Adek, inilah alasan mengapa kakak dulu sering menegurmu, melarangmu ini dan itu, bahkan kadang membuat air matamu terjatuh..

1. Kakak hanya ingin kamu tumbuh menjadi gadis mandiri

Kakak paham akan sikap manjamu via https://www.pexels.com


Kakak hanya mau kamu tumbuh menjadi gadis mandiri


Kamu ingat dulu waktu kita kecil, kakak memarahimu jika tidak menyimpan kembali mainanmu pada tempatnya. Terkadang kakak menghukummu dengan menyembunyikan mainan itu karena kamu lagi-lagi tidak menyimpannya. Kakak paham akan sikap manjamu itu dan sesungguhnya kakak ingin memanjakanmu lebih dari itu. Tetapi kakak tidak melakukannya, bukan karena membencimu, sesungguhnya aku merasa terluka ketika melihat air mata harus jatuh di wajah manismu. Kakak hanya ingin melihatmu tumbuh menjadi gadis mandiri. Kelak ketika kakak dan abang pergi merantau, kami menitip untuk menjaga Papa dan Mama kepada kamu hingga kami kembali dari tanah seberang.

2. Kakak ingin melindungimu dari hal buruk di luar sana

Melindungimu adalah tugas utamaku via http://www.webtest.ufconline.com

Advertisement


“Sebenarnya kamulah yang paling kakak cemaskan saat kakak menonton berita kejahatan terhadap anak kecil di tv.”


Kamu ingat, dulu kamu meronta dan menangis saat kakak menarik tanganmu untuk pulang ke rumah, padahal kamu masih ingin bermain dengan teman-temanmu. Itu karena kakak takut terjadi apa-apa padamu dan melindungimu merupakan tugas utama yang kutorehkan di dalam hatiku. Kakak berlari mengelilingi komplek perumahan saat tidak melihatmu bermain di tempat biasa, bahkan tersandung batu hingga lutut kakak tergores. Dan saat menemukanmu, tak segan memarahimu di depan temanmu, bukan untuk mempermalukanmu, kakak hanya benar-benar mencemaskanmu dan sangat bersyukur menemukanmu di sana.

3. Kakak ingin menjadikanmu sosok yang kuat dan tegar

Diam-diam aku memarahi teman yang mejahilimu via https://www.pexels.com


“Diam-diam kakak kembali menjumpai teman yang menjahilimu dan memarahinya.”


Dulu kamu pernah pulang ke rumah sambil menangis karena seorang temanmu mengejek dan menjahilimu. Kamu mengadu pada kakak, tetapi bukan malah membelamu, kakak malah menegurmu, “Kalau sudah tau dia nakal kenapa kamu masih main sama dia. Kalau main-main nggak boleh cengeng, kalau cengeng lebih bagus nggak usah main. Di rumah aja, biar nggak ada yang ganggu.” Tangismu semakin menjadi saat kakak mengatakan itu. Tetapi itu bukan berarti kakak tidak menyayangimu, kakak ingin menjadikanmu sosok yang kuat dan tegar, yang tidak menyalahkan orang lain saat kamu terjatuh dan terluka, tetapi menjadi sosok yang siap berefleksi diri saat orang lain melukaimu dan menjadi sosok yang bijak dalam mengambil keputusan. Diam-diam saat kamu menangis di kamar, kakak berlari mengejar teman yang menjahilimu dan memarahinya.

4. Kakak ingin kamu menjadi gadis yang cantik di dalam dan di luar hatimu

Kecantikanmu ada pada hatimu via https://www.pexels.com


“Adek, cantik itu sederhana tapi kaya. Sederhana di luar, tetapi kaya di dalam hati.”


Biasanya kakak yang paling marah besar ketika kamu ngotot minta dibelikan sepatu baru, tas baru, baju baru, dan HP baru, hanya karena kamu iri melihat teman-temanmu yang tampil keren saat menggunakan benda-benda mahal itu. Kadang dengan kasar kakak berkata, “Kamu ini nggak tau bersyukur ya!” Adek, saat itu kamu masih kecil dan kamu belum paham susah dan sakitnya Mama, Papa mencari rezeki untuk menghidupi kita. Itulah sebabnya kakak marah saat kamu mulai meminta hal-hal yang tidak penting. Dan saat kamu sudah mulai tenang, kakak datang dengan membawa camilan kesukaanmu dan mengatakan, “Adek, cantik itu ada di dalam hati. Tidak perlu baju cantik, sepatu cantik, dan HP keren supaya terlihat cantik. Penampilan sederhana dengan hati yang cantik membuat kamu terlihat jauh lebih keren dari teman-temanmu yang pakai barang-barang mahal itu.”

5. Kamu adalah sahabat termanis untuk kakak dan Abang

Kamulah sahabat sejati via https://www.pexels.com


“Adek itu sahabat untuk kakak dan abang.”


Tidak ada sahabat lain yang lebih manis dan baik selain dirimu. Meski air matamu mengalir karena kadang kami suka iseng menjahilimu, tetapi kamu akan kembali merayu kami dengan tawamu tanpa menyimpan dendam di hatimu. Jika boleh jujur, kamulah sahabat sejati kami. Kamu menggodaku saat tahu aku sedang jatuh cinta; dengan tegas memintaku memutuskan pacarku yang plin-plan; bahkan memarahi temanku yang menjelekkanku di depanmu.

6. Kerena kamulah penopang hatiku kelak

Aku menyandarkan hatiku padamu via https://www.pexels.com


“Adek, kamulah yang menjadi penopang hatiku kelak.”


Adek, menjadi anak sulung yang mengemban tugas dan tanggung jawab serta kepercayaan dan pengharapan besar dari Mama dan Papa membuatku terkadang letih. Kakak bersikp tegas dan mencoba mengajarkan kedisiplinan dan kemandirian padamu, karena ada harapan besar di dalam hatiku, kamulah yang menjadi penopang bagiku kelak saat aku merasa terpuruk, jatuh, dan gagal. Kekuatanmu sebagai anak bungsu yang ceria dan mandiri, nantinya mampu membawaku untuk bangkit berdiri serta berjuang untuk keluarga. Bukan hanya itu, sesungguhnya kamulah penopang hati Mama dan Papa, juga Abang.

Kepadamu, kutitipkan harapan besar, di pundakmu kelak aku akan bersandar meneteskan air mata, dalam genggaman tanganmu aku dapat bangkit, dan bersamamu kita berlari menyongsong masa depan. Adik bungsuku, adik perempuan yang kukasihi, terima kasih telah terlahir melengkapi hidupku.