5 Tips Mengurangi Kecemasan Saat Presentasi

Tips mengurangi kecemasan saat presentasi

Sering kita merasa cemas ketika akan melakukan presentasi, itu merupakan hal yang wajar. Namun, perasaan tersebut tentu sangat tidak menyenangkan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya rasa cemas ketika akan melakukan presentasi, yaitu ketakutan akan adanya kesalahan dalam presentasi, gugup ketika ditonton banyak orang, dan khawatir akan ada pertanyaan yang belum bisa dijawab.

Manusia memiliki kepribadian yang unik karena satu dengan yang lainnya tidak mungkin sama. Selalu ada yang beragam dari sifat dan sikapnya dalam menghadapi sesuatu. Ketika presentasi, ada beberapa orang yang merasa biasa saja. Tidak mengalami cemas yang berlebih dan mengalir apa adanya. Di sisi lain, ada beberapa orang yang merasa cemas berlebih ketika akan melakukan presentasi. Hal tersebut tentunya sangat tidak menyenangkan.

Mengapa perlu mengenal kepribadian terlebih dahulu? Hal tersebut agar kita dapat mengetahui apakah seseorang memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi atau tingkat kepercayaan diri rendah. Ketika akan melakukan presentasi, orang dengan tingkat kepercayaan diri rendah cenderung cemas berlebih, kemudian tergesa – gesa dalam memaparkan isi presentasi. 

Apakah betul?

Menurut pengalaman saya sendiri, saya tidak begitu pandai dalam menjelaskan hal didepan umum, disaksikan banyak orang dan memberikan materi didepan orang banyak. Ketika akan melakukan presentasi saya merasa cemas, gugup dan tak tahu harus berbuat apa. Rasanya seperti mati gaya dan tidak mengerti harus berbicara apalagi. Saya tergesa – gesa dalam memaparkan isi dari presentasi. Alhasil, saya menyampaikan isi presentasi dengan tidak memuaskan. Para penonton justru memiliki pertanyaan banyak dan saya kesulitan untuk menjawabnya.

Lantas bagaimana cara untuk mengurangi kecemasaan saat akan melakukan presentasi?

Advertisement

1. Memahami isi materi

Okezone lifestyle

Okezone lifestyle via https://www.google.com

Hal pertama yang harus  dilkukan adalah memahami materi yang akan disampaikan terlebih dahulu. Ketika kita sudah benar – benar memahami materi, maka kita akan dengan mudah menjelaskannya didepan publik. Untuk memahami materi yang perlu kita siapkan adalah membaca keseluruhan materi terlebih dahulu, kemudian mulai merangkumnya dari per bab dan bagian penting lainnya.

Setelah merangkum menjadi beberapa paragraf ada baiknya kita membuat poin – poin pentingnya saja sehingga memudahkan kita untuk mengingat materi dan pokok pembahasannya. Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk lebih cepat menyerap materi yang telah dibaca.

Advertisement

Misalnya ada beberapa orang yang lebih cepat menyerap materi sambil mendengarkan musik atau ada beberapa orang yang lebih cepat menyerap materi sambil membacanya dengan kencang. Maka temukan mana yang menurutmu lebih mudah diingat dan yang terpenting adalah memahami isi dari materinya. Karena antara menghafal dan memahami yang lebih lama membekas diingatan adalah memahami.

2. Berlatih di depan cermin

Entrepreneur camp

Entrepreneur camp via https://www.google.com

Hal kedua yang dapat dilakukan adalah berlatih didepan cermin. Mengapa didepan cermin? Karena ketika berlatih didepan cermin kita dapat melihat apa saja kekurangan kita dalam menyampaikan isi dari presentasi kemudian dapat melakukan evaluasi. Yang perlu dipersiapkan adalah ruangan yang tenang dan nyaman, kemudian kita dapat mulai dengan bergaya seolah hari itu adalah hari presentasi.

Siapkan dengan matang apa saja yang harus disampaikan dan kemungkinan – kemungkinan pertanyaan yang nantinya akan diajukan. Berlatih didepan cermin juga dapat mengevaluasi gaya tubuh kita. Kemudian mulailah mengevaluasi bagaimana gaya tubuh yang sesuai ketika presentasi, gali terus kepercayaan diri dalam tubuh dan tetap berlatih sampai dirasa telah matang.

Advertisement

3. Bangun rasa percaya diri

Ruang mahasiswa

Ruang mahasiswa via https://www.google.com

Sebenarnya rasa takut hanya ada pada fikiran. Karena itulah sangat penting untuk membangun hal – hal yang positif serta menenangkan perasaan terlebih dahulu. Ketika kita sudah memantapkan evaluasi ketika berlatih didepan cermin maka bangun rasa percaya diri. Yakinkan bahwa diri kita sendiri mampu menghasilkan presentasi yang memuaskan.

Terkadang, rasa cemas dan ketakutan bahkan sebelum dimulai merupakan penghalang yang menyesatkan padahal jika kita percaya diri dan didukung oleh pemahaman terhadap materi maka kita dapat membuat persembahan yang memuaskan ketika presentasi.

Saya yakin setiap dari kita pernah memiliki rasa cemas, rasa takut akan hal – hal yang sebenarnya dapat ditakhlukkan. Hanya saja fikiran kita yang terlalu jauh berandai – andai membuat semuanya terlihat rumit dan menyeramkan. Berdiri didepan orang banyak, melakukan presentasi, dan menyelesaikannya dengan baik adalah hal yang harus dapat dicapai oleh siapapun.

Terus berfikir positif, mengeksplor kemampuan diri terus dan terus adalah hal yang saat ini dapat kita lakukan. Berlatih secara tekun dan memberanikan diri untuk berbicara didepan umum akan membawa keberanian dalam memberanikan sesuatu didepan orang banyak. Ketika ketakutan memenjarakanmu, memperangkapmu sehingga kamu tidak bisa berbuat banyak hal maka lawanlah.

Sebenarnya setiap individu memiliki milyaran langkah untuk berjalan ke atas, buang rasa takut jauh – jauh dan siapkan dirimu mulai saat ini untuk berlatih. Melakukan presentasi bukanlah hal yang sulit lagi apabila kita dapat menerapkan tips dan mengambil intisarinya dengan tepat.

Satu hal yang perlu diingat adalah jangan menyerah apabila kondisi saat ini selalu cemas dan merasa khawatir ketika akan melakukan presentasi. Karena sebenarnya ketakutan dapat ditakhlukkan apabila kita berani untuk terus berproses, mau berusaha, dan belajar lebih keras lagi.

4. Berdoa

Setelah segala usaha maksimal dikerahkan, maka selanjutnya yang perlu kita persiapkan adalah doa. Doa adalah segala pusat dari kelancaran pada hari saat presentasi.

Berdoalah dengan sungguh untuk kelancaran presentasi dan juga berdoa dapat membuat hati kita tenang, secara otomatis kegugupan ketika presentasi pun dapat menurun seiring ketenangan batin yang didapatkan setelah berdoa dan berpasrah diri pada sang maha pencipta.

5. Tersenyum

Kreativv ID

Kreativv ID via https://www.google.com

Hal terakhir yang dapat dilakukan ketika presentasi baru dimulai adalah menebar senyum kepada penonton. Hal tersebut dapat membangkitkan aura positif dari dalam diri dalam membawakan materi presentasi.  Tersenyum juga dapat meyakinkan penonton bahwa kita akan membawakan materi presentasi dengan meyakinkan atau bersungguh – sungguh.

“Saya belajar bahwa keberanian tidak akan pernah absen dari ketakutan. Tetapi mereka berhasil menang atas itu. Orang berani bukanlah mereka yang tidak pernah merasa takut, tetapi mereka yang bisa menakhlukkan rasa takut itu.” – Neslon Mandela

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE