Tertarik Diet yang Viral? Hati-hati, Baca 6 Poin Ini Dulu Sebelum Ikutan!

Review Buku Diet Tya Ariestya

Sebagai wanita tentunya pernah membayangkan ingin memiliki berat badan ideal, tubuh langsing, dan ramping. Baru-baru ini ada sebuah diet kontroversial yang dibagikan oleh Tya Ariestya, salah satu artis Indonesia. Di bukunya, Tya mengklaim diet yang ia lakukan dapat menurunkan berat badan sebanyak 22 kg selama 4 bulan.

Tapi apakah diet ini baik untuk kamu? Baca dulu tips-tips di artikel ini!

Advertisement

1. Cek dulu pendapat ahli

Photo by Fasty Arum Utami on Gizigo

Photo by Fasty Arum Utami on Gizigo via https://gizigo.id

Diet Tya memunculkan banyak kontroversi dan tanggapan dari banyak dokter maupun ahli gizi. Salah satu ahli gizi yang yang berusaha meluruskan berbagai hal yang dirasa kurang tepat dari diet tersebut adalah Fasty Arum Utami, S.Gz, M.S.

Fasty adalah seorang ahli gizi yang telah menyelesaikan pendidikan S2 di Taipei Medical University dan saat ini aktif sebagai ahli gizi, dosen dan auditor makanan di berbagai instansi. Berdasarkan tanggapan Fasty terhadap buku The Journey of Fit Tya Ariestya, ada beberapa poin yang akan kita bahas selanjutnya,

Advertisement

2. Buku The Journey of Fit adalah jurnal diet pribadi

Foto Buku Diet Tya

Foto Buku Diet Tya via https://shopee.co.id

Buku yang diterbitkan ialah jurnal pribadi yang disusun, dicetak, dan didistribusikan secara mandiri. Oleh sebab itu, tidak terdapat editor maupun ISBN (International Standard Book Number) pada buku. 

Fasty mengungkapkan adanya pernyataan yang bertentangan. Misalnya pada chapter 2 buku mengungkapkan bahwa menu makanan yang dibuat khusus untuk penulis. Apabila ada yang mengikuti dietnya diharapkan menyesuaikan dengan kondisi masing-masing. 

Advertisement

Sementara pada bab 6 ditunjukkan beberapa followers penulis yang mengikuti pola diet penulis tanpa diketahui ada atau tidaknya penyesuaian terhadap kondisi tubuh dan pengawasan ahli. 

Menurut Fasty sebagai ahli gizi, kebutuhan energi setiap orang berbeda-beda didasarkan pada usia, jenis kelamin, berat badan, dan aktivitas fisik. Fasti juga menyarankan bahwa penurunan berat badan tidak hanya sekedar menjadi kurus, melainkan harus ada perhitungan berat badan yang tepat. 

3. Konsumsi sayur dan buah-buahan

Photo by Anna Pelzer on Unsplash

Photo by Anna Pelzer on Unsplash via https://unsplash.com

Konsumsi sayur dan buah merupakan strategi untuk menurunkan berat badan. Keduanya mengandung tinggi air, serat serta rendah densitas energi.

Fasty memaparkan bahwa jarang mengkonsumsi sayur malah akan meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan munculnya penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, dan pembuluh darah. Penjelasan tersebut tentunya membantah isi buku Tya yang menyatakan bahwa sayur dapat memperlambat proses metabolisme yang mengarah pada penambahan berat badan dan mengganggu bakteri dalam tubuh.

4. Tidak harus ayam fillet atau ikan laut

Photo by Elle Hughes on Unsplash

Photo by Elle Hughes on Unsplash via https://unsplash.com

Menurut Fasty, konsumsi sumber protein tidak hanya terbatas pada ayam fillet dan ikan laut saja. Masih banyak sumber protein hewani maupun nabati yang dapat dikonsumsi sebanyak 2-4 porsi setiap harinya. Jenis protein yang dikonsumsi dapat dilihat pada Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 41 Tahun 2014.

5. Konsumsi air putih

Photo by congerdesign on Pixabay

Photo by congerdesign on Pixabay via https://pixabay.com

Fasty sependapat dengan anjuran konsumsi air putih sebanyak 8 gelas setiap hari. Anjuran ini sesuai dengan pedoman dari Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 28 Tahun 2019 mengenai angka kecukupan gizi.

6. Perhatikan jadwal makan, jalan 45 menit, dan pola tidur

Photo by StockSnap on Pixabay

Photo by StockSnap on Pixabay via https://pixabay.com

Jadwal makan berupa 3 kali makan utama dan 2-3 kali selingan. Jadwal makan tersebut dimulai dari sarapan pukul 7 pagi, selingan 10 pagi, dan makan siang pukul 12 siang. Kemudian dilanjutkan selingan pukul 4 sore, dan makan malam pukul 7 malam. 

Fasty menyampaikan bahwa dengan adanya selingan atau snack akan mencegah kita mengkonsumsi makanan berlebihan. Di samping itu, Fasty juga menjelaskan bahwa aktivitas fisik tidak hanya jalan 45 menit. Ada berbagai macam aktivitas fisik yang juga dijelaskan pada Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 41 Tahun 2014. 

Selain aktivitas fisik, istirahat yang cukup juga merupakan bagian dari hidup sehat. Fasty menyarankan agar durasi tidur sebanyak 7 hingga 9 jam setiap harinya serta tidak tidur setelah makan agar pencernaan dapat berjalan dengan baik.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE