Menjadi seorang pejuang kehidupan memang tidak mudah, kita akan selalu dihadapkan dengan sebuah pilihan penuh resiko. Kesedihan juga kesendirian sampai harapan yang perlahan pupus seakan sirna oleh kelelahan hati dan pikiran. Sabar tak kunjung mendatangkan hasil, sedangkan tangan ini tidak mampu membungkam ribuan mulut yang membicarakan tentang diri kita. Rasanya dunia tidak berpihak, rasanya semua harapan hanya nyaring seperti tong. Teruntuk kalian pejuang kehidupan yang sedang memperjuangkan mimpi, meskipun kesedihan hebat dan kelelahan yang tiada tara, ingat selalu 5 hal ini, agar setidaknya kita bisa mengontrol diri untuk tidak sedih berkepanjangan dan terjatuh terlalu dalam.

1. Selalu percaya dan yakin bahwa Tuhan akan menolong kita, sejauh apa pun kesusahan yang kita hadapi saat ini, rayulah Dia dengan doa dan harapan. Jangan pernah berputus asa karena Tuhan tahu kapan harus mengabulkan keinginan hambanya

Berdoa dalam hening via http://wallpapersafari.com

Sudahkah kita dekat dengan-Nya? di saat masalah yang dihadapi begitu berat, di saat tidak ada seorang pun berada di sisi kita, di saat dunia semakin gelap karena keputusasaan. Cobalah untuk berdoa dan merayu-Nya, karena hati ini akan tenang kembali dan merasa kuat tahan banting.

2. Ketika kerja keras merupakan satu-satunya jalan bagi kita untuk meraih impian, teruslah melangkah tak peduli seberapa putus asa dan lelahnya jiwa ini. Karena kita tidak pernah tahu percobaan ke berapa yang akan mengantarkan kita menuju gerbang kesuksesan

Terus bekerja meski pun lelah via http://shutterstock.com

Tak peduli seberapa lelahnya jiwa ini melangkah, tak peduli seberapa jauh dan sakitnya. Sebagai manusia kita tidak diciptakan untuk berhenti, kita diciptakan untuk berubah dan membawa perubahan. Ingatlah, tanpa percobaan Thomas Alva Edison yang ke sekian ribu kalinya, mungkin saat ini lampu tidak akan pernah ada. Begitu pun dengan keadaan kita saat ini, sudah berapa kali kita mencoba lalu menyerah begitu saja? Nikmatilah sakitnya, karena ini adalah seni hidup yang akan mengajarkan kita arti sebuah kesungguhan.

3. Jangan menyimpan dendam atau rasa sakit kepada orang-orang yang telah melupakan kita di saat dalam kondisi terendah hidup ini, anggaplah mereka orang yang akan mendorong kita satu tingkat lebih tinggi, balaslah dengan sebuah kesuksesan

Advertisement

Jangan menyimpang dendam via http://wallpaperswide.com

Sifat alamiah manusia sama seperti halnya semut menemukan gula, ketika manis gula itu akan dikerubungi ratusan koloni yang berebut ingin merasakan manisnya, namun bayangkan jika gula itu berada di air comberan yang bau dan busuk, apakah ada satu mahluk yang akan menjilatinya untuk menikmati rasa manis gula tersebut? Yang harus kita lakukan adalah membayar rasa sakit dan lelah itu dengan sebuah kesuksesan, dengan bukti yang nyata tanpa perlu membalas dan mengoceh, dan di saat kesuksesan itu datang, jangan sekali-kali melihat ke bawah, kepada orang-orang yang telah melupakan dan meremehkan setiap usaha yang kita perjuangkan selama ini.

4. Di saat dalam kondisi terpuruk ini janganlah menjadi orang malas yang menunda-nunda pekerjaan, karena saking putus asanya dengan usaha tanpa hasil. Justru dalam kondisi ini Tuhan ingin melihat usaha kita lebih keras dengan orang kebanyakan

Berjalan di tengah kerumuman via http://shutterstock.com

Karena saking putus asanya membuat kita terpuruk merenung di kamar ditemani lagu yang menyayat hati, please woyy. Jangan terlalu mendramatisir sebuah masalah, yang harus kita lakukan saat ini adalah berjuang semampu dan sebisa kita, janganlah bersedih terlalu larut sehingga menimbulkan efek malas dan menunda-nunda, katanya ingin sukses. Mari kita berbenah diri dan berusaha lebih jauh, lebih banyak dari orang kebanyakan.

5. Terakhir tapi bukan akhir segalanya, sudahkah kita memantaskan diri?

Menjadi pemenang via http://media.dmnews.com

Ketika keberhasilan tak kunjung kita dapatkan, apa yang kita pelajari dari setiap kegagalan tersebut? Kesabaran dan ketabahan? Tentu itu pasti kita dapatkan, tapi yang paling penting adalah pantaskan diri, jika percobaan kesatu gagal, coba dengan eksperimen berikutnya harus lebih baik dengan syarat kita sudah memperbaiki diri serta memantaskan apa yang seharusnya kita dapatkan.

Hmm mungkin itu tips singkat yang bisa saya sampaikan kepada kawan-kawan semua, tulisan ini juga saya hadiahkan untuk diri saya pribadi yang sedang lelah memperjuangkan mimpinya. Harapan saya semoga dengan tulisan ini kalian bisa termotivasi dan tidak terlalu larut dalam sebuah kesedihan, mari kita berjuang bersama-sama, menyongsong masa depan yang lebih baik.