1. Kenali nyinyiran yang kamu dengar.

Kita tahu bahwa yang namnya kritik itu ada dua macam, yaitu kritik yang bersifat membangun dan yang bersifat menjatuhkan. Kritik yang membangun itu cirinya terdapat keseimbangan antara si pengkritik yang menyampaikan pandangan penilaianya dengan saran untuk perbaikan. Si pengkritik tak hanya mengutamakan egonya dalam menyampaikan penilaiannya, tapi juga mengkritisi dan memberi saran serta solusi bagi objek yang kritik, dan berkeyakinan bahwa objek yang dikritik itu sebenarnya tengah berusaha untuk lebih baik.

Hanya saja, mungkin ada kurang serta cara-cara yang kurang pas di matanya. Kritikan yang bersifat membangun selalu memiliki pandangan positif dan bersifat memotivasi. Lain halnya dengan kritikan yang bersifat negatif, si pengkritik akan berusaha memperjuangkan egonya dan pandangan negatifnya pada hal yang ia kritik. Tidak ada saran perbaikan atau solusi dalam kritikannya.

Hal ini dikarenakan si pengkritik sudah tidak suka duluan dengan hal yang ia kritik, sehingga ini menimbulkan rasa bahwa ia yang paling benar dan tak perlu berurusan panjang lebar dengan hal yang ia kritik. Dengan demikian, kamu bisa lebih mudah memfilter dan merenungkan kritikan yang bisa menjadi pendorong untuk menjadi sosok  yang lebih baik.

2. Kenali siapa dan bagaimana karakter orang yang memberikan kritik.

Kenali lawanmu

Kenali lawanmu via http://www.iqraonline.net

Penting untuk mengenal siapa dan bagaimana karakter orang yang memberimu kritikan. Jika dia adalah orang terdekatmu dan sudah benar-benar memahamimu, mereka pasti memberi kritikan yang baik, yang tujuannya untuk memotivasimu. Hal ini bisa berasal dari teman atau keluargamu yang sudah sangat akrab dan dekat denganmu. Lain halnya bila kritikan itu berasal dari orang yang belum kamu kenal, bahkan tidak tahu tentang dirimu yang sebenarnya.

Mengetahui karakter orang yang memberimu kritik juga penting. Apakah orang ini tipe yang terlalu pede dengan dirinya, seorang haters, atau memang tidak bisa melihat orang lain sukses dan bahagia. Kalau bertemu atau mendapat kritikan dari orang seperti ini, anggap saja dia sedang mencambukmu agar kamu lebih berusaha lagi untuk menjadi lebih baik lagi. Kamu bisa lebih nyaman dalam menghadapi kritikan yang kamu terima dalam prosesmu berubah mejadi lebih baik.

Mereka yang doyan sekali nyinyir padamu sebenarnya adalah sahabat pendorong dalam proses menjadi sosok yang lebih baik. Siapapun itu, asal kamu sudah mengenali tipe orang yang nyinyir sama kamu, kamu akan semakin mengetahui kelemahannya dan mengetahui cara menghadapi mereka.   

3. Jangan lupa untuk mengambil hikmah dan sisi positif dari kritik.

Look at The Bright Side

Look at The Bright Side via http://img06.deviantart.net

Dari ribuan kritik yang kamu terima, pasti ada sisi positif dan hikmah di baliknya. Hal ini dapat membuatmu menjadi lebih bijak dalam mengahadapi berbagai komentar dan cercaan orang-orang. Selain itu, semakin bijak kamu menghadapi kritik dan komentar dari orang sekitar, maka akan semakin baik pula dirinya dan juga semakin pintar. Mereka yang lebih pintar dari kamu akan sungkan bila kamu bersikap bijak dalam menghadapimu.

Orang pintar belum tentu bijak. Tapi orang bijak sudah pasti pintar.

Maka dari itu, jadikan dirimu sebagai pribadi yang lebih bijak sehingga kamu bisa lebih bersahabat dengan nyinyiran orang-orang dan semakin pintar dalam menanggapinya. Dengan sudut pandangmu yang luas akan sisi posisitf dari dampak nyinyiran itu, justru hal ini bisa menjadikanmu sosok yang tangguh dan kuat. Kamu pun bisa semakin dikagumi orang-orang. Tapi ini bukan berarti kamu melakukan pencitraan, ya! 

4. Sabar dan jangan langsung diambil hati.

Sabar Tiada Batas

Sabar Tiada Batas via http://klikuk.com

Memang tidak enak jika baru mulai berubah, kita langsung mendapat komentar-komentar tak menyenangkan. Akibatnya semangat kita runtuh. Maka dari itu, kunci utamanya adalah SABAR. Kesabaranmu bisa menjadi tembok paling kuat dalam menghadapi komentar-komentar pedas orang sekitar. Mereka yang melihatmu begitu sabar dan santai akan komentar, lama-lama akan merasa bosan. 

Kamu justru menjadi sosok yang semakin lebih baik dari mereka, yang hanya bisa berkomentar. Tak perlu pula untuk diambil hati atas apa yang orang katakan. Toh, hal itu juga belum tentu benar. Jika kamu terlalu mengambil hati akan apa yang mereka katakan padamu, itu justru akan melemahkanmu dan membuat mereka yang hobi nyinyir semakin kuat utnuk menjatuhkanmu.

Maka ketahuilah, mereka yang hanya bisa berkomentar sebenarnya hanya iri padamu yang sudah selangkah lebih maju. Hadapi saja komentar pedas mereka dengan senyuman dan keramahan. Kesabaran akan menuntun perlahan dalam prosesmu untuk berubah menjadi lebih baik.

5. Tetap percaya pada dirimu sendiri dan yakin Tuhan selalu menyertai langkahmu.

Percaya Pada Diri Sendiri

Percaya Pada Diri Sendiri via https://motivasi7.files.wordpress.com

Kunci utama untuk berubah memang harus dari diri sendiri yang percaya akan kemampuan. Kamu harus yakin kalau tak ada yang tak mungkin kalau kamu bisa berubah menjadi lebih baik. Disertai dengan niat yang tulus, usaha, doa, dan kesabaran, semuanya akan mungkin. Apalagi Tuhan selalu menyertai langkah-langkahmu dalam menuju kebaikan. So, kamu tak perlu ragu akan diri kamu.

Bila orang sekitar tetap nyinyir tapi Tuhan sudah berkehendak, lantas mereka bisa apa? Kapan pun kamu siap dan yakin bahwa inilah saatnya untuk berubah, maka segalanya bisa terjadi. Kesiapan mentalmulah yang menuntunmu untuk berubah menjadi lebih baik.

Percayalah bahwa Tuhan selalu membukakan jalan bagi kamu yang ingin menjadi baik!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya