Hidayah itu memang mahal. Tidak sembarang orang bisa beruntung mendapatkannya. Ada yang sekadar menunggu. Ada juga yang berupaya keras mencari dan menjemputnya. Mungkin di antara kita ada yang sudah pernah diketuk oleh hidayah namun belum mulai melangkah karena masih ragu? Ada yang berniat namun belum membulatkan tekad. Berhijrah adalah proses untuk menjadi lebih baik. Untuk memperbaiki kesalahan dan bangkit dari masa lalu buruk. Namun bagaimana jika setelah berhijrah kita justru melakukan kesalahan-kesalahan baru?

1. Merasa sudah baik sampai-sampai tidak sadar sedang riya'. Hati-hati, lho

Kesalahan yang satu ini sangatlah halus dan sulit dideteksi oleh orang lain. Karena saking halusnya beberapa tidak sadar jika tengah melakukan kesalahan ini. Selain merupakan kesalahan, riya' juga termasuk penyakit hati yang berbahaya lho! Karena dampaknya akan menodai amalan ibadah yang sudah kita lakukan dan membuat pahala hangus begitu saja. Wah, sayang banget ya jika sudah berusaha lebih baik namun jadi sia-sia karena pamer?

2. Merasa lebih tahu malah jadi sok menghakimi orang lain

justice_1

justice_1 via http://rsf.org

Advertisement

"Padi semakin berisi semakin merunduk."

Kita juga harusnya semakin berilmu semakin rendah hati kan? Jangan sampai karena merasa lebih mengerti akhirnya kita menghakimi orang lain sesukanya. Mungkin menurutmu orang lain salah, tapi memojokkannya justru akan mengecilkan hatinya. Bahkan jika kamu berlebihan dalam menyalahkannya justru dia akan semakin pesimis untuk mendapat ampunan. Buatlah dia yakin bahwa Allah Maha Pengampun dan bantulah dia untuk menjadi lebih baik juga.

3. Tidak toleran, nggak banget!

conflict-1200x518

conflict-1200×518 via http://reformedbeginner.net

Masalah yang satu ini sering kali dikaitkan dengan mereka yang sudah berhijrah namun dianggap terlalu militan. Nah, inilah uniknya dunia. Jutaan manusia yang berbeda prinsip disatukan dalam sebuah lingkungan. Jika seorang atau sekelompok telah kukuh dengan pendapatnya, maka biarkan saja mereka melakukan apa yang mereka yakini tanpa harus mengorbankan kerukunan antar sesama. Jangan sampai kita mematahkan kedamaian hanya karena merasa keyakinan kita lebih suci.

4. Berdebat boleh, tapi tetap menghargai pendapat orang lain ya

Advertisement

Yang satu akan jadi gawat jika tidak segera kamu sudahi. Niatnya untuk memahamkan orang lain, namun karena argumenmu disanggah dengan teori yang berbeda alhasil timbulah perdebatan. Bolehlah kamu ingin membagi ilmu yang baru kamu dapat. Tapi bukan dengan cara perdebatan ya! Sampaikan saja kebenaran itu. Untuk urusan diterima atau tidak biar jadi pilihan mereka saja.

5. Intinya, jangan jadikan hijrahmu sebagai ajang untuk bergaya saja, ya

Semoga bukan kamu ya yang menjadikan hijrah sebagai ajang untuk bergaya dengan penampilan yang lebih alim. Mungkin tidak sekasat mata riya', tetapi ini juga bisa menjadi buah.dari pamer tersebut. Bolehlah tetap memberi perhatian pada detil busanamu, namun jangan sampai ada niatan untuk dinilai orang semata ya! Semua harus kembali pada dasar dan kewajiban atas berubahnya dirimu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya