!”

Kami sedang menunggu cinta itu datang via https://katacintabaru.blogspot.co.id

Advertisement

Mau tahu kami nunggu apa? Nungguin cintanya datang mbak.

Emang sih banyak yang bilang jika cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Tapi maaf, kami tidak mau seberani itu, kami tidak mau mencoba untuk hal- hal yang jelas bukan hal yang sepele layaknya pacaran biasa. Kalo pacaran coba – coba sih gak masalah karena jika cintanya gak tumbuh juga tinggal bilang “putus”, selesai! Lah ini, kalo udah sah di mata agama dan negara, eh cintanya malah tetap gak muncul, mau apa coba? Mau minta cerai gitu? Gila aja!

4. “Nanti Jadi Perawan Tua Loh!”

Ya ampun kata – katanya. Mulutnya gak pernah dikasih air garam ya mbak?

Kami tekankan sekali lagi ya. Urusan jodoh itu Tuhan yang ngatur bukan KAMU. Kalo Tuhan bilang “nanti” yang nanti dong. Kalo Tuhan bilang “sabar” ya sabar dong. Kami sebagai makhluk-Nya hanya bisa menunggu hingga akhirnya Tuhan mendatangkan pangeran itu indah pada waktunya.

Mending menunggu lama dan mendapatkan jodoh yang sebenarnya dibanding menunggu bentar eh malah jodoh orang yang dijaga.

5. So, Biarkan Kami Mengadu dan Merayu Hanya Kepada-Nya.

Urusan jodoh serahkan kepada Tuhan semata via http://pml.Ik.ipb.ac.id

Sekali lagi, biarkan kami mengadu hanya kepada-Nya. Biarkan kami merayu juga hanya kepada-Nya. Kami ingin jodoh yang memang benar – benar telah ditentukan-Nya bukan kalian yang menentukan. Kami ingin pasangan yang awet hingga di akhirat nanti. Kami ingin pasangan yang bisa menuntun kami hingga ke surga-Nya bukan hanya untuk mengarungi dunia semata.

So, please mbak – mbak yang rempong dan kepo, urusan nikah serahkan semuanya kepada kami ya. Nanti kalo beneran kami nikah, kasih amplopnya yang banyak ya, seperti banyaknya pertanyaanmu “kapan nikah?” selama ini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya