Tips Agar Anak yang Tumbuh di Keluarga yang Kurang Harmonis Bisa Tetap Menikmati Hidup dan Tidak Terlarut dalam Keterpurukan.

Tips Menghadapi Masalah Kehidupan.

Tidak bisa kita pungkiri setiap anak akan tumbuh dengan mental yang berbeda-beda. Anak yang tumbuh di keluarga yang harmonis cenderung ceria, terbuka, dan apa adanya. Namun, anak yang tumbuh di keluarga yang tidak harmonis cenderung menjadi pribadi yang mudah stres dan kurang bahagia. Penyebab kurang harmonisnya keluarga pasti berbeda-beda, salah satu contohnya yaitu orang tua yang sering bertengkar.

Namun sangat disayangkan kadang orang tua tidak berpikir dampak mental apa yang akan diterima anak, saat anak melihat orang tuanya sering bertengkar. Contohnya, anak yang tumbuh dari keluarga yang ayahnya selingkuh bisa membuat anak memiliki masalah dalam membangun kepercayaan, bahkan bisa saja itu berlanjut sampai anak tumbuh dewasa dan ragu untuk memulai hubungan atau komitmen dengan seseorang. Mereka akan memiliki pemikiran bahwa orang lain tidak bisa dipercaya dan bisa saja menyakitinya.

Berikut tips agar anak yang tumbuh di keluarga yang kurang harmonis bisa tetap menikmati hidup dan tidak terlarut dalam keterpurukan.

Advertisement

1. Sabar.

Pexels Image

Pexels Image via https://www.pexels.com

Menahan diri dari segala macam kesulitan hidup, mungkin memang berat. Apalagi anak yang tahu ayahnya selingkuh pasti syok dan marah. Namun kita bisa belajar melihat permasalahan dari berbagai sisi, dimana kita akan mengambil hikmahnya.

Mencoba membuka mata dan pikiran kita bahwa kita tidak sendirian, masih ada Tuhan dan banyak orang yang peduli dengan kita. Dan selalu percaya bahwa Allah SWT tidak akan memberikan cobaan pada hambanya melampaui batas kemampuan hambanya, tidak selamanya nasib ini akan menerpa. Percayalah bahwa akan ada kebahagiaan setelah kesusahan.

Advertisement

2. Ikhlas atau Belajar Menerima Kenyataan.

Pexels Image

Pexels Image via https://www.pexels.com

Setelah kita mencoba sabar atas masalah yang kita hadapi, langkah kedua yaitu ikhlas agar pengorbanan kita menahan diri tidak akan sia-sia. Kita bisa mencobanya dengan menerima ketidaknyamanan dengan terbuka.

Contoh hal kecilnya, ketika kita terjebak macet, mau kita marah, menekan klakson berulang-ulang berharap kendaraan yang didepan kita bisa maju, lebih baik menerima keadaan dengan menunggu dengan tenang. Toh, mau bagaimanapun memang sudah terlanjur terjebak macet di jalur itu.
 

3. Tetap Fokus pada Tujuan Hidupmu.

Pexels Image

Pexels Image via https://www.pexels.com

Sebesar apapun masalah yang kita hadapi, kita harus tetap bisa fokus pada tujuan utama. Tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menggapainya, karena tidak ada yang tidak mungkin jika kamu terus berusaha dan berdoa. Dunia tidak harus tahu masa lalumu, dunia perlu tahu siapa kita sekarang dan akan jadi apa kita nanti.

4. Berpikir Positif.

Pexels Image

Pexels Image via https://www.pexels.com

Cobalah untuk berpikir positif dan melakukan hal-hal yang positif, berhenti berpikir negatif yang akan menghancurkan dirimu sendiri. Karena masalah yang berat hanya untuk orang-orang yang hebat. Dan menyalahkan keadaan tidak membuat semua kembali seperti semula, tetap berjuang untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik.

5. Tetap Bersyukur.

Pexels Image

Pexels Image via https://www.pexels.com

Percayalah bahwa Tuhan menguji kita agar kita bisa lebih kuat. Sehancur apapun keluargamu saat ini, jangan anggap ini akhir dari cerita bahagiamu. Buatlah keharmonisan dengan dirimu sendiri, bersyukurlah disetiap kondisi. Karena seseorang yang pernah jatuh dan terus bangkit bisa lebih kuat dan kokoh dari orang yang belum pernah jatuh sama sekali.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mahasiswa

CLOSE