1. Bukan sedih ataupun kecewa. Entah apa itu namanya, tetapi aku merasa punya beban sebagai anak sulung.

Hai, adikku tersayang...

Hai, adikku tersayang... via http://google.images.com

Terlahir sebagai anak pertama dan mempunyai seorang adik. Aku senang dengan kehadiranmu adik manisku. Perhatian mama papa terbagi padamu. Kasih sayang untukmu pun bertambah dariku. Kesibukan mama papa dan perhatian yang terbagi membuatku merasa kehilangan sesuatu. Aku tau, tak selayaknya aku bersedih karena perhatian untukku terbagi padamu. Ternyata di sisi lain aku merasa punya tanggung jawab lain untukmu, dimana aku harus menjagamu, merawatmu dan memberi contoh yang baik untukmu. Terbaginya perhatian mama papa untukku dan kehadiran dirimu membuatku harus mandiri dengan keadaan baru ini. 

2. Ampuni keegoisan kakakmu ini, maaf jika aku sering mengecewakanmu.

Maafkan kakakmu ini yaa..

Maafkan kakakmu ini yaa.. via http://google.images.com

Bertambah besarnya dirimu, bertambah pula umurku. Semakin besar tuntutanku untuk bersikap dewasa. Tapi ternyata semua ini tak semudah yang kubayangkan. Aku bertambah besar dan mulai menghadapi kehidupan dengan masalah-masalah yang beraneka ragam. Maaf jika aku tak sempat menemanimu belajar, membantu membuatkan PR, bahkan terkadang aku marah karena keusilanmu. Aku sibuk dengan semua urusan-urusanku.

Maafkan, jika aku belum bisa menjadi kakak yang teladan untukmu. Maaf aku yang terkadang mengacuhkanmu,

Aku yang terkadang membentakmu,

Aku yang memarahimu karena tingkahmu.
Maaf atas semua kekecewaan yang kamu rasakan. Aku tak pernah bermaksud melakukan hal tega itu padamu.

Sungguh, aku ingin meluangkan waktu untukmu, bermain, belajar bersama, melakukan hal-hal konyol, membantu membereskan rumah, mendengarkan ceritamu dan segala hal yang ingin kau lakukan  bersamaku.

3. Ternyata kehadiranku begitu penting untukmu.

Aku takkan membiarkanmu begitu saja..

Aku takkan membiarkanmu begitu saja.. via http://google.images.com

Kesibukan mama papa membuat keterbatasan waktu untuk memberi perhatian padaku dan padamu. Di satu sisi aku harus bisa menggantikan posisi mereka untuk mendidikmu. Menjadi seorang kakak yang tauladan bagi adiknya. Zaman berubah pesat, teknologi semakin canggih, kamu yang semakin besar pasti penasaran dengan hal yang belum kamu ketahui. Kurangnya pengawasan mama papa dapat membuatmu bertindak sesuka hati. Tentu aku harus mengantisipasi semua hal buruk yang terjadi padamu.

Aku menyayangimu adikku.                                                                                   

 Aku takkan setega itu membiarkanmu mengarungi kehidupan tanpa arahan.

Aku takkan melepaskanmu menjelajah setiap rintangan tanpa dukungan.

Aku takkan mengacuhkanmu adikku, aku sangat menyayangimu.

4. Sebenarnya aku cemburu padamu adikku. Aku ingin sekali merasakan hadirnya sosok ‘kakak’ di kehidupanku.

Kakak cemburu, maaf ya..

Kakak cemburu, maaf ya.. via http://google.images.com

Ketika teman-temanku bercerita tentang ‘kakak’ mereka, aku merasa terenyuh. Aku pun ingin merasakan apa yang mereka rasakan. Aku ingin mempunyai seorang kakak. Seseorang yang memperhatikanku lebih selain orang tua. Karena perhatian seorang kakak pada adiknya akan jelas berbeda dibandingkan perhatian dari orang tua. Kamu tau itu? Tentu saja kamu sangat tau karena kamu merasakannya, adikku. Ketika aku ingin menceritakan sesuatu yang tak bisa kuceritakan pada mama papa hanya aku bisa pendam sendiri. Sedangkan kamu bisa bercerita sepuasnya padaku, tentang teman-temanmu, guru di sekolahmu, pelajaran yang sulit, hal-hal kecil yang tidak ingin kau ceritakan pada mama papa kamu bisa menceritakannya padaku. Aku pernah membayangkan jika aku mempunyai seorang kakak, betapa senangnya diriku. Aku mendapatkan perhatian lebih selain dari mama papa. Aku punya teman bermain dirumah, aku punya keluarga yang bisa kujadikan sahabat di sela-sela kesibukan orang tua. Aku punya kakak, sosok yang selalu idamkan kehadirannya.

 

5. Akan kuusahakan untuk menjadi seorang kakak yang baik untukmu, menjadi seorang kakak yang sebenarnya aku idamkan kehadirannya.

Love you adikku..

Love you adikku.. via http://google.images.com

Aku selalu berharap memiliki seorang kakak yang baik. Seorang kakak yang perhatian padaku. Sesosok kakak yang membahagiakan adiknya.

Ia yang bisa kujadikan tempat bercerita tentang segala hal.

Ia yang dapat menjagaku dari hal-hal buruk.

Ia yang membimbingku pada hal-hal baik.

Ia yang sangat menyayangiku.

Ia yang membuatku bangga memiliki kakak sepertinya.

Aku pun tersadar. Kenapa aku ber-angan untuk mempunyai kakak seperti yang aku dambakan? Kenapa aku terus ‘mencari’? Padahal aku bisa ‘menjadi’. Aku bisa menjadi sesosok kakak yang aku idamkan sendiri. Menjadi kakak yang dapat membahagiakan adiknya, membanggakan adiknya. Terimakasih kuucapkan pada Yang Maha Kuasa, terimakasih telah menyadarkanku. Adikku tersayang, aku akan berusaha semampuku untuk menjadi yang terbaik untukmu.
Love you...

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya