Terima Kasih Mantan. Berkatmu, Aku Menjadi Pecandu Jalan Sendirian Alias Solo Traveler

Pengalaman pertama menjadi solo traveler dan 6 hal yang harus kamu perhatikan saat memulai traveling

Mungkin sulit dipercaya, ketika banyak perempuan memilih terpuruk saat tahu kekasihnya menikah dengan wanita lain, sementara aku justru ‘banting-setir’ menguji nyali menjadi solo traveler. Boleh dikatakan itu adalah caraku mengobati patah hati, bisa dibilang aku benar-benar tidak peduli, atau menjadi solo traveler merupakan caraku mengekspresikan betapa kecilnya dunia hanya untuk ditangisi.

Tidak aku pungkiri ternyata mantan membawa begitu besar perubahan dalam hidupku. Bukan, bukan pada bagian terpuruk karena aku tidak pernah menyempatkan diri untuk jatuh tersungkur oleh perasaan, bukan pula merana atau susah move on. Tapi kekecewaan yang beliau guratkan pada hati malah membantuku menjelma jadi sosok perempuan yang lebih berani. Berkatnya, berkat kesakitan itu, aku mampu menjelajahi kota-kota dan tempat-tempat yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya.

Awal mula melakukan solo traveling seringkali muncul perasaan cemas, seperti perjalanan ini bakal baik-baik saja nggak ya atau aman nggak ya jalan sendirian. Perasaan itu tidak hanya muncul di awal, tapi mengekori hingga perjalanan-perjalananku berikutnya. Eits, wajar sekali perasaan khawatir dan cemas wajar tiba-tiba hadir. Cara mensiasatinya, kamu harus kembali pada niat awalmu melakukan perjalanan. Bulatkan niat, kencangkan tekad, dan kuatkan perbekalan.

Berdasarkan pengalamanku melakukan solo traveling lokal, inilah 6 hal penting yang harus kamu perhatikan saat memulai traveling sendirian.

ADVERTISEMENTS

1. Coba buat itinerary atau rangkaian perjalanan. Meski cuma coret-coretan, setidaknya perjalananmu jelas ujung-pangkalnya

Foto oleh Dominika Roseclay dari Pexels

Foto oleh Dominika Roseclay dari Pexels via https://www.pexels.com

Sebenarnya sah-sah saja jika kamu enggan menyusun itinerary atau rencana perjalanan. Tidak ada yang salah. Tapi akan jauh lebih baik bila kamu membuatnya meski hanya coret-coretan saja atau mungkin di tengah perjalanan ada sedikit tambahan tempat yang harus dikunjungi.

 

Hal ini sangat berguna bagi kamu untuk mengefisienkan waktu. Terkadang, kita panik sendiri saat tidak ada itinerary—tempat mana dulu nih yang harus gue kunjungi atau dari tempat ini gue harus ke tempat B atau C ya?

ADVERTISEMENTS

2. Siapkan uang tunai yang cukup agar memudahkanmu dalam segala urusan transaksi

Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels

Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels via https://www.pexels.com

Walaupun sekarang zamannya serba canggih, di mana kamu bisa membayar tagihan hanya sekali klik mobile banking atau ketika kamu tidak membawa uang tunai, kamu masih bisa membayar bill melalui aplikasi di handphone.

 

Namun kenyataannya, belum semua daerah secanggih itu.

Maka dari itu, kamu wajib membawa uang tunai yang cukup supaya nggak ribet saat melakukan transaksi jual-beli dan lain sebagainya.

ADVERTISEMENTS

3. Sebelum berangkat, cari tahu terlebih dahulu mengenai seluk-beluk daerah yang akan kamu kunjungi.

Foto oleh Farhan Abas dari Pexels

Foto oleh Farhan Abas dari Pexels via https://www.pexels.com

Tidak ada salahnya kamu mencari tahu terlebih dahulu daerah atau kota yang ingin kamu kunjungi. Hal ini tentu saja sangat berguna, lho.

Pertama, untuk memastikan bahwa di sana keamanannya terjamin. Kedua, ramah transportasi umum atau tidak untuk pengunjung luar.

 

Ketiga, penduduknya ramah turis atau tidak sehingga kamu bisa menyiasati diri ketika ada sedikit kendala. Keempat, memastikan tempat-tempat yang akan kamu datangi, seperti misalnya jadwal buka dan tutupnya suatu destinasi.

ADVERTISEMENTS

4. Pahami do and don’t daerah yang kamu kunjungi tersebut

Foto oleh Maxime LEVREL dari Pexels

Foto oleh Maxime LEVREL dari Pexels via https://www.pexels.com

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Oleh karenanya, manfaatkan koneksi internetmu untuk mengetahui seluk-beluk do and don’t atau apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan di daerah tersebut. Seperti, pada saat kamu berkunjung ke Bali maka tutur kata harus dijaga dan jangan menginjak canang.

 

Atau, ketika kamu mengunjungi tempat-tempat tertentu hendaknya berpakaian rapih dan dalam keadaan suci, dan sebagainya.

 

Meski kita masih satu bagian Indonesia, tetap saling hormat-menghomati.

ADVERTISEMENTS

5. SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) dengan penduduk setempat perlu dilakukan. Mintalah rekomendasi dari mereka mengenai tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi

Foto oleh Farhan Abas dari Pexels

Foto oleh Farhan Abas dari Pexels via https://www.pexels.com

Bagian terseru dari perjalanan solo traveling yang aku lakukan adalah berinteraksi dengan penduduk lokal. Berinteraksi tidak hanya saling bertegur sapa, mengangguk hormat atau saling tersenyum tetapi juga berbincang-bincang.

 

Dari berbincang cukup panjang lebar itulah, aku bisa banyak tahu tentang kebiasaan, tradisi bahkan kesulitan ekonomi yang masyarakat lokal alami.

 

Tak hanya itu saja, aku juga bisa mendapatkan rekomendasi tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi. Semisal, tempat makan yang menyajikan makanan ekstrem atau tempat wisata yang sangat menguji adrenalin.  Kamu pun bisa, maka jangan lewatkan SKSD dengan penduduk setempat.

ADVERTISEMENTS

6. Untuk berjaga-jaga, bawa perlengkapan perlindungan diri dari kejahatan

Foto oleh Fotografer Wedding Jogja dari Pexels

Foto oleh Fotografer Wedding Jogja dari Pexels via https://www.pexels.com

Waktu itu, kebetulan, aku pernah mengikuti kelas karate dan sudah diajarkan beberapa teknik mendasar serta teknik membela diri. Tapi kamu tidak perlu ikut kelas karate baru setelahnya melakukan solo traveling. Berjalanlah mulai dari sekarang! Caranya, kamu bekali diri dengan perlengkapan perlindungan diri agar terhindar dari kejahatan.

 

Misal, bawa larutan cabai dan lada yang sudah kamu taruh ke dalam wadah spray atau yang seringkali aku lakukan yaitu tidak pernah lupa menyematkan beberapa jarum pentul di tas backpack—kalian tahulah fungsinya selain untuk kerudung.

 

Itu saja beberapa hal penting yang harus kalian perhatikan. Semoga, pengalaman pertamaku melakukan solo traveling dapat menginspirasi kalian untuk melakukan hal yang sama. Tidak ada kata terlambat untuk sebuah perjalanan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

selalu ingin belajar menulis