Semakin bertambahnya usia, kita menyadari beberapa hal. Di mana kita tidak bisa lagi seperti layaknya menjadi anak sekolah. Yang masih bisa main ke mana saja-seenaknya kita. Seiring berjalannya waktu juga kita menyadari bahwa semakin dewasa, kita tidak bisa melakukan segalnya hanya dengan kekuatan saja. Ada waktu dimana kita harus merelakan salah satunya. Bukan berarti berlaku egois. Hanya saja sebagai manusia biasa kita juga adalah manusia yang tidak pernah luput dari rasa lelah karena terus mencoba mendahulukan kepentingan manusia lainnya. Ada saatnya untuk melakukan salah satunya dan dikesempatan lain melakukan yang selanjutnya. Tidak semuanya bisa kita lakukan dalam waktu yang bersamaan.

Karena itulah waktu terasa sangat cepat dan jiwa terasa semakin lelah. Beberapa alasan berikut ini mungkin kita rasakan bersama~

1. Di saat sakit, mereka tidak akan banyak bertanya, namun akan memberikan pertolongan pertama layaknya insting sebagai orangtua

Saat dini hari perut terasa mual, bahkan tidak karuan siapa yang pertama kali kita panggil? ibu atau ayah kita bukan? mereka akan cekatan meracik obat tradisional andalan mereka. Dan keesokan harinya, atau bila memang tidak bisa ditangani sendiri, mereka akan segera membawa kita ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Advertisement

Bukan banyak bertanya, kenapa? Kok bisa begini? Atau yang lainnya. Yah, rasanya tidak ada yang bisa peduli seperti ini selain mereka. Tanpa drama atau kepura-puraan menghkhawatirkan kondisi kita.

2. Di saat kita sendirian, sebenarnya mereka ingin kita menyadari bahwa mereka akan selalu ada meski di waktu kita sibuk sekalipun

Pernahkah kalian menyadari ketika semakin dewasa kita, semakin pula satu per satu teman-teman kita menikah, merantau dan kuliah di luar kota, sehingga sekarang kita cenderung lebih sering sendirian. Mungkin bagi sebagian dari kita yang memang menyukai segala sesuatu sendiri bukanlah hal yang menakutkan-sudah menjadi hal biasa.

Maka dari itu sebenarnya mereka sangat merindukan kita memiliki waktu bersama mereka. Justru itulah waktu yang sangat ditunggu mereka. Membuktikan bahwa mereka akan selalu ada meskipun satu per satu teman-teman kita kini menjauh dari diri kita. Bahkan di saat sibuk-sibuknya kita.

3. Ketika deadline pekerjaan semakin menumpuk, saat itulah rasanya kita ingat rumah dan ingin rebahan sejenak saja

Lelah bekerja

Lelah bekerja via https://www.pexels.com

Advertisement

Hari senin kembali lagi. Dari sejak pagi rasanya pekerjaan justru tidak bisa diajak kompromi. Apalagi ditambah dengan rekan kerja atau pun atasan yang tidak seirama dengan kita. Rasanya membuat lelah dan ingin pulang saja. Rasa marah dan ingin memangis menumpuk dalam dada kita. Terlintas bayangan dimana saat kita kecil belum merasakan dunia kerja.

Saat di mana ketika kita menangis ibulah yang pertama menenangkan kita. Lantas jika seperti ini siapa yang akan menenangkan? Rasanya lagi-lagi ingin rebahan dan memeluk ayah atau ibunda di rumah saja.

4. Sebenarnya tempat curhat teraman adalah pada orangtua kita. Hanya saja entah kenapa selalu mereka yang menjadi ke sekian kalinya

Bercerita pada ibu

Bercerita pada ibu via https://www.pexels.com

Meskipun jarang sekali bercerita dengan ibu atau ayah kita di rumah, namun disat kita menceritakan masalah atau kebahagian kita rasanya pasti akan beda. Ada ketenangan yang berbeda. Entah hanya saya atau mungkin juga dari kalian juga merasa. Karena menurut saya pribadi menceritakan pada orangtua lebih aman dan tanpa bisa dimanipulasi atau disebarkan oleh orang lain.

Mereka tidak akan pura-pura drama percaya atau pun memberi nasihat. Justru mereka akan bahagia jika melihat anak-anaknya lega dalam pelukan mereka meskipun dalam keadaan menangis atau pun kekecewaan sekalipun.

5. Di saat seluruh makhluk dunia mengecewakan, pulanglah! Karena sebaiknya-baiknya tempat meletakkan lelah adalah orangtua dan juga rumah

Rumah juga merindukanmu

Rumah juga merindukanmu via https://www.pexels.com

Ketahuilah, rumah juga merindukan kita. Merindukan ketika kita bangun kesiangan. Merindukan ketika kita bercanda dengan keluarga. Merindukan ketika seharian kita bermalas-malasan di depan televisi saja. Merindukan saat kita terkadang bertengkar dengan saudara. Merindukan kita untuk pulang dari segala kelelahan menghadapi kekecewaan dan ketidakadilan dunia. Pulanglah! Mereka menuggu kita sekarang di rumah.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya