Sebagai pasangan muda yang sedang berproses mempertahankan hubungan demi ke jenjang berikutnya, halangan dan rintangan tak akan henti menghadang. Mereka akan terus datang tanpa diduga. Mereka akan terus mengusik. Beruntungnya diriku bisa bertemu kamu yang tetap sudi mencintaiku dan melakukan hal-hal ini demi suburnya hubungan ini. Kini aku tahu kalau kita tak hanya sekedar menjalani hubungan yang main-main, dari sini kita berkembang. Terima Kasih, sayang. 

1. Terima Kasih Karena Berusaha Tak Mengabaikan Hubungan Ini Atas Nama Kesibukan atau Jarak

Tidak ada kata sibuk untuk kita bertemu via http://askdianne.com

Aku pernah begitu patah hati ketika diabaikan mengatasnamakan kesibukan atau jarak. Ya, setiap manusia punya urusan lain dan berhak sibuk. Benar jika hubungan seperti ini sudah pasti akan lebih sering dipisahkan jarak. Tetapi bagiku, kesibukan dan jarak bukanlah alasan yang baik untuk mengabaikan orang yang kita sayangi.

Terima kasih karena kita selalu mau berusaha untuk saling ketika jarak dan kesibukan mendera hubungan ini. Bahagianya jika kita rindu baik aku ataupun kau tak gengsi untuk menghubungi duluan. Bahkan begitu melegakan ketika kita menyamakan jadwal yang padat hanya untuk bertemu 1 atau 2 jam saja. Jangan pernah kalah dengan kesibukan dan jarak ya!

2. Terima Kasih Karena Berusaha Untuk Saling Selalu Ada

Pasangan harus saling bantu kan ya? via http://rebloggy.com

Advertisement

Tidak memungkinkan memang jika kita selalu ada satu sama lain. Bukan itu poinnya. Tapi ketika kau dan aku menunjukkan usaha untuk saling membantu ketika salah satu dari kita butuh dibantu. Tak peduli kau laki-lakinya dan aku perempuannya, siapapun yang mampu membantu, maka itu akan kita kerjakan.

Kau masih ingat ketika aku kelelahan dan dengan ringannya kamu memijat punggungku? Aku pun masih ingat ketika aku harus mengantarmu ke terminal karena kau harus segera pulang ke rumah orang tuamu. Terima kasih karena kita tak perlu hitung-hitungan dalam membantu satu sama lain.

3. Terima Kasih Karena Berani Menjadi Menyebalkan dan Apa Adanya

sebel tapi bikin kangen~ via https://steemit.com

Gengsi adalah hal yang jauh dari kamus hubungan kita, bukan? Aku pernah berpikir ketika mencintai seseorang, maka akan mudah untuk diri ini menerima segala hal yang ada di diri orang yang kita cintai. Ternyata aku salah. Aku tidak mau naif jika menerima kekurangan orang lain meskipun kita sangat mencintainya adalah hal yang sulit. Tapi lagi-lagi kita tak mau mengalah untuk tidak jadi apa adanya.

Kau pernah ketiduran ketika aku sedang menangis di telepon karena masalah yang sedang aku alami dan setelahnya aku jadi kesal juga marah. Tapi setelah kejadian itu, aku tetap bisa mencintaimu kembali tanpa berpikiran kau tidak cinta padaku karena kejadian itu. Kau menyebalkan sih, tapi ketiduran kan manusiawi juga :p Terima Kasih karena menjadi pribadi yang menyebalkan dan aku cintai setelahnya.

4. Terima Kasih Telah Melibatkanku di Lingkunganmu

me and his family via http://www.summitcove.com

Mendapatkan kasih sayang darimu saja sudah membuatku bahagia, apalagi jika teman-teman juga keluargamu peduli padaku. Kau dengan begitu saja membiarkanku masuk dan mengenal mereka. Ketika laki-laki lain risih jika perempuanya ikutan hangout bersama teman-temannya, tidak pula denganmu. Memang cuma sekali-sekali karena kau mengerti jika aku paham kalau laki-laki terkadang butuh berkumpul tanpa perempuannya juga.

Kau juga tidak ragu menceritakan hari-hari yang kau jalani denganku di depan kedua orang tuamu. Kau lagi-lagi dengan ringannya membiarkanku punya sedikit andil untuk menghubungi keluargamu ketika kau tak bisa leluasa melakukannya. Terima kasih karena telah memberikan keluarga baru untukku.

5. Terima Kasih Karena Selalu Jujur dan Mencintaiku dengan Segala Kerumitanku

Terima kasih mencintai kerumitanku via http://askdianne.com

Perempuan itu memang rumit. Aku akui bahwa aku adalah perempuan yang rumit. Aku ceroboh dan terkadang asal-asalan. Dengan segala hal tersebut, kau tak mundur teratur dan menyerah. Kau akan bilang tidak suka dengan tindakanku atau hal sepele seperti ketika aku malas merawat wajahku yang mulai kusam tanpa nada merendahkan.

Terima Kasih karena tak pernah melunturkan cintamu karena kerumitanku sebagai perempuan. Terima kasih juga untuk kejujuran yang belum tentu laki-laki lain bernyali melakukannya. Aku tahu kau begitu karena untuk kebaikan diriku bahkan hubungan ini.