Antara Cinta dan Ambisi, Dua Hal yang Tak Bisa Bersatu dan Menjadi Inti dari Film

Film "Yowis Ben" adalah film yang 80 % dialognya menggunakan bahasa jawa pertama di Indonesia. Diproduksi oleh Starvision Plus, film hasil ide dari Bayu Skak ini menyajikan kota Malang sebagai lokasi syutingnya. Tentunya hal ini sangatlah positif mengingat saat ini banyak anak muda yang mulai melupakan bahasa daerah mereka.

Meskipun ber-genre komedi, film ini sangat layak untuk ditonton khususnya oleh anak muda karena memiliki nilai-nilai positif di dalamnya. Apa saja sih pelajaran yang bisa kita dapat dari film "Yowis Ben"? Simak artikel berikut ini!

1. Ketika Ambisimu Sudah Tercapai, Jangan Lupakan Orang-Orang yang Telah Berjuang Bersamamu

Yowis Ben

Yowis Ben via http://youtube.com

Di film "Yowis Ben", ada tiga orang anggota yang masing-masing punya ambisi sendiri-sendiri. Mereka berjuang bersama untuk mewujudkan ambisi tersebut dengan membentuk sebuah band. Salah satu dari mereka yang bernama Bayu memiliki ambisi bisa mendapatkan hati cewek yang ia idamkan di sekolah.

Ketika band mereka mulai terkenal, Bayu berhasil mewujudkan ambisinyanya. Namun sayang, justru itu yang membuat Bayu mulai melupakan teman-temannya sehingga ia dipandang egois oleh teman-temannya.

Advertisement

Akhirnya Bayu harus memilih di antara dua pilihan yang cukup berat, yakni antara cinta yang sudah ia dapat atau perjuangan yang telah ia lakukan demi terwujudnya ambisi itu.

2. Gagal di Percobaan Pertama itu Biasa

Yowis Ben

Yowis Ben via http://youtube.com

Yowis Ben gagal di lomba band yang mereka ikuti pertama kali. Namun mereka tidak menyerah. Mereka melakukan cara lain supaya band mereka bisa dikenal orang. Salah satunya adalah dengan membuat video klip di youtube. Mereka pun patungan untuk membeli kamera dan mulai meng-upload video klip mereka ke Youtube.

Alhasil, "Yowis Ben" mulai dikenal orang-orang dan mereka pun sukses berkat kerja keras mereka.

3. Jangan Mau Dikenal Orang Karena Tampang, Tapi Dikenallah Karena Karya

Yowis Ben

Yowis Ben via http://youtube.com

Advertisement

Tokoh Nando di film ini memiliki wajah yang tampan dan disukai oleh para wanita di sekolah. Namun ia tidak mau dikenal hanya karena memiliki wajah yang tampan, ia ingin dikenal karena karya. Akhirnya Nando ikut bergabung dengan "Yowis Ben" bersama Bayu, Doni, dan Yayan.

Nando pun membuktikan kepada teman-temannya bahwa ia memang jago bermain piano dan menghasilkan karya.

4. Tidak tumbang ketika diremehkan, dan tidak sombong ketika dibanggakan

Yowis Ben

Yowis Ben via http://youtube.com

Ketika Bayu hendak mencari personil untuk "Yowis Ben", ia diremehkan oleh teman-temannya. Alhasil, "Yowis Ben" sukses dan terkenal. Namun, Bayu dan teman-temannya di "Yowis Ben" tidak sombong meskipun mereka terkenal.

5. Melupakan yang Sudah Lalu

Yowis Ben

Yowis Ben via http://youtube.com

"Yowis Ben" artinya ya sudahlah. Bayu dan kawan-kawan memiliki filosofi bahwa yang sudah lalu biarlah berlalu. Masalah yang selama ini membuat hubungan mereka renggang akibat keegoisan Bayu yang sudah mendapatkan hati cewek yang ia idamkan berakhir ketika mereka saling mengakui kesalahan dan memaafkan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya