Via ferrata adalah jalur pendakian yang menggunakan kabel/kawat baja yang membentang di sepanjang rute dan secara berkala yang menempel tetap pada batu. Via ferrata berasal dari bahasa itali yang berarti jalan besi. Via ferrata di gunung parang ini adalah via ferrata pertama di Indonesia.

Kamu yang ngaku traveler sejati wajib coba sensasi berada diketinggian 350M dengan menapaki bebatuan tebing yang berbeda tingkat kemiringannya. Perjalanan dari Jakarta-Purwakarta memakan waktu tak kurang dari 3 jam via tol dan tanpa macet, kalau macet yaaa itunglah sendiri kira-kira berapa jam.

1. Meditasi diketinggian, dijamin bikin kamu ketagihan karena santai gak harus dipantai

Memang terlihat mengerikan, tapi ini luar biasa menyenangkan, karena dari ketinggian 125M kamu sudah dapat menikmati indahnya pemandangan bukit nan hijau serta luasnya waduk terbesar di Indonesia. Sensasi ketinggian yang pasti akan membuat lututmu sedikit gemetar, jangan khawatir, semua aman asal safety tetap terjaga, jangan coba sekali-kali melepas pengaman, karena kita tidak tahu apa yang mungkin terjadi. Be safe, ya!

2. Keselamatan ada ditangan Tuhan, alat pengaman sebagai perantara saja

Allah is number one via http://google.com

Gak ada alasan buat meninggalkan shalat, Allah Maha Tahu niat baik kita, keterbatasan tempat bukan suatu perkara sulit. Islam selalu memberikan kita banyak kemudahan, selagi ada niat semua pasti akan dimudahkan. Gak ada air ? tenang kita bisa bertayamun kok atau gak tau arah kiblat ? woles, Tuhan Maha Tahu segala niat baik kita, yang penting tunaikan shalat dan jangan pernah terlena akan keindahan alam lalu kita lupa akan penciptanya.

3. Step pertama kamu akan merasakan kaki gemetar, keringetan dan jantung berdebar

Advertisement

pemanasan aja dulu via http://google.com

Dag dig dug liat curamnya tebing? atau keringetan karena sudah ada ditengah – tengah dan gak bisa mundur buat turun? Itu hal biasa, semua bisa teratasi selagi kita percaya bahwa semua akan baik – baik saja. Ikuti arahan yang sudah dberikan, jangan coba-coba untuk melepas segala bentuk pengaman yang ada, baik helm ataupun pengaman talinya, semua harus tetap berada pada tempatnya. Boleh narsis tapi tetap tau diri bahwa kita ada diketinggian, jangan terlena dengan keindahan, kemungkinan kita terpeleset itu pasti ada, itulah fungsi pengaman yang digunakan.

4. Kalau belum coba gak perlu komentar macem – macem, coba dulu baru tau rasanya

lakukan baru berkomentar via http://google.com

Ah, pake pengaman mah semua juga bisa !

Yailah naik tebing doang, ada pengaman dan jalurnya pula!

Itu mah bukan gunung, tapi bukit !

Kesel gak sih dengernya ? Saat kita susah payah naik tapi malah dikomentarin yang macem-macem. Mending coba dulu deh, baru bisa komentar.

Ketinggian gunung parang memang tak lebih dari 500M, namun cara pendakiannya berbeda, jika kamu yang sudah terbiasa mendaki gunung yang tingginya sampai beribu – ribu meter mungkin hal ini terlihat sepele, sulit dijelaskan si bedanya seperti apa, coba banyangkan saja ketika kamu yang naik Rinjani kalau cape bisa tiduran atau sekedar ngopi – ngopi, berbeda dengan via ferrata, kalau cape ya paling nemplok ditebing buat istirahat atau minimal nanjak dulu sampai nemu tebing yang sedikit ada celah untuk kita sekedar meluruskan kaki dan minum.

Coba lah.. Cuma 500M kok….

5. Dari ketinggian 125M kita sudah bisa melihat luasnya waduk terbesar di Indonesia

Waduk Jatiluhur via http://google.com

Kalian pasti tau waduk terbesar di Indonesia kan? Yap betul sekali, namanya waduk jatiluhur, dari ketinggian 125M kalian sudah bisa melihat luasnya waduk jatiluhur. Wajar jika waduk tersebut menjadi waduk terbesar di Indonesia, karena luas dan besarnya waduk hampir sama dengan luasnya lautan yang biasa kita lihat ( agak berlebihan ) tapi kenyataannya memang luas banget guys.. Subhanallah banget

Waduk kita tahu merupakan suatu perairan yang sengaja dibuat oleh manusia, pertama lihat kalau ada waduk sebesar ini, jadi berpikir luar biasanya para pekerja yang membuatnya, pasti mereka bangga karena waduk buatan ini menjadi waduk terbesar di Indonesia.

6. Rekan trip dan guide menjadi pelengkap kesuksesan menuju puncak, cari yang solid jangan yang abal – abal sekedar cari duit

teamwork ! via http://google.com

Kalau kalian berniat ikut trip, coba cari tau terlebih dahulu bagaimana sepak terjang sipembuat acara, mulai dari perlengkapan safety yang digunakan sampai pengalaman mereka terkait daki mendaki, jangan – jangan mereka cuma sekedar cari duit tapi gak menjamin keselamatan kita. Nyawa cuma satu soalnya, biar mahal dikit yang penting aman.

Ibarat beli baju, ada harga ada kualitas. Yap bener banget, biar cuma 500M tapi kalau sampai tiba – tiba tali pengaman putus karena gak kuat bawa beban kita, wah wasallam deh.

7. Rasakan sensasi lepas tangan dari tebing dengan moto percaya Tuhan, alat & diri sendiri

Awalnya masih gak percaya si, apa talinya kuat, apa beneran semua baik – baik aja, kalau jatoh gimana, wah campur aduk yang pasti, coba lepas satu tangan dulu, jika sudah merasa nyaman dan percaya diri, kamu dapat mencoba lepas tangan dua, pastikan pijakan batu yang kamu injak kuat dan aman, biar pengaman menjamin keselamatan, tak ada salahnya kita tetap berhati – hati, jangan lupa berdoa guys . . pengaman dan keselamatan sesungguhnya tetap ada di tangan Tuhan, boleh berfoto dengan gaya sedikit alay, tetap ingat JANGAN AROGAN !

8. Tuhan Maha Besar, selalu ada cara unik membuat alam ini indah untuk dapat diabadikan

Luar biasa via http://google.com

Ini merupakan salah satu gua kecil yang ada disalah satu bagian tebing gunung parang, hal pertama yang akan dirasakan adalah takjub dan luar biasa, karena semua cekungan – cekungan yang ada merupakan asli buatan alam bukan buatan manusia. Tuhan selalu punya cara unik untuk membuat alam ini indah, diluar kuasa manusia, tebing sekeras ini bahkan bisa berlubang dan seperti sengaja dibuat supaya kita kalau cape mendaki bisa istirahat sejenak. Luar biasa ya guys . .

9. Kamu bisa merenung dan duduk di portaledge sambil melihat pemandangan hijau memanjakan mata

so cool ! via http://google.com

Berfoto sambil duduk diportaledge yang sudah disediakan panita jadi moment yang paling menantang, kamu akan merasakan sensasi luar biasa duduk diketinggian sambil menikmati hijaunya pepohonan. Awalnya ragu karena alat ini hanya disenderkan ditebing, takut jatuh itu udah pasti, tapi panitia memastikan bahwa alat ini mampu menampung berat sampai 1 ton (nggak tau deh bener apa nggak), yang penting aman .

10. Sampai dipuncak kamu wajib menikmati indahnya alam dengan duduk bersila tanpa bercanda karena hal itu akan beresiko untuk keselamatan kita

Penatnya ibu kota seakan lebur ketika melihat pemandangan hijau yang menentramkan jiwa, hawa sejuk menambah sempurnanya hari itu, dari ketinggian 350M kita membuat basecamp dan sepanjang camp ada garis aman, yaitu batas dimana kita bisa berdiri. Foto sambil duduk bersila diatas batu seperti itu memang sudah keluar dari batas aman, namun semua diperbolehkan asal kita tetap menjaga sikap, tidak bersikap berlebihan, bercanda atau naik kepohon, bahaya guys . .

11. Turun dengan meraba dan liat kebawah itu lebih mengerikan dan butuh tenaga ekstra loh !

Mending naik dari pada turun, yap bener banget, sensasi meraba dan takut salah berpijak jadi pengalaman berharga, bahwa menatap masa depan jauh lebih baik dari pada menatap masa lalu. Tapi bener loh kalau naik itu kita tinggal lihat lurus kedepan, cuma lihat tebing-tebing dan fokus pada puncak, tapi ketika turun, kamu harus melihat kebawah, meraba dan harus lebih berhati-hati.