Anjing adalah salah satu jenis hewan yang bisa dijadikan sahabat oleh manusia. Selama ini mungkin anjing dikenal peka terhadap suasana hati pemiliknya. Jika sang pemilik sedang sedih, biasanya anjing tersebut akan terus bersama dan berusaha untuk menghibur sang pemiliknya. Sebagai seorang pemilik yang baik, apakah kamu juga peka terhadap perasaan hewan peliharaanmu itu? Karena ternyata tidak hanya manusia saja yang bisa terkena depresi, tapi anjingmu juga rentan mengalaminya, lho.

Beberapa hal yang bisa membuat anjingmu depresi adalah ditinggal dalam jangka waktu yang cukup lama oleh sang pemilik, terlalu lama terkurung di tempat terututup, pindah rumah, salah satu anggota kelaurga pemilik ada yang meninggal, dan masih banyak lagi. Terus bagaimana, sih gejala-gejala yang terlihat? Kalau kamu pengen lebih tahu, baca artikel ini selengkapnya, ya!

1. Kehilangan selera makannya

Kalau perasaanmu lagi kacau atau sedih, kamu pasti nggak selera buat makan, kan? Nah, hal itu ternyata nggak cuma terjadi sama kamu aja, tapi anjing peliharaanmu juga. Kamu mungkin saja mengira kalau anjingmu bosan dengan makanannya. Namun, jika makanan sudah diganti tapi dia tetap tidak mau makan dan dia kehilangan banyak berat badan, bisa jadi dia terkena depresi.

2. Kehilangan semangat atau minat bermainnya

Advertisement

Apakah anjingmu sebelumnya sangat aktif dan enerjik saat diajak bermain? Ketika kamu melempar mainan atau stick, dia akan segera berlari untuk mengambilnya? Kalau iya, kamu perlu waspada kalau dia nggak mau melakukan itu lagi. Apalagi jika dia terlihat tidak bersemangat dan tak mau melakukannya dalam jangka waktu yang cukup lama.

3. Menjilati tubunya sendiri lebih sering dari biasanya

Salah satu alasan kenapa anjing suka menjilati tubuhnya adalah untuk membersihkan dirinya. Tapi, jika kamu perhatikan dia menjilati tubuhnya lebih sering dari biasanya, waspadalah. Hal itu dilakukan bukan untuk membuat dirinya menjadi semakin bersih, tapi untuk menenangkan dirinya yang merasa setres atau depresi.

4. Anjing kesayanganmu menjadi lebih agresif

Namanya hewan peliharaan pasti menyukai perhatian dari pemiliknya, kan? Namun, disaat kamu mencoba mengelus kepala atau bulunya, anjingmu tiba-tiba bersifat agresif. Tak hanya agresif kepadamu, hal itu juga berlaku kepada orang atau hewan lainnya yang di rumah yang sama. Hal itu patut diwaspadai, apalagi kalau hal tersebut terjadi terus-menerus. Selain itu, perubahan lain seperti sering menggigiti kursi, sepatu, atau benda-benda yang lain secara terus-menerus. bisa juga menjadi pertanda dia mengalami depresi.

5. Lebih sering menghabiskan waktunya untuk tidur

Advertisement

Anjing peliharaanmu dengan anjing milik orang lain mungkin mempunyai pola tidur yang berbeda. Sehingga tidak ada patokan yang pasti berapa lama waktu tidur anjing yang bisa digunakan untuk menandai bahwa dia mengalami depresi. Tapi, kalau kamu memperhatikan anjingmu yang biasanya hanya tidur selama 14 jam, tiba-tiba berubah menjadi 20 jam dan jika hal itu terjadi selama berhari-hari, periksalah bisa jadi itu adalah gejala depresi.

6. Berada di tempat persembunyian lebih lama

Sudah bukan rahasia lagi kalau hewan peliharaan yang satu ini suka bersembuyi di kolong tempat tidur, meja, atau lemari. Namun, kamu patut waspada jika dia bersembunyi lebih lama dari biasanya dan tidak kunjung keluar. Terlebih, jika kejadian tersebut berlangsung selama berhari-hari.

7. Tidak lagi melakukan kegiatan kesenangannya

Photo by Bruno Cervera from Pexels

Photo by Bruno Cervera from Pexels via https://www.pexels.com

Selain bermain, mungkin salah satu kegiatan kesukaan anjing peliharaanmu adalah menyambutmu ketika kamu tiba di rumah. Biasanya, dia akan segera menggonggong atau menghampirimu saat tahu kamu sudah ada di rumah. Tapi, kalau akhir-akhir ini anjingmu tidak melakukan hal tersebut padahal dia melihatmu, kamu patut mencurigainya, lho. Pasti ada sesuatu yang mengganggunya, mungkin juga hal itu karena dia terkena setres atau depresi.

Itulah beberapa tanda yang menunjukkan kalau hewan peliharaan kesayanganmu itu mengalami depresi. Nah, kalau kamu menemukan banyak gejala-gejala di atas terjadi pada anjingmu, segeralah bawa ke dokter hewan supaya mendapatkan penanganan yang lebih baik. Selain itu, berikanlah perhatian yang lebih pada anjing peliahraanmu, walau bagaimanapun perhatian dari sang pemilik pasti akan membuat perasaannya menjadi lebih baik.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya