Susah Mengatakan Tidak Kepada Orang Lain? Bisa Jadi Kamu People Pleaser. Yuk, Kenali Pengertian dan Cara Menanganinya!

menangani pribadi nggak enakan

Apa kamu sering merasa sulit untuk bilang “tidak” saat teman-teman kamu minta tolong? Sebenarnya kamu ingin sekali untuk menolaknya tapi kamu justru merasa tidak enak jika menolaknya. Kalau iya bisa jadi kamu sudah menjadi people pleaser. People pleaser merupakan sifat yang sebenarnya kurang baik untuk dimiliki karena bisa menurunkan kualitas hidup kamu. Lalu apa sih itu people pleaser?

People pleaser adalah sebutan bagi seseorang yang selalu berusaha untuk menyenangkan orang lain di sekitarnya. Orang-orang dengan sifat ini akan memiliki kecenderungan untuk melakukan apapun agar orang lain tidak kecewa dengannya.

Menurut Susan Newman, seorang psikolog di New Jersey, seperti yang dilansir dari Psychcentral, menyatakan bahwa people pleaser akan meletakan kepentingan orang lain diatas kepentingannya. Hal ini disebabkan oleh keinginan seseorang untuk merasa penting dan ingin berkontribusi bagi orang lain. Seorang people pleaser akan mendapat rasa aman dan percaya diri lewat persetujuan orang lain. Mereka perlu orang lain untuk menunjukan bahwa diri mereka adalah orang yang berharga.

Tidak ada penyebab pasti mengapa seseorang menjadi people pleaser. Namun diketahui bahwa orang yang insecure dan memiliki trauma masa lalu, seperti pelecehan atau broken home, akan cenderung tumbuh menjadi people pleaser.

Sekilas people pleaser terdengar positif karena selalu membantu orang lain, tetapi memelihara sifat ini hanya akan membuat kamu merasa lebih rendah daripada orang lain. Seorang people pleaser juga sering mengorbankan perasaannya demi kesenangan orang lain, karena sebenarnya ia juga merasa berat hati ketika banyak dimintai pertolongan.

Sifat ini tentu bukanlah hal yang baik untuk dipelihara. Nah untuk kamu yang sudah merasa muak dengan sifat ini, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk berhenti menjadi seorang people pleaser.

Advertisement

1. Merenung dan mencari tahu asalnya

Photo by Engin Akyurt from Pexels

Photo by Engin Akyurt from Pexels via https://www.pexels.com

Kamu bisa memulainya dengan cara merenungkan dari mana datangnya keinginan untuk menyenangkan orang lain ini berasal, Apakah merasa takut untuk dinilai gagal dan tidak baik? Atau karena sejak kecil kamu merasa harus menyenangkan orang tua dengan segala prestasi yang sebenarnya bukan minatmu? Dengan mengerti akar permasalahannya, cara untuk berhenti menjadi people pleaser akan lebih mudah.

2. Bersikaplah lebih tegas, baik kepada diri sendiri maupun orang lain

Photo by Moose Photos from Pexels

Photo by Moose Photos from Pexels via https://www.pexels.com

Rasa tidak enakan dan kurang tegas bisa menjadikan kamu seorang people pleaser. Karenanya, mulai sekarang biasakan untuk bersikap tegas pada dirimu sendiri maupun orang lain.

Advertisement

Jika kamu dimintai bantuan yang sekiranya kamu tidak mampu atau cenderung merugikanmu, menolak dengan baik dan memberikan alasan kamu menolaknya adalah cara yang terbaik.

3. Berpikir dahulu sebelum mekakukan sesuatu untuk orang lain

Photo by Marcelo Chagas from Pexels

Photo by Marcelo Chagas from Pexels via https://www.pexels.com

Saling membantu satu sama lain merupakan hal yang terpuji, yang notabene kita adalah makhluk sosial. Akan tetapi, kamu sebaiknya berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu untuk orang lain.

Coba amati permintaan tolong itu, apakah orang itu memang membutuhkan bantuanmu atau hanya sekedar memanfaatkan kebaikanmu saja.

4. Jika bukan salahmu, jangan meminta maaf

Photo by Polina Zimmerman from Pexels

Photo by Polina Zimmerman from Pexels via https://www.pexels.com

Mudah mengucapkan maaf memang akan membuat hidup merasa lebih tenang, namun dengan catatan kamu memang meminta maaf jika itu adalah kesalahanmu.

Nah, seorang people pleaser akan cenderung mudah mengucapkan maaf meskipun untuk hal yang tidak ia lakukan, hal itu dikarenakan ketakutannya jika ia dilihat sebagai orang yang tidak baik oleh orang lain.

Meminta maaf untuk orang lain bukan berarti kamu melindunginya, namun justru tindakanmu itu akan membuatnya lepas tanggung jawab. Hal ini akan berpengaruh untuk nama baikmu dan akan merugikanmu. Rasa tanggung jawab adalah milik pribadi masing-masing, bukan hanya milikmu seorang.

5. Prioritaskan kebahagiaanmu

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via https://www.pexels.com

Kebahagiaanmu itu penting. Mengingat kebahagiaan bukanlah hal yang bisa dicari tetapi kamu ciptakan sendiri. Jika kamu selalu mengharapkan kebahagiaan dari pujian dan pengakuan dari orang lain setelah membantu mereka, itu bukanlah kebahagiaan yang sesungguhnya.

Kamu tidak bisa memaksakan respon orang lain terhadap apa yang kamu perbuat. Jika ternyata orang yang kamu bantu sulit untuk puas dengan pekerjaan kamu, kapan giliran kamu untuk bahagia? Karena itu, carilah kebahagiaanmu sendiri tanpa perlu membutuhkan orang lain. Karena bahagiamu adalah tanggung jawabmu sendiri.

“Bahagia itu tanggung jawab masing-masing” Kale – NKCTHI

Menolong orang lain memanglah perbuatan yang baik. Namun, kamu tidak perlu berlebihan untuk melakukakannya, bahkan sampai merelakan diri sendiri. Tanamkan dalam hatimu, kamu bukanlah alat pembahagia orang lain dan juga menolak bukanlah hal yang jahat. Sadarkan dirimu bahwa kamu hidup bukan untuk orang lain namun dengan orang lain.

Jadi, itu tadi beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk bisa berhenti menjadi seorang people pleaser. Semoga kamu bisa menjadi pribadi yang cukup tegas untuk memberikan dirimu sendiri kebahagiaan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mahasiswi yang nekat merantau di Jogja

CLOSE