Tetap Cuan Meski Sering Jajan dengan 6 Cara Ini. Dijamin Dompet Anti Boncos!

Siapa nih di antara Sobat Hipwee yang sulit tidur malam? Alih-alih mencoba tidur, malah buka aplikasi e-commerce dan checkout produk-produk yang sebetulnya tidak butuh-butuh amat. Apalagi kalau e-commerce tersebut sedang mengadakan promo besar-besaran. Siapa sih yang tidak tertarik?

Belanja barang dan jajan adalah kegiatan yang sah-sah saja, namun, harus kita sadari juga kalau nantinya setelah barang sampai dan sudah di-unboxing tidak ada penyesalan. Terpenting, tidak bikin dompet kamu boncos.

Mau tahu cara jitu yang membuat dompet Sobat Hipwee tetap aman meski sering jajan? Bahkan SoHip bisa sekaligus mendapat cuan? Simak 6 cara berikut ini ya, SoHip.

Keep scrolling, ya!

Advertisement

1. Financial planning

Foto oleh Karolina Grabowska

Foto oleh Karolina Grabowska via https://www.pexels.com

Ada yang familiar dengan financial planning? Sederhananya, financial planning adalah perencanaan keuangan yang dibuat untuk mencatat pengelolaan keuangan SoHip selama satu bulan. Financial planning juga merupakan bentuk penghargaan diri kita dan juga pasangan apabila sudah menikah.

Mencatat pengelolaan keuangan bukan artinya kita harus pelit pada diri sendiri atau menunda berbuat kebaikan seperti bersedekah. Melakukan financial planning artinya kita harus mengubah mindset terhadap kebahagiaan bahwa sebetulnya dengan rincian rencana yang sedemikian rupa, kita juga bisa tetap bahagia. Dengan kata lain, financial planning membuat kita tidak boros, mengubah mindset kita untuk hidup bahagia dengan cara sederhana. Secara tidak langsung, financial planning akan menjadikan kita pribadi yang berdaya, mensejahterakan kita di masa depan, dan membuat kita jauh lebih mandiri tentang pengelolaan keuangan.

Advertisement

2. Self-controlling

Foto oleh Anna Shvets

Foto oleh Anna Shvets via https://www.pexels.com

Berbelanja dengan hawa nafsu pasti akan membuat dompet kita boncos. Oleh karena itu, amat diperlukan self-controlling yang baik. Ingat, yang dapat melakukan self-controlling adalah diri kita sendiri, ya.

Mengapa harus self-controlling? SoHip harus tahu bahwa langkah satu ini dapat mencegah kamu agar tidak terjebak dalam posisi pengeluaran lebih besar daripada pendapatan. Hanya saja cara ini jauh lebih sulit daripada cara-cara lainnya sebab dibutuhkan kerjasama dengan diri sendiri untuk mengendalikan keinginan.

3. Budgeting

Advertisement
Foto oleh Karolina Grabowska

Foto oleh Karolina Grabowska via https://www.pexels.com

Selain ada financial planning, SoHip juga harus pintar-pintar melakukan budgeting. Apa sih budgeting? Secara leksikal, budgeting yang berasal dari kata budget artinya adalah biaya. Nah, kurang lebih budgeting adalah mendaftar biaya-biaya hidup menggunakan skala prioritas.

Skala prioritas terbagi jadi tiga di antaranya kewajiban, kebutuhan, dan self-reward. Membayar hutang/cicilan, biaya sekolah anak, zakat dan sedekah termasuk dalam bagian biaya kewajiban. Jadi, perkara tersebut harus didahulukan dibandingkan yang lain. Selanjutnya, kebutuhan pangan seperti makan sehari-hari tergolong dalam kebutuhan. Namun perlu dicatat bahwasanya kebutuhan ini nominalnya kita yang tentukan. Oleh karena itu, lagi, dibutuhkan self-controlling untuk menentukannya. Misal, kita boleh-boleh saja makan di restoran atau kafe, tapi alangkah baiknya jika masak sendiri dengan pengeluaran kebutuhan yang mungkin jauh lebih murah dibanding makan di luar. Barulah sisa dari biaya kebutuhan dapat SoHip alokasikan untuk self-reward.

Self-reward pun ada banyak bentuknya, bisa mengajak anak-anak bermain di taman hiburan, piknik atau makan di restoran favorit. Sebulan sekali rasa-rasanya sangat cukup. Kuncinya adalah perkuat niat, biasakan disiplin dan konsisten. Dijamin, meski akhir bulan, dompet SoHip tetap aman.

4. Pastikan cashflow sehat

Foto oleh Karolina Grabowska

Foto oleh Karolina Grabowska via https://www.pexels.com

Apa sih ciri-ciri cashflow sehat? Satu di antaranya adalah cash in lebih besar daripada cash out.

Cash in merupakan pemasukan SoHip. Pemasukan tersebut bisa berbentuk gaji bulanan, keuntungan bisnis/usaha tambahan, bonus, THR dan sebagainya. Sementara cash out sudah bisa kita tebak yakni semua pengeluaran termasuk membayar hutang/cicilan, biaya hidup dan jajan.

Untuk membuat cashflow sehat, kita perlu melakukan persentase terhadap penghasilan yang kita peroleh. Misal, membagi 50% untuk biaya hidup dan 50% untuk pengeluaran. Atau, 80% keperluan, 20% tabungan. Hal ini dilakukan untuk mempermudah penghitungan cashflow pun sekaligus agar tidak terjerumus dalam peribahasa lebih besar pasak daripada tiang—lebih besar pengeluaran daripada penghasilan.

5. Investasi

Foto oleh Anna Nekrashevich

Foto oleh Anna Nekrashevich via https://www.pexels.com

Berinvestasi rasa-rasanya bukan pilihan yang buruk. Alih-alih bikin dompet boncos, investasi justru membuat SoHip cuan! Menjajal investasi terpercaya sedini mungkin, bukan tidak mungkin di masa tua SoHip bisa merasakan yang namanya financial freedom.

Ada banyak sekali jenis-jenis instrumen investasi yang bisa SoHip pelajari dan pilih. Mulai dari menabung Emas, Saham, Properti, Reksadana, P2P Funding, Obligasi atau Sukuk, serta Deposito. Untuk generasi millennial seperti Sobat Hipwee, bisa banget memilih jenis instrumen Pair to Pair (P2P) Funding. Mengapa? P2P Funding prosesnya sangat transparan di mana SoHip nantinya dapat memilih sendiri siapa atau bentuk usaha apa yang akan dibiayai. Pun, instrumen P2P Funding terdiri atas dua macam—konvensial dan syariah. Ingin aman, terjamin bebas riba, maka SoHip bisa banget memilih produk P2P Funding Syariah.

6. Kenali masalah psikologis

Foto oleh Borko Manigoda

Foto oleh Borko Manigoda via https://www.pexels.com

Cara terakhir adalah mengenali masalah psikologis. Maniak berbelanja tidak semuanya untuk memuaskan kebutuhan. Ada di antaranya justru terlibat luka mendalam dari masa lalu seperti misalnya dulu hidup dalam keterbatasan, tidak mempunyai apa-apa. Saat sudah memiliki uang lebih, maka uang tersebut digunakan untuk berbelanja. Tidak jarang, mereka menyebutnya berbelanja untuk bahagia. Padahal, boleh jadi perilaku tersebut termasuk masalah psikologis lho, SoHip.

Pernah tidak nih belanja bermacam barang yang sebetulnya tidak diperlukan hanya demi kepuasan? Kalau sudah demikian, atau mungkin jauh lebih parah, ada baiknya SoHip konsultasikan pada ahli ya. Supaya ke depannya tidak terjadi lagi.

Nah, itu dia enam cara jitu membuat dompetmu sehat, anti-boncos klub!

Agar terus terhindar dari masalah-masalah finansial yang bikin susah cuan, ada ALAMI yang bisa membantu. ALAMI hadir sebagai platform yang akan membantu kita dalam mengatur dan mendanai keuangan UMKM yang kita butuhkan sesuai dengan syariat Islam. ALAMI menyediakan berbagai layanan keuangan dan berfokus pada penyediaan akses keuangan ke sektor-sektor yang memiliki dampak luas dan skala besar.

Semoga kita terus cuan bareng ALAMI, ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

selalu ingin belajar menulis

CLOSE