Sedih sih Dilarang Mudik, tapi 5 Tips Ini Akan Membantumu Menjalani Puasa Seorang Diri Selama #RamadandiPerantauan

tips menjalani puasa seorang diri di perantauan

Presiden Jokowi mulai memberlakukan larangan mudik pada 24 April 2020 kemarin, demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Pernyataan tersebut terdengar sangat menyedihkan, karena momen bulan puasa dan Lebaran yang seharusnya dijalani dengan penuh kegembiraan, kini harus berjauhan demi menjaga keselamatan bersama. 

Meskipun Ramadan kali ini membuat suasana hati menjadi pilu, karena adanya larangan mudik dari pemerintah, bukan berarti kita harus larut dengan keadaan hati kita sekarang dong! Selalu ada cara untuk bisa menghibur hati kita yang sedih, jika kita sendiri mau bangkit dan menguatkan hati untuk tetap menjalankan puasa dengan penuh semangat walaupun jauh dari keluarga.

Di bawah ini, ada 5 tips yang bisa kamu coba lho, agar kesendirianmu menjalani puasa diperantauan, tidak semenyedihkan apa yang orang lain katakan.

Advertisement

1. Pasang alarm

Memasang alarm di hp, biar gak telat bangun sahur

Memasang alarm di hp, biar gak telat bangun sahur via https://images.pexels.com

Buat kamu yang baru pertama kali menjalani puasa seorang diri di perantauan, pasti banyak rintangan yang kamu hadapi. Salah satu rintangannya adalah terlambat bangun sahur.

Untuk bisa terbiasa bangun lebih pagi agar kamu tidak terlambat lagi bangun sahur, bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, cobalah pasang alarm di handphone kamu dengan nada dering tiktok goyang mama muda misalnya. Dengan memasang alarm, pasti kamu gak bakal susah deh bangun pas sahur. 

Advertisement

2. Masak makanan sederhana

Masak ayam goreng ala kamu di rumah

Masak ayam goreng ala kamu di rumah via https://images.pexels.com

Setelah kamu berhasil untuk tidak terlambat bangun sahur, tips menjalani puasa yang kedua adalah memasak makanan sederhana dengan rasa istimewa. 

Memasak makanan sederhana dengan rasa istimewa yang saya maksud di sini, bukan berarti mie instan ya! Kamu bisa masak nasi goreng ala kamu, masak telur dadar gulung plus saos asam manis, masak ikan teri sambal, masak ayam atau masak sesuatu yang enggak keluarin budget banyak dalam membeli bahan, namun soal rasa bisa bikin lidah bergoyang dan perut kenyang.

3. Membuat jadwal kegiatan selama bulan Ramadan di kalender

Advertisement
Menonton beberapa episode drakor di rumah

Menonton beberapa episode drakor di rumah via https://images.pexels.com

Biarpun kita berpuasa di tengah pandemi covid-19, bukan berarti kita jadi bermalas-malasan atau tidak mau melakukan apa-apa. 

Buatlah jadwal kegiatan yang kamu sukai dan ingin kamu lakukan selama bulan Ramadhan ini. Entah itu membuat kue, berolahraga, membaca, menulis, membersihkan kamar serta menghiasnya, menonton drakor ataupun melakukan berbagai kegiatan positif lainnya.

4. Tetap menjaga kebersihan, agar terhindar dari virus COVID-19

Mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir salah satunya

Mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir salah satunya via https://images.pexels.com

Menjalani puasa di tengah pandemi ini bukanlah hal yang mudah. Tentunya, ada kekhawatiran dan ketakutan yang kita rasakan sendiri. Akan tetapi, selama kita tetap menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan, mandi dan berganti pakaian setelah melakukan aktivitas di luar rumah, dan mensterilkan permukaan benda yang ada dalam rumah dengan cairan desinfektan, kita akan terhindar dari yang namanya virus covid-19.

5. Jangan baper ketika kamu tidak sengaja melihat foto Ramadan tahun lalu di handphonemu

Semoga ramadhan tahun depan kamu bisa berkumpul bersama keluarga ya~

Semoga ramadhan tahun depan kamu bisa berkumpul bersama keluarga ya~ via https://images.pexels.com

Tips yang terakhir ini merupakan tips ampuh yang bisa membuatmu bertahan dan tetap kuat menjalani puasa di tengah situasi yang kadang membuatmu sedih, karena harus mengingat beberapa momen manis ramadhan tahun lalu. Mungkin kala itu, kamu dan keluarga masih bisa bertemu, kamu masih bisa bersilaturahmi ke beberapa rumah tetangga setelah sekian lama tidak berjumpa, merasakan nikmatnya makan sahur dan berbuka di meja makan bersama keluarga, dan beberapa momen manis lainnya yang sulit sekali untuk dilupakan. 

Barangkali, tahun ini kita diberi cobaan corona, agar kita bisa lebih menghargai hal sekecil apa pun dan lebih bersyukur dengan apa yang sudah kita punya saat ini. 

Buat teman-teman Hipwee yang memilih untuk tetap tinggal di perantauan, meski seorang diri tanpa ada yang menemani, kalian telah melakukan keputusan yang sangat tepat. 

Dimana, kalian sudah turut berkontribusi membantu pemerintah dan tenaga medis dalam melawan corona. 

Bapak, Ibu, maaf kalau kami anakmu lebih memilih bertahan di perantauan daripada pulang ke kampung halaman. 

Bukannya anakmu ini tidak rindu kepadamu, tapi dengan kondisi alam yang seperti ini, pasti kami dianggap wabah di kampung halaman sendiri. 

Saat ini, hanya doa yang bisa saya panjatkan kepada Tuhan, agar bapak dan ibu senantiasa dijaga Tuhan disana. 

Jaga kesehatan selalu ya Pak, ya Bu..

Semoga kita bisa bersama-sama melewati cobaan ini dan bisa berkumpul dengan tenang dan bahagia kembali seperti tahun lalu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Julita Widya Sari Manurung atau biasa disapa Julita lahir di Medan, 12 Juli 1998. Aktif menulis sejak tahun 2017 dan sudah berhasil menerbitkan buku.

Editor

une femme libre

CLOSE