Udah siap semester satu nih. Bagi anak SMA, udah benar nggak jurusannya? Apa jurusan yang dipilih? IPA, IPS, Bahasa, atau Jurusan Keagamaan bagi Madrasah? Belum lagi sekarang karena Kurikulum 2013 dari kelas 10 atau satu SMA harus memilih jurusan mana yang cocok. Walaupun begitu, dari zaman sekolah bahuela pasti IPA yang paling favorit. Iya kan?

Jurusan IPA sendiri merupakan kasta tertinggi pada SMA. Mereka terdiri sederet anak-anak terpilih yang bisa mengikuti kelas IPA. Karena anak-anak terpilih, mereka banyak dituntut ini dan itu. Padahal kenyataannya, banyak IPA yang tidak seperti yang dikira. Mereka juga sama aja kok. Hanya saja statusnya aja IPA. Selebihnya ia itu hanyalah anak SMA yang belum tahu tujuan hidupnya. Apa sih kata-kata orang tentang apa IPA?

1. Anak IPA Pasti Ngitung

Kuakui, anak IPA itu harus dipaksa 'ngitung'. Anak IPA sendiri memiliki logika yang bagus sehingga dipercayakan untuk bisa menghitung soal-soal yang ada. Tetapi siapa kira anak IPA juga kena hapalan. Fisika adalah pelajaran yang bisa dikatakan setengah-setengah memakai hafalan dan hitungan. Mengapa di bilang begitu? Karena dalam mengerjakan Fisika, saat menghitung ini dan itu harus tahu rumus apa yang dipakai.

Entah Impuls lah, Kalor lah, Fluida lah, atau apa-apalah yang membuat kepala pusing. Selain fisika, Biologi juga hafal-hafalan. Kita harus tahu urut-urutan protein, kingdom makhluk hidup, alat tubuh manusia, hingga yang lain-lain. Kimia juga jangan dianaktirikan! Unsur-unsur kimia juga harus dihapal apa namanya, golongan berapa dia, jenis apa dia, periodiknya apa dan apa-apalah yang berhubungan dengan kimia. Kalau kagak hapal tuh pelajaran, gimana bisa hitung reaksinya.

Advertisement

2. Anak IPA sukanya ngambil jatah anak IPS

IPA VS IPS

IPA VS IPS via http://youthmanual.com

Di bilang iya memang sih. Karena anak IPA kebanyakan logika, mereka dua kali memikirkan masuk jurusan kuliah. Jika masuk dokter, asyik sih. Memang ada Bidik Misi, tapi bisa nutupin biaya praktik setiap Minggu? Belum lagi koast. Spesialisasi lagi! Ampunlah! Selain itu teknik. Bagi cowok jurusan ini nggak masalah, kalau cewek gimana?

Yang paling parahnya bagi yang buta warna. Gimana mereka masuk jurusan IPA kalau persyaratannya tidak boleh buta warna. Mau nggak mau pilih jurusan yang lain. SMA-nya aja IPA, kuliah juga toh ada beberapa jurusan perpaduan dua jurusan itu. Kan nggak salah terlebih lagi kalau bakat sebenarnya ada di IPS.

Advertisement

3. Anak IPA Pasti Kuliah

Kuliah

Kuliah via http://gazebo.id

Karena anak IPA rasa keingintahuannya tinggi, mereka pun kebanyakan kuliah. Mereka ingin mengembangkan ilmunya yang lebih baik. Lantas, apa semua anak IPA kuliah? Salah besar! Banyak kok anak IPA nggak kuliah. Mereka kuliah tuh karena alasan yang lain. Mereka ingin sih kuliah, namun ada yang mengganjal. Salah satunya keuangan. Kan sudah kubilang ada Bidik Misi, tapi apa bisa membayar semuanya?

Selain itu, mereka juga kagak kuliah karena melihat saudaranya yang masih sekolah. Mereka nggak mau menyusahkan orang tuanya lagi dan memilih kerja sebagai simpan-simpanan. Jika cukup, bisalah kuliah. Selain itu, ada juga anak IPA nggak mau kuliah. Mereka beralasan begitu karena sudah cukup kerjanya untuk ngebiayainnya atau capek otaknya diperas. Jadi kau anggap anak IPA tamat SMA langsung kuliah?

4. Anak IPA Itu Pintar

Memang sih anak IPA itu pintar, pintar memilih jurusan IPA maksudnya. Jika masuk kesini, sebenarnya otak anak IPA bermacam-macam. Semua yang disini sama aja. Bagi yang otaknya encer, mengikuti pelajaran IPA itu sangat asyik. Bagi otaknya yang pas-pasan gimana? Apa kau suruh dia otaknya lebih diperas?

Tidak manusiawi. Tapi bagi otaknya pas-pasan di IPA sebenarnya sih nggak masalah. Anak IPA kebanyakan individualistik. Jadi jika melihat otaknya pas-pasan, mereka nggak peduli. Yang mereka pedulikan hanya gimana nilainya bisa tinggi dan bisa masuk kuliah favorit.

5. Anak IPA pasti ilmu IPA-nya diperdalam

Ya pastilah! Namanya juga anak IPA! Kalau nggak diperdalam, bukan anak IPA dia. Namun jangan kira anak IPA full belajar IPA. Nggak usah jauh-jauh, sejarah! Anak IPA mempelajari nih pelajaran walaupun tidak sebanyak anak IPS. Belum lagi Kurikulum 2013 yang mengharuskan anak IPA memilih lintas peminatan. Yang pastinya lintas peminatan itu pelajaran anak jurusan lain. Mau nggak mau, mereka harus mengikuti itu. Ya setidaknya nambah ilmu aja sih.

6. Anak IPA Tuh Baik-Baik

Anak Baik

Anak Baik via http://bintang.com

Kata siapa? Sifat nggak ada hubungannya dengan jurusan. Seperti yang kukatakan, anak IPA terdiri dari bermacam-macam manusia, pastinya memiliki beberapa karakter. Pada umumnya, anak IPA dikenal alim-alim karena terlalu serius belajar. Jangan salah lho! Anak IPA juga ada badungnya, walau tidak sebanyak anak jurusan lain. Mereka juga seperti anak-anak pada umumnya yang suka ngebolos, nyontek, ngelawan orang tua, suka boros, dan lain sebagainya yang membuat engkau kagak yakin anak IPA seperti itu.

7. Anak IPA Belajar Dengan Alam

Namanya juga ILMU PENGETAHUAN ALAM, yang pastinya belajar dengan alam. Mereka harus beberapa kali masuk labotarium untuk mempelajari pelajaran mereka. Masak fisika kalau nggak dipraktikkan tentang fisika. Entah tuh fluida contohnya! Pasti guru fisikanya akan memberikan contoh praktik apa itu fluida. Kimia lagi, pasti akan belajar reaksi. Gurunya pasti akan memberi contoh yang mengenai reaksi.

Yang pastinya harus dipraktikkan. Biologi lagi! Malah biologi di dua alam, di labotarium sama di alam. Kan nggak mungkin kau cari tanaman di labotarium kan? Sistem pernafasan lagi! Masak kau suruh anatomi tubuh temanmu hanya untuk melihat alat pernafasannya. Ya pasti butuhlah alat peraga berupa orang-orangan dengan anatomi sistem pernafasan.

8. Anak IPA Anti Sosial

Anti Sosial

Anti Sosial via http://beritasore.com

Sudah kubilang, jurusan tidak ada hubungannya dengan kehidupan sosial. Banyak kok anak IPA yang suka bergaul. Mereka malah senang jika ada teman-teman yang bisa diajak bertukar pikiran. Ada juga anak IPA yang tidak terlalu suka berteman. Intinya, meskipun dikira anti sosial, anak IPA butuh teman! Setidaknya satu dua teman bisa ditemaninya agar tidak kesepian. Lagian kan manusia makhluk sosial, jadi butuh orang lain untuk membantu dan menemaninya.

Jadi, masih engkau pikir anak IPA seperti itu? Kami juga manusia. Jangan karena jurusan IPA, kalian anggap seperti itu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya