Hidup adalah pilihan. Akan menjadi apa dirimu di masa depan, ditentukan dari pilihan yang kamu ciptakan hari ini. Pun dengan perkara menjalani hidup dalam kesendirian. Nama lainnya sih, belum memiliki pasangan. Jika kamu cerdik mengakali, rasa sepi tak perlu ditangisi.

Nah, daripada bergelung dengan duka dan nestapa, akan lebih berfaedah jika kamu mencoba meningkatkan kualitas diri. Seperti kata pepatah, jodoh adalah cerminan diri. Maka, berusahalah untuk memantaskan diri. Karena kelak, semesta akan merestui kehadiran pasangan di sisi. Hanya perkara waktu kok. 

1. Paripurna menerima diri sendiri, secara penuh dan utuh

Love your self

Love your self via https://unsplash.com

Sebelum memberi cinta dan hati pada orang lain, sajikanlah diri sendiri sebuah cinta yang utuh. Dengan mencintai diri sendiri, menerima segala kurang dan lebih dalam dirimu, kelak akan membawamu menemukan sebuah ketenangan. Ketenangan bahkan saat tak kau dapati cinta yang serupa besarnya tak dia beri.

Advertisement

Bagaimana seseorang akan memberikan cintanya pada orang lain, bahkan untuk mencintai dirinya sendiri pun ia tak bisa. Maka, mulailah hargai dirimu sendiri. Karena, saat tak seorangpun mencintai dirimu, masih ada dirimu sendiri untuk mencintai sosokmu yang luar biasa.

2. Melatih dan mengelola emosi

Self awareness demi kesehatan mental

Self awareness demi kesehatan mental via https://unsplash.com

Emosi manusia beragam. Kalau menurut para pakar psikologi, mengelola emosi itu tidak mudah dan harus diajarkan. Terkadang, seseorang kurang tanggap dalam mengenal emosinya sendiri. Sehingga, tidak ada afirmasi yang baik terhadap diri sendiri. Buntutnya, dalam bekomunikasi dan menjalin hubungan interpersonal pun, seseorang bisa saja keliru dalam bersikap.

Oleh sebab itu, daripada berkeluh kesah tentang kesendirian yang (mungkin) tak berujung, akan lebih bermanfaat jika waktumu digunakan untuk me-manage emosi. Sehingga, dalam keadaan paling pelik kita dapat dengan tenang menghadapinya dan mengambil hal-hal yang baik.

3. Setting your expectation, hingga harapanmu tak berakhir palsu

Kuncinya, jangan berharap lebih

Kuncinya, jangan berharap lebih via https://unsplash.com

Advertisement

Mengatur ekspektasi merupakan hal penting. Kaitannya dengan bagaimana seseorang mampu mengelola emosi. Meletakkan harapan setinggi mungkin bukan hal keliru. Tetapi jika harapan tersebut tidak tercapai dan seseorang berakhir kecewa dan terluka, akan lebih bijak jika pada awalnya seseorang mengatur ekspektasi tersebut.

Tidak berlebihan dalam berharap dan sewajarnya dalam memimpikan seseorang juga perlu dilatih. Sehingga, tidak ada lagi golongan kaum yang terluka karena harapan yang berujung tenggelam bahkan saat belum sempat diperjuangkan.

Yuk, mulai atur ekspektasi sebijak mungkin.

4. Tingkatkan pergaulan demi networking yang luas

Bertemanlah dengan siapa saja

Bertemanlah dengan siapa saja via https://unsplash.com

Disadari atau tidak, dalam hidup bermasyarakat semua orang membutuhkan pergaulan. Dengan pergaulan, selain banyak informasi yang bisa didapat tidak menutup kemungkinan kita juga bisa memperoleh banyak pengalaman.

Dengan bergabung bersama komunitas ataupun organisasi, kita bisa melihat sisi lain kehidupan. Siapa tahu saja kan, satu di antara komunitas atau organisasi itu membawamu menemukan seseorang yang mengakhiri pahitnya kesendirian?

5. Memberi tanpa berharap kembali

Bersyukur untuk bahagia

Bersyukur untuk bahagia via https://unsplash.com

Hanya memberi tak harap kembali. Kiranya petikan lagu anak-anak ini sudah sering didengar oleh banyak orang. Lantas, apakah kita sudah berusaha memenuhinya? Mungkin iya, atau mungkin juga tidak.

Tapi bukan hal yang bisa diabaikan loh. Dengan banyak memberi tanpa pamrih, kita juga sekaligus belajar me-manage ekspektasi. Pada akhirnya, kita tengah dilatih menjadi sosok yang sabar dan ikhlas dalam bersikap, berkelakuan, dan berkarya.

Yuk, jadi pribadi yang lebih positif yang pandai mengelola diri. 

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya