5 Tipe Mahasiswa Ini Nggak Bakal Kamu Temui di Aksi Demo Manapun

Mahasiswa yang katanya identik dengan demo rupanya menjadi hal yang tidak mudah dihilangkan begitu saja. Saya adalah alumni mahasiswa di salah satu universitas swasta di Pekalongan, Jawa Tengah. Dulu, saya pernah diajak ikut demo dengan narasi untuk menuntut kebijakan rektor tentang biaya kuliah yang mahal namun tidak diimbangi dengan fasilitas proses belajar mengajar yang memadai.

Saat itu saya dengan tegas menolak. Alasannya adalah karena saya tidak punya banyak waktu untuk ikut demo dengan berbagai persiapannya dan saya bukan termasuk mahasiswa yang aktif dalam kegiatan yang diadakan di kampus.

Selain saya, ternyata ada beberapa tipe mahasiswa yang enggan ikut demo baik masalah internal kampus ataupun permasalahan yang menyangkut kebijakan pemerintah. Berikut ini adalah tipe-tipe mahasiswa tersebut.

Advertisement

1. Mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang)

Photo by Anastasiya Gepp from Pexels

Photo by Anastasiya Gepp from Pexels via https://www.pexels.com

Istilah mahasiswa kupu-kupu disematkan kepada mahasiswa yang hanya datang ke kampus untuk belajar dan pulang ketika pelajaran telah selesai. Kupu-kupu yang merupakan singkatan kuliah pulang-kuliah pulang sangat cocok diberikan kepada anak rumahan. Titel mahasiswa hanya menjadi tambahan pengalaman dalam mengejar ilmu maupun gelar yang nantinya akan disandang.

Mereka lebih suka bersantai di rumah maupun tempat kos. Fokus kepada hobi seperti main game ataupun hanya tidur-tiduran menjadi kebiasaan mereka. Sekedar nongkrong saja mereka ogah, apalagi ikut demo. Buang-buang waktu saja.

Advertisement

2. Mahasiswa yang nyambi kerja

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via https://www.pexels.com

Bagi mahasiswa yang nyambi kerja, sudah dipastikan tidak bakalan ikut acara demo. Agenda demo yang butuh persiapan berhari-hari dalam membahasnya sangat menyita waktu bagi tipe mahasiswa ini. Boro-boro ikut demo, berangkat kuliah atau berangkat kerja tidak terlambat saja sudah bejo kok. Mengatur jadwal antara kuliah dan kerja sangat menguras waktu, tenaga, dan pikiran. Jika ditambahi dengan ikut demo, jadwal yang sudah tersusun rapi bisa berantakan dan mengorbankan kuliah maupun pekerjaannya.

3. Mahasiswa sepuh

Photo by George Dolgikh Giftpunditscom from Pexels

Photo by George Dolgikh Giftpunditscom from Pexels via https://www.pexels.com

Kuliah memang tidak ada batasan umur seperti saat sekolah. Bagi mahasiswa yang tergolong berusia sepuh yaitu 30 tahun ke atas, ikut demo menjadi kegiatan yang tidak ada dalam jadwal dan pikiran mereka.

Mahasiswa tipe ini lebih memilih menghabiskan waktu bersama keluarga dan fokus terhadap pekerjaan yang sedang dijalani. Menjadi penonton dan pemberi semangat lebih baik dilakukan daripada ikut demo yang kebanyakan diikuti oleh mahasiswa berusia muda yang lebih bertenaga. Semaput di tengah-tengah aksi demo karena asam urat naik kan nggak lucu, ya. Hehe.

Advertisement

4. Mahasiswa orang dalam

Photo by Buro Millennial from Pexels

Photo by Buro Millennial from Pexels via https://www.pexels.com

Mahasiswa tipe ini memang gerak-geriknya selalu diawasi. Terlalu aktif salah. Terlalu tidak aktif juga salah. Alasannya adalah karena mendapat gelar mahasiswa orang dalam alias punya kerabat yang mempunyai jabatan penting di kampus. Demi membawa nama baik kerabat, mengikuti demo sebaiknya jangan dilakukan.

Terkenal karena ada orang di balik layar memang susah ya. Dalam hati ingin menyuarakan apa yang menjadi unek-unek mahasiswa, eh nyatanya ada nama yang harus dijaga.

5. Mahasiswa penerima beasiswa

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via https://www.pexels.com

Bagi mahasiswa penerima beasiswa sudah sepatutnya harus mempertahankan nilai dan juga berperilaku yang baik sesuai dengan syarat dari pemberi beasiswa. Jika melakukan demo bisa mengurangi poin nilai, maka mahasiswa tipe ini memilih untuk tidak ikut meramaikan aksi demo. Alasannya sudah jelas agar beasiswa tetap aman dan bisa lulus dengan predikat dan nama yang baik.    

Demo yang dilakukan mahasiswa memang mempunyai tujuan yaitu mengeluarkan suara aspirasi atau pemikiran mereka demi kemajuan internal kampus ataupun kemajuan Indonesia tercinta. Tak hanya itu demo yang dilakukan juga untuk membela masyarakat yang tidak berani mengeluarkan pendapatnya di muka umum.

Menjadi keliru adalah jika melakukan demo tapi tidak paham apa maksud dari demo yang dilakukan. Sekedar ikut-ikutan atau hanya ingin dicap sebagai mahasiswa pembela rakyat sebaiknya dihindari. Lebih baik mahasiswa melakukan kegiatan lain yang bermanfaat atau berlomba-lomba mengukir prestasi yang pastinya lebih pantas dikenang di kemudian hari.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

"Jangan Bosan Jadi Orang Baik".

Editor

CLOSE