Tak selalu mulus, terkadang Tuhan membentuk karakter kita lewat kesulitan-kesulitan yang memilukan itu.

Jalan ku bukanlah jalanNya. Apa yang ku anggap baik bagi hidupku nyatanya Ia belokkan diluar dugaanku, ah benar-benar mengejutkan. Namun ketika jalan itu dibelokkan, pilihan hanya ada satu, yakni mengikuti panggilanNya.

Setiap orang tentunya memiliki mimpi tentang apa yang akan dicapai dan pengen berhasil di masa mendatang. Akupun demikian. Mimpi besar itu ku awali ketika aku duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Berbeda dengan SMP jaman now yang rentan sibuk berpacaran, SMP zaman old ku dulu berbicara tentang mau jadi apa kita setelah besar. Mimpi itu cuman satu, aku mau jadi pengacara.

Nyatanya mimpi itu kandas ketika Tuhan membelokkan jalanku dimana aku lulus SMP dan melanjut ke SMK jurusan administrasi yang dulu masih dianggap remeh sebagian masyarakat. Tak pernah sekalipun terlintas dibenakku untuk melanjut pendidikan disana. Aku serasa dikutuk oleh Tuhan ketika hasil nilai Ujian Nasional ku tidak memadai untuk melanjut ke SMA. Saat itu aku berpikir kalau Tuhan telalu kejam membuang aku. Bagaimana mungkin aku yang termasuk siswi berprestasi di SMP ku dulu masuk kesana dan aku merasa diremehkan oleh teman-temanku. Ah itu lah pemikiran-pemikiran dan gengsi yang pernah ku miliki.

Awal aku memasuki masa SMK aku membangun mimpi itu dari awal dan berbeda dari mimpi SMP ku dulu. Akhirnya aku menyelesaikan studi ku dengan diproses selama tiga tahun melalui perdebatan antara batin yang tidak siap menerima kondisi saat itu. Aku pun lulus dan ingin melanjutkan kuliah jurusan hukum di pulau Jawa.

Lagi-lagi Tuhan membelokkan jalanku. Aku lulus jurusan administrasi di Pekanbaru. Aku kembali membangun mimpi itu dari awal. Hal yang kerap kali ku alami adalah jatuh bangun membangun mimpi itu. Empat tahun dibentuk lagi rasanya sangat menyakitkan. Dan sekarang setelah aku lulus sepertinya Tuhan hendak membelokkan jalanku lagi. Entahlah, aku hanya punya satu pilihan yakni mengikuti panggilanNya.

Proses pembentukan yang paling memililukan itu kualami sekitar 7 tahun dan aku mendapatkan hadiah dari-Nya. Hadiah itu adalah hasil pembentukan karakter yang ku peroleh.

1. Setiap kesulitan yang ku hadapi mengajarkan aku untuk selalu bersyukur

Gratefulness can make the new year happy

Gratefulness can make the new year happy via https://www.nealsyardholidays.com

Dari pada mengeluh mending pilih untuk bersyukur. Mengapa? Karena mengeluh membuatmu semakin jatuh, terbeban, tak semangat bahkan frustasi, sedangkan bersyukur memberimu kekuatan dan semangat baru.

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

2. Aku dibentuk sedemikian rupa sehingga menjadi pribadi yang tangguh.

Pemenang atau Sang Juara?

Pemenang atau Sang Juara? via https://efeendy-putera.blogspot.co.id

Advertisement

Setiap hal dan setiap saat sebenarnya adalah proses pembentukan karakter. Namun yang paling terasa adalah ketika karakterku diuji selama 7 tahun berturut-turut. Aku sangat bahagia karena akhirnya aku tidak lagi menjadi orang yang lemah dan suka menyalahkan Tuhan atas hal yang terjadi di hidupku.

Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu.

3. Terbiasa menghadapi berbagai kesulitan, aku belajar mencari solusi atas setiap masalahku

How to ask question

How to ask question via https://www.linkedln.com

Pengalaman adalah pelajaran yang paling berharga. Dari pengalaman kita bisa belajar untuk bangkit dan memperbaiki diri. Sama halnya ketika sudah terbiasa menghadapi berbagai kesulitan maka itu membantu kita untuk mencari solusi demi solusi. Ketika di masa mendatang diperhadapkan dengan kesulitan yang sama, tenang saja karena solusi dimasa lalu telah ada. Namun ketika muncul permasalahan yang baru, dorong dirimu untuk mencari solusinya.

Advertisement

Untuk dapat menemukan solusi diperlukan hikmat dan kebijaksanaan. Mintalah maka akan diberikan kepadamu.

4. Kisah ku juga ternyata mampu menolong orang lain

Lift others to lift yourself

Lift others to lift yourself via https://www.linkedln.com

Masing-masing kita tentunya memiliki permasalahan yang berbeda. Ada yang menilai bahwa permasalahannya lebih besar dari permasalahanku, demikian juga sebaliknya. Sama halnya seperti belajar dari pengalaman sendiri, ternyata belajar dari pengalaman orang lain juga diperlukan untuk memberi kekuatan.

Jika aku bersedia membagikan kisahku, orang lain bisa tertolong dan merasa dikuatkan. Jangan enggan untuk berbagi dengan orang-orang di sekitarmu.

5. Kalau Tuhan mau membelokkan jalanku lagi, aku siap

Jalan masih panjang

Jalan masih panjang via https://www.kalimantanpers.com

Ini ibartakan seperti komitmen. Iya, komitmen yang ku yakini akan membawa ku pada suatu kisah kesulitan yang baru. Kembali lagi ke awal, hasil dari setiap kesulitan itu adalah untuk membentuk karakter ku. Tentu aku ingin jalan yang mulus tapi ketika dibelokkan lagi, aku telah siap karena selalu ada jalan yang disediakan-Nya.

Yang ku yakini jalan di depan masih panjang. Dan setiap jalan pasti ada ujungnya. Kalaupun tidak, selalu ada alternatif yang lain.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya