Siapa sih yang nggak kepikiran untuk menikah?

Saya sendiri juga mendambakan akan impian setiap umat manusia agar tetap terjaga kelangsungan hidup dan keturunannya, hehe. Tahap demi tahap dilalui, mulai dari proses jones single sampai punya pacar, dari pacaran sampe lamaran dan akad. Tanpa sadar para penunggu akad akan mendapatkan ujian mental. Yups, ujian mental.

Apa saja nih, gengs? Mari kita lanjut membaca!

1. Stres budget

bunga hijau via http://bungahijau.com

Siapa yang nggak kepikiran buat resepsi besok mau dibesarkan atau akad saja? Kita di sini mendapatkan kebimbangan hatus share cerita ke pasangan buat menyamakan apakah acara ingin dirayakan secara besar-besaran atau sekedar sakad aja. Karena hal ini kadang yang menjadi bahan perdebatan antara pasangan, contohnya karena adanya benturan adat dan tradisi.


Bicarakan baik-baik ke pasangan, terutama dana dari kamu kaum lelaki. Apakah mampu membuat acara besar-besaran atau sekadar akad sederhana? Kalau saya mah yang penting halal, uang bisa dipakai buat bisnis atau beli rumah, hehe.


2. Ujian vendor

bunga hijau diatas laptop via http://bungahijau.com

Advertisement

Vendor di sini kalau bahasa umumnya "decor dan make up artist". Wajar sih cewekmu berpikir tentang make up dan dekor yang bagus. Pasti langsung tuh googling sana-sini, ke mall, menghubungi teman Instagram, Facebook ataupun sosial media lainnya buat cari mana yang bagus. Idealnya menikah mah seumur hidup sekali, makanya para perempuan berpikir make up sekali seumur hidup mbok yo yang bagus sekalian.


Diskusikan bersama calon istrimu dengan kepala dingin, agar sejalan antara kemauanmu dan doi. Jadi, nantinya nggak ada yang diberatkan antar kedua belah pihak.


3. Desakan orang ketiga

botol dan bunga hijau via http://bungahijau.com

Jangan salah sangka dulu, orang ketiga di sini bukan selingkuhan, ya! Orang ketiga itu bisa keluaga ataupun teman. Desakan akan ide acara kalian, minimal pasti akan minta restu sama orangtua, nah di situ kadang ada orangtua yang kadang tak sejalan dengan ide gagasan kalian berdua.

Saran saya coba kasih pengertian buat orangtua agar bisa sependapat dengan kita. Contoh kasus nih, sebut saja mawar dan mowor mau menikah dan ada konsep party garden dan yang diundang close friend sama keluarga saja. Nah, kadang orangtua mawar tadi kurang setuju, karena berbagai alasan dan sebab.


Coba dekati dan ngobrol biar lunak dan bisa seirama.


Tidak semua orang mengalami ini, tapi menurut survey saya pribadi hampir begitu dan tidak jauh. Misalkan masalah urusan batin dan budget sudah clear, tinggal planning eksekusi, bro.

4. Undangan

undangan bunga hijau via http://bungahijau.com

Tentu agar acara kita meriah dan berkenang, harus mengundang orang, bukan? Nah, benturan di sini antara lain undangan dari kamu, calon istrimu dan kedua orangtuamu yang akan mengisi berapa list yang harus kita undang ke acara hajatan ataupun akad kita. Pusing akan mengundang siapa saja? Di dunia yang super modern seperti sekarang ini, kita terbantu dengan adanya sosial media dan instan messaging .

5. Galau akan masa depan

tulip hijau via http://bungahijau.com

Persiapan acara sudah matang dan sudah terinci, untuk acara juga sudah ok. Namun, ada saja tekanan batin atau pikiran akan ketidakpastian atau keraguan akan pernikahan. Entah itu dari takut akan bagaimana kalau besok si doi kedatangan sang mangtan atau sebaliknya.

Aku siap nggak ya jadi ayah atau ibu kelak buat ngurus anak kelak. Selintas pikiran kayak gitu memang sering hinggap kepada kawula muda yang akan melangsungkan pernikahan. Ya wajar namanya baru sekali.

Saran sih, mantapkan hati dan selalu mendekatkan diri ke Sang Pencipta, menjaga komitmen dan tanamkan rasa percaya kepada pasangan. Jangan biarkan masa lalu merusak hari bahagiamu sekarang, yang notabene harus kamu syukuri dan jaga agar kita bisa menghadapi betapa misteriusnya masa depan.