Siapa yang tidak mengenal Agatha Christie? Bagi penggemar cerita-cerita misteri dan detektif, karya-karyanya adalah bacaan wajib. Agatha Christie adalah nama pena penulis cerita misteri yang telah melegenda. Bernama panjang Mary Clarissa Christie, ia juga dikenal sebagai Lady Mallowan, berasal dari nama suami keduanya Max Mallowan seorang arkeolog ternama, dan Dame Agatha yang merupakan nama kehormatan, yang diperoleh atas karya-karyanya. Nama pena lain yang ia gunakan untuk novel-novel bergenre romantis adalah Mary Westmacott.

Sejak novel misteri pertamanya yang berjudul "The Mysterious Affairs at Styles", semua karya Agatha Christie telah diterjemahkan ke sebanyak 103 bahasa. Menurut The Guinness Book of Record, penjualan buku-buku karya Agatha Christie mencapai dua milyar kopi dan tercatat sebagai penulis ketiga terlaris di dunia, setelah Alkitab dan Shakespeare. Tokoh utama dalam novel-novelnya yaitu Hercule Poirot dan Mrs. Marple. Poirot muncul sebagai detektif kenamaan pada 33 novel dan 54 cerpen, sedangkan Mrs. Marple adalah nenek tua yang bermata awas dan memiliki pikiran tajam muncul dalam 12 novel dan 20 cerpen.

1. Christie's Memorial di Covent Garden

Christie's Memorial

Christie's Memorial via http://www.guidedwalksinlondon.co.uk

Ketika berkunjung ke UK sangat menyenangkan untuk menapaki jejak-jejak peninggalan dan saksi-saksi bisu novelis kondang ini. Tempat pertama yang bisa kamu kunjungi yaitu Christie’s Memorial, yang berlokasi di pusat kota London. Tugu terletak di persimpangan antara Great Newport Street dan Cranbourn Street, Covent Garden.

Di mana sejarah mencatat delapan teater di Covent Garden telah menampilkan pertunjukkan berdasarkan karya-karya Agatha Christie. Yang paling fenomenal yaitu pertunjukkan berjudul "The Mousetrap", ditampilkan pertama kali tahun 1952 dan sampai tahun 2018 ini, karya tersebut tetap dipertontonkan. Tugu berwarna perunggu, berbentuk buku besar yang menampilkan patung kepala Agatha Christie tersebut adalah karya pematung Ben Twiston-Davis.

2. St. Martin's Theatre

St. Martin's Theatre

St. Martin's Theatre via http://www.guidedwalksinlondon.co.uk

Advertisement

Tentu perhentian berikutnya adalah menonton karya pertunjukkan legendaris "The Mousetrap" di St. Martin’s Theatre. Adapun pertunjukan pertama di tahun 1952 digelar di Ambassador Theater yang lokasinya berdekatan dengan St. Martin’s Theater. Theater ini dapat dijangkau dengan berjalan kaki sekitar lima menit dari Christie’s Memorial.

Harga tiket berkisar dari £17.50 sampai dengan £49.50, sedangkan premium seats direken dari hari harga £66.00 sampai £69.50. Pertunjukan berdurasi dua setengah jam, dimulai pukul 19.30 malam setiap hari dari Senin-Sabtu, pertunjukan khusus pukul 15.00 siang pada hari Selasa dan pukul 16.00 sore pada hari Minggu. Selain perlu membayar tiket masuk, penonton juga diminta berjanji untuk tidak menceritakan akhir cerita "The Mousetrap" kepada siapapun yang belum menonton pertunjukkan tersebut.

3. Agatha Christie dan benda-benda purbakala

Agatha Christie and Archeology

Agatha Christie and Archeology via http://webarchive.nationalarchives.gov.uk

Beberapa karya Agatha Christie yang sangat populer mengambil tema dan setting terkait arkeologi dan penggalian situs-situs kuno di daerah Timur Tengah. Agatha Christie tertarik ke dunia arkeologi pertama kali di Uhr (Irak), di mana ia kemudian bertemu suami keduanya. Setelah itu, Agatha Christie terlibat langsung ke berbagai proyek penggalian dan bahkan berperan sebagai junior assistant yang bertugas membersihkan dan memperbaiki obyek-obyek bersejarah, kemudian membuat katalognya.

Advertisement

Melangkahkan kaki ke British Museum yang hanya berjarak 800 meter dari St. Martin’s Theatre, terdapat pameran khusus benda-benda purbakala yang dihimpun oleh Agatha Christie saat penggalian di situs-situs bersejarah .

4. Christie's Book Bench

Agatha Christie Facebook Page

Agatha Christie Facebook Page via https://www.facebook.com

Masih di sekitaran pusat kota London, pengunjung dapat bergegas ke Bloomsbury Square Garden yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar lima menit dari British Museum. Di sana terdapat kursi berbentuk buku yang bernama Agatha Christie’s Book Bench, merupakan hasil karya seniman Belgia yaitu Toni Adams dan Mandii Popes. Jikalau beruntung kamu bisa berfoto bersama artis berkostum Hercule Poirot di bangku tersebut.

5. Blue Plaque: Cresswell Place

Cresswell Place

Cresswell Place via https://id.pinterest.com

Belum lengkap rasanya napak tilas tanpa menyambangi rumah-rumah yang pernah ditinggali oleh Agatha Christie. Rumah yang ditinggali sekembalinya dari Timur Tengah adalah Cresswell Place, daerah Chelsea, sekitar 30 menit bermobil dari Bloomsbury Park.

6. Blue Plaque: Sheffield Terrace

Kemudian Agatha Christie pindah ke Sheffield Terrace berjarak 10 menit dengan mobil dari Cresswell Place. Karya legendaris seperti Murder on Orient Express (1934), The ABC Murder (1935) dan Death on the Nile (1937) dikerjakan di lantai dua Sheffield Terrace. Cresswell Place dan Sheffield Terrace memperoleh Blue Plaque yang menandakan bahwa kedua tempat tersebut merupakan cagar budaya dan bagian dari English Heritage.

7. Isokon Gallery, Lawn Road

Masukkan juga dalam bucket list kamu apartemen di mana Agatha Christie tinggal selama perang dunia pertama, saat ini disebut Isokon Gallery berlokasi di Lawn Road, 20 menit bermobil dari Sheffield Terrace. Saat itu, Agatha Christie bekerja sebagai sukarelawati yang merawat korban-korban perang. Kemudian ia bekerja sebagai asisten apoteker yang membuatnya melek terhadap berbagai obat dan bahan-bahan kimia, sehingga novel-novelnya setelah perang dunia kedua banyak dibumbui pembunuhan dengan zat-zat kimia termasuk sianida.

8. Duplikat the Orient Express

Belmond British Pullman

Belmond British Pullman via http://www.anomalouslondon.com

Tahu dong film Murder on the Orient Express yang premier tahun 2017? Orient Express adalah nama kereta dengan rute Paris-Istanbul. Untuk memuaskan para penggemar Agatha Christie, duplikat rangkaian kereta tersebut dapat diakses di stasiun London Victoria dengan nama Bellmond British Pullman.

Terdapat tiga macam kategori tiket yaitu sehari saja, semalam saja atau sehari semalam. Penumpang bisa menikmati makan siang, minum teh sore dan makan malam di dalam kereta dengan interior dan suasana yang sama dengan yang kamu lihat di film.

9. "Greenway House" Rumah Masa Kecil

Greenway House

Greenway House via https://www.facebook.com

Kamu juga bisa menaiki kereta tersebut untuk mencapai Torquay, Devon, tempat rumah masa kecil Agatha Christie. Perjalanan dari London memakan waktu sekitar tiga setengah jam. Rumah tersebut bernama Greenway House, Agatha Christie mengenangnya sebagai "tempat paling indah di dunia".

Cucu buyut Agatha Christie yang bernama James Prichard mendonasikan Greenway House dan seluruh isinya ke National Trust yang merupakan badan konservasi nasional, bertugas melindungi dan mengelola tempat-tempat bersejarah maupun taman nasional di seluruh UK. Pada waktu-waktu tertentu, di Greenway House diadakan literary dinner yang terbuka untuk umum.

#AyoKeUK

10. Menyusuri Sungai Dart

Dartmouth Ferry

Dartmouth Ferry via https://www.bythedart.co.uk

Terletak di tepi sungai Dart. Untuk mencapai Greenway House, pengunjung dapat menggunakan Dartmouth Ferry dari desa Dittisham. Kapal ini terbuat dari kayu dengan kapasitas 12 orang penumpang, beroperasi sepanjang tahun kecuali bulan November dan Desember.

11. "Vintage Bus" shuttle

Vintage Bus

Vintage Bus via https://www.facebook.com

Untuk perjalanan pulang, pengunjung dapat menggunakan bis lawas bernama Vintage Bus yang melayani rute pulang pergi Greenway House-Brixham.

12. penuh inspirasi di Abney Hall, Chesire

Dari selatan, kamu harus melanjutkan perjalanan ke Utara sejauh empat setengah jam berkendara ke Abney Hall di Chesire, rumah kakak ipar Agatha Christie yang bernama Sir James Watts. Rumah ini dan segala detilnya merupakan inspirasi bagi Agatha Christie. Sepeninggalan ayahnya, Agatha Christie selalu merayakan Natal di Abney Hall.

Di rumah ini ia menghadirkan Hercule Poirot yang hidup melintasi ruang dan waktu dalam karya-karyanya. Adalah Madge, kakak perempuan Agatha Christie yang berusia sebelas tahun lebih tua, yang menantangnya untuk menulis novel misteri. Tidak dapat dipungkiri, Watts, Madge dan suasana Abney Hall menumbuhkan talenta menulis Agatha Christie. Abney Hall dibeli oleh pemerintah kota dan dijadikan Balai Kota pada tahun 1959.

Kemudian beralih kepemilikan ke Stockport Council, saat ini Abney Hall menjadi perkantoran dan hanya dibuka untuk umum pada bulan September setiap tahunnya, sedangkan taman-tamannya menjadi taman kota.

13. Winterbrook House

Winterbrook House

Winterbrook House via http://agathachristie.wikia.com

Kembali ke London, perjalanan diakhiri di rumah tempat Agatha Christie menghabiskan masa tuanya. Rumah yang dinamakan Winterbrook House terletak di Cholsey, Oxfordshire, dekat aliran Sungai Thames. Agatha Christie menyebutnya sebagai Max’s House. Di rumah ini, ia menghembuskan nafas terakhirnya dalam damai tahun 1976 di usia 85 tahun.

14. Peristirahatan Terakhir di Gereja St. Mary, Cholsey

Agatha Christie dimakamkan di halaman Gereja St. Mary, Cholsey, yang sudah dipersiapkannya sendiri sepuluh tahun sebelumnya. Dua tahun kemudian, suaminya, Max Mallowan beristirahat untuk selamanya bersama-sama di sini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya