Dosa merupakan bagian dari kehidupan manusia yang memang bersifat salah dan lupa. 

Dosa-dosa kecil terkadang tak dirasakan sebagai kesalahan atau kemaksiatan kepada Allah. Akibatnya, banyak orang yang terus menerus melakukan dosa-dosa semacam ini.

Dosa kecil  tidak mendapatkan ancaman khusus beda halnya dengan dosa besar. Namun, dosa kecil ternyata bisa berubah menjadi besar, jika terpenuhi salah satu dari 5 hal berikut ini.

1. Meremehkan dosa dan menganggapnya biasa saja

jangan remeh

jangan remeh via https://id.pinterest.com

Ada orang-orang yang ketika melakukan dosa kecil ia menganggapnya sebagai hal yang biasa, terhapus dengan sendirinya atau tidak mempedulikannya.

"Ah, ini mah dosa kecil."

Biasa, yang beginian tak menyebabkan masuk neraka."

Dan komentar-komentar sejenisnya.

2. Dikerjakan berulang-ulang (terus-menerus)

jangan berulangulang tak baik

jangan berulangulang tak baik via https://id.pinterest.com

Sesuatu yang kecil, jika terus ditumpuk dan dikumpulkan, maka ia akan membesar. Sebuah peribahasa mengatakan, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Demikian pula dengan dosa kecil. Jika ia terus diulang, ia pun menjadi besar. Pengulangan dosa itu berawal dari sikap meremehkan dosa. Sama seperti pada poin 1 di atas menegaskan membesarnya dosa yang terus menerus dikerjakan.

"Sesungguhnya perumpamaan orang yang meremehkan dosa bagaikan sekelompok orang yang singgah di sebuah lembah. Ia datang membawa kayu dan terus menerus membawa kayu hingga (kayu itu menumpuk) mereka dapat memasak makanan mereka."

3. Menyukai perbuatan dosa tersebut

Mau kejalan benar atau salah

Mau kejalan benar atau salah via https://www.google.co.id

Ada orang yang ketika dan setelah melakukan dosa timbul kepuasan dan kesenangan dalam jiwanya.
"Termasuk dosa besar adalah,merasa senang, gembira dan bangga dengan dosa."

4. Memamerkan dan mendemonstrasikan dosa tersebut

ibadah tak perlu diumbar

ibadah tak perlu diumbar via https://www.google.co.id

Dewasa ini, jumlah orang yang melakukan hal keempat ini cenderung makin banyak. Bahkan bukan hanya dosa kecil, untuk dosa besar pun sebagian orang melakukannya secara terbuka sekaligus memamerkan dan mendemonstrasikannya.

Misalnya dengan media video yang di-upload di Youtube dan sebagainya. Selain menunjukkan peremehan terhadap dosa, poin keempat ini juga memicu orang lain melakukan dosa yang sama akibat contoh yang ia lakukan dan dengan demikian dosanya menjadi berlipat-lipat.

5. Jika yang mengerjakannya adalah tokoh atau panutan

para penganut agama

para penganut agama via https://www.google.co.id

Orang yang berbuat dosa, sedangkan ia adalah seorang alim yang menjadi panutan,jika ia paham dan tahu akan dosanya tetapi malah menerjang dosa tersebut, maka dosa kecilnya itu berubah menjadi dosa besar."

Selain faktor peluang diikuti oleh umat/pengikutnya, dosa kecil yang dilakukan oleh seorang tokoh/ulama juga berpotensi membawa opini dan citra negatif

Semoga kita terhindar dari dosa besar dengan mulai tindakan preventif salah satunya adalah tidak menyepelekan dosa kecil.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya