Bagi siswa-siswa yang tidak suka pelajaran matematika, belajar matematika merupakan suatu hal yang membosankan. Matematika itu ibarat sesuatu yang menakutkan. Seperti kita pergi ke kuburan, takut melihat sosok mahluk halus atau mahluk astral, melihat pocong-pocong berkeliaran kesana kemari. Namun sebenarnya, belajar matematika itu menyenangkan sekali. Bagi teman-teman yang tidak suka dengan matematika jadikanlah itu sebagai tantangan. Ketika kita melakukan suatu hal yang tidak kita sukai, jadikanlah itu sebagai tantangan bukan sebagai beban. Ketika kita sudah menjadikan hal itu sebagai tantangan, ada keseruan tersendiri dalam perjalanannya, akan ada suatu keajaiban-keajaiban yang terjadi. Tidak mustahil untuk teman-teman mendaptkan nilai 100 dalam Ujian Nasional walaupun kalian tidak menyukai pelajaran tersebut. Karena kita merasa itu sebagai tantangan, jadi tumbuhlah rasa semangat yang berkobar-kobar.

Sebenernya kenapa sih kita harus belajar matematika yang susah? Walaupun terkadang tidak semua rumus matematika tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Belajar matematika itu mengajarkan arti penting proses, kreativitas, manajement waktu dan kegigihan dalam mencapai tujuan. Matematika itu menuntut kita belajar kreatif dalam problem solving. Soal-soal matematika itu seperti sebagai masalah, dalam memecahkan sebuah masalah banyak cara menuju roma, kita bisa pakai rumus apa saja. Mengajarkan kita untuk manajement waktu yang tepat, dan mengajarkan kita untuk tahan banting menghadapi soal-soal yang sulit, dan mengajarkan arti penting ketelitian, karena banyak sekali jebakan batman di dalam soal UN Matematika. Kita harus benar-benar teliti, kalau tidak kita bisa kena jebakan batman. Inilah yang menjadikan matematika sebagai pelajaran yang paling spesial dan berbeda dengan pelajaran-pelajaran lainnya karena banyak manfaat yang kita dapatkan dari matematika. Dan inilah resep ampuh tersebut.

1. Tentukan target

Target adalah hal yang paling utama. Ketika kita sudah punya target, kita jadi semangat dalam mencapai tujuan itu. Tetapkanlah target setinggi mungkin. Seperti misalnya target mendaptakan nilai UN Matematika 100. Ketika kita tidak punya target apa-apa. Kita hidup seperti tidak punya tujuan. Hidup seperti mengikuti air mengalir saja.

Advertisement


"Hanya ikan yang mati saja yang berenang mengikuti arus"


2. Buat buku rumus pribadi

Banyak sekali buku rumus matematika yang bertebaran dan berkeliaran di dalam toko buku. Tetapi menurut saya, buku rumus yang paling bagus adalah buku buatan kita sendiri. Karena ketika kita membuat buku rumus itu dengan tulisan tangan kita, ada kebahagian tersendiri, dan kebanggaan yang tidak bisa tergambar oleh kata-kata. Kita bisa bebas mengekspresikan gambar-gambar di dalam buku itu, di dalam kotak rumus kita bisa berikan gambar-gambar yang kita sukai sebagai penyemangat belajar. Kita juga bisa bebas memberikan warna-warna dengan warna favorit kita. Dan tipsnya coba teman-teman rangkum rumus-rumus yang ada di buku pelajaran SMA atau SMK kelas 1, 2, dan 3. Rangkum rumus-rumus tersebut dalam satu buku saja sesuai materi yang ada dalam kisi-kisi Ujian Nasional untuk memudahkan kita belajar. Jadi, rangkumlah rumus-rumus tersebut dan ulas kembali agar tidak perlu lagi membuka pelajaran kelas 1 atau 2 yang tebal-tebal itu. Kita hanya cukup melihat buku rumus kita tersebut untuk mengulasnya.

3. Pelajarilah kisi-kisi Ujian Nasional

Kisi-kisi UN

Kisi-kisi UN via https://4.bp.blogspot.com

Kisi-kisi itu diibaratkan sebagai sebuah peta. Jalan yang menunjukan kita perjalanan menuju ke Roma. Kita harus bisa menganalisa peta tersebut. Analisa apa saja materi-materi yang akan keluar di Ujian Nasional. Soal-soal yang akan keluar biasanya tidak jauh berbeda dengan kisi-kisi tersebut. Pelajarilah tipe-tipe soal yang sesuai dengan kisi-kisi tersebut.

4. Latihan

Advertisement

Latihan merupakan kunci utama. Kita harus terus berlatih. Matematika itu bukan hafalan seperti pelajaran sejarah, kita tidak bisa hanya menghafal rumus saja. Semakin banyak berlatih otak kita jadi semakin kuat. Seperti para atlet dalam mengikuti perlombaan, mereka latihan dengan rutin untuk menguatkan otot-otot agar lebih kuat. Begitu halnya dengan pelajaran matematika. Berikut cara latihan yang tepat:

Belajarlah seolah-olah besok akan ujian

Kita biasanya semangat belajar hanya karena ada ujian. Jadi anggaplah besok itu kita sudah mulai ujian. Jadikan kita semakin tertantang untuk latihan. Ujian Nasional itu menggunakan Lembar Jawab Komputer (LJK). Fotokopilah LJK tersebut sebagai bahan kita latihan di rumah. Anggaplah latihan kita di rumah itu bagaikan kita benar-benar sedang dalam ujian. Ujian itu rasanya seperti frekuensi detak jantung meningkat, keringat dingin bercucuran, keterkejutan, dan gugup. Teruslah berlatih agar kita sudah terbiasa dalam menghadapi ujian yang akan datang, jadi kita tidak perlu takut lagi menghadapi itu karena kita sudah biasa menghadapi moment ujian tersebut. Kita sudah benar-benar merasakan adrenalinnya.

Manajemen waktu

Manajemen waktu dalam UN Matematika itu penting sekali. Kita harus benar-benar bisa memanfaatkan waktu yang ada. Waktu yang disedikan adalah 120 menit dengan jumlah 40 soal. Kita harus mengerjakan maksimal 3 menit satu soal. Bayangkan kita harus bisa menyelesikan satu soal itu maksimal 3 menit? Apakah kita bisa secepat itu? Tidak ada kata yang mustahil selagi kita berusaha. Dalam latihan di rumah kita juga harus menerapkan seperti itu. Ambilah handphone dan atur timer 120 menit untuk mengukur kemampuan kita sudah sejauh mana. Kerjakan soal tersebut dalam LJK. Kita harus bisa mengukur kemampuan diri kita sendiri, berapa banyak soal yang telah kita kerjakan dengan benar dalam waktu 120 menit, kita tidak boleh lihat rumus di buku. Jika waktu sudah habis cobalah periksa jawaban teman-teman dengan kunci jawaban yang ada di buku tersebut. Buku-buku soal biasanya ada kunci jawaban di belakangnya, jadi kita bisa menilai kesalahan kita di mana. Dan belajarlah kembali dari kesalahan tersebut. Jika tidak punya buku soal, kita juga bisa belajar dengan mengerjakan latihan-latihan dari soal-soal matematika 3 tahun ke belakang. Pelajarilah soal-soal tersebut, biasanya model-model soal 3 tahun ke belakang tidak jauh berbeda dengan UN yang akan kita hadapi, paling tidak hanya ada sedikit perubahan saja. Atau pelajari dari soal-soal try out. Semakin banyak latihan, semakin cepat pula menjawab soal-soal tersebut.

Kerjakan soal yang lebih mudah terlebih dahulu

Pilihlah soal-soal yang kalian anggap paling mudah untuk mempersingkat waktu. Jangan terlalu fokus dengan soal-soal yang kalian anggap sulit. Kerjakan soal-soal sulit di akhir saja. Dan jangan lupa untuk teliti dalam mengerjakan soal-soal tersebut. Banyak sekali jebakan batman dalam soal Ujian Nasional Matematika.

Teruslah berlatih hari demi hari sampai ujian bener-benar akan di laksanakan. Nilailah kemampuan kalian sendiri dalam latihan tersebut. Jangan bersedih hati jika dalam latihan tersebut banyak jawaban yang salah atau nilai belum memuaskan. Tetap teruslah berlatih, jangan mudah menyerah, manfaatkanlah waktu yang ada untuk terus berlatih, pelajarilah kesalahan-kesalahan dan kekurangan kalian di mana, belajarlah dari kesalahan tersebut.

5. Berdoa

Setelah kita berusaha, hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah berdoa. Manusia hanya bisa berusaha, Tuhan yang menentukan hasil akhirnya. Setelah kita berusaha, berserah dirilah kepada Tuhan. Dan percayalah bahwa hasil tidak akan menghianati proses.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya