Indonesia kaya akan berbagai macam alam, suku, adat dan hasil budaya begitu pula ragam manusia. Guna menjaga sejarah dan budaya masing-masing wilayah. Komunitas ini sebagai wadah bagi masyarakat yang memang ingin mengenali sejarah dan budaya terutama di daerah dimana komunitas itu berkembang. Boleh dikatakan komunitas adalah tombak pelestarian budaya. banyak kegiatan yang mereka lakukan salah satunya adalah trip, sosialisasi, diskusi, edukasi, advokasi dan penyelamatan. setiap komunitas ini memiliki karakteristik yang menarik, kalian wajib mencoba sebagai generasi yang cerdas agar pengetahuanmu semakin luas terutama soal sejarah dan budaya ini.

1. Komunitas Historia Indonesia (KHI) – Jakarta

komunitas historia indonesia

komunitas historia indonesia via http://www.komunitashistoria.com

Atau biasa disingkat KHI, merupakan organisasi nirlaba-independen yang bergerak di bidang kebudayaan, pendidikan dan pariwisata. KHI merupakan suatu wadah bagi kalian yang memiliki rasa peduli dengan sejarah dan budaya Indonesia yang di dirikan di Jakarta pada 22 Maret 2003 oleh Aesep Kambali, mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Pada awal berdirinya, KHI diberi nama KPSBI-Historia, yaitu kependekan dari Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indoesia – Historia. Namun, pada tahun 2005/2006, KPSBI-Historia diubah namanya menjadi Komunitas Historia Indonesia atau disingkat KHI. KPSBI-Historia inilah yang menjadi cikal bakal dari gerakan KHI sampai sekarang.

Advertisement

KHI tak hanya berhasil menarik minat banyak anak muda untuk mencintai sejarah, tapi berhasil menarik simpati beberapa lembaga dan perusahaan seperti Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Bagi KHI, sejarah dan budaya bukan hanya sekedar subjek pelajaran di sekolah. Melalui kreativitas kekinian, KHI menghadirkan berbagai acara yang mampu menarik minat generasi tua dan muda untuk makin mencintai sejarahnya. Berwisata malam di kota tua Jakarta; Menjelajahi kampung-kampung Tionghoa; Atau bahkan menginap semalam di museum, Semua program menarik ini disajikan secara reguler oleh KHI.​

2. Jenank (Jaringan Edukasi Napak Tilas Kabupaten Kudus)

Jenank (Jaringan Edukasi Napak Tilas Kabupaten Kudus) adalah komunitas yang peduli terhadap pelestarian sejarah dan peradaban di Kabupaten Kudus. Komunitas ini awalnya dibentuk oleh 6 pemuda asli Kudus, yaitu Danar Ulil Husnugraha (aktivis FORMI UMK), Mukhlisin (aktivis PRAMUKA Kudus), Ade Imani Arsyad (Mahasiswa Sejarah UNDIP), Arif Ashadi (Mahasiswa Sejarah UNDIP), Moh Rofi Uddin (aktivis Racana Muria Whira Shima UMK) dan Ilma Fahris Salam (aktivis Lpm Pena Kampus UMK) pada hari Sabtu, tanggal 23 Agustus 2014 M. Bertepatan dengan tanggal 27 Syawal 1435 H di Alun-alun Simpang Tujuh Kabupaten Kudus.

Advertisement

Bermula dari diskusi sambil "udud plus ngopi" di jantung Kota Kretek pada malam minggu ini, akhirnya terbentuklah komunitas dengan nama "Jenank". Nama ini sengaja dibuat mirip jajanan khas Kudus "Jenang" agar mudah diingat masyarakat luas dan mengentalkan ke-Kudusan-nya.

Berdirinya komunitas Jenank dilatar belakangi atas keprihatinan rendahnya partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap sejarah dan nilai – nilai luhur kebudayaan yang ada di Kabupaten Kudus. Komunitas ini murni bergerak di bidang sejarah dan bersifat non profit oriented.

Keanggotaan Jenank bersifat universal. Tidak membatasi latar belakang pendidikan, ras, suku dan golongan agama. Keanggotaan Jenank terjalin karena mempunyai ikatan yang sama akan kecintaannya terhadap sejarah dan kebudayaan yang ada di Kabupaten Kudus.

Jenank mencoba menggali sejarah sesuai dengan data dan fakta sejarah yang ada. Dan mengedukasi masyarakat tentang nilai – nilai luhur kebudayaan serta pentingnya menjaga aset cagar budaya yang ada di Kabupaten Kudus. Pelaksanaan kegiatan Jenank bekerjasama dengan perseorangan yang mempunyai kapasitas atau bekerjasama dengan lembaga terkait. Untuk lebih lengkapnya kalian dapat kepoin komunitas ini di fanspage Facebooknya komunitas jenank

3. Komunitas Sraddha Solo

komunitas sraddha solo

komunitas sraddha solo via https://www.facebook.com

Nah, yang ke empat adalah komunitas Sraddha Solo, yang mana komunitas ini adalah komunitas yang bergerak dibidang kebudayaan Jawa Kuno dan Klasik. Kegiatannya adalah pembelajaran bahasa Jawa yang diadakan setiap hari minggunya di Kota Solo. komunitas ini cukup menarik karena mereka giat untuk mengembangkan bahasa, budaya dan sastra jawa dengan contohnya membuat sebuah forum kelas yang dibuka untuk umum. awalnya komunitas ini didirikan untuk mengenang seorang ahli sastra Jawa yaitu I Kuntara Wiryamartana.

Komunitas yang didirikan dua tahun yang lalu ini juga memiliki kegiatan yang lain seperti filed trip yang mana kegiatan tersebut adalah kegiatan jelajah Candi dan membaca prasasti, cukup unik dan menarik bagi kalian yang ingin belajar budaya Jawa serta bahasa dan sastranya. untuk mengetahui profil lengkap komunitas ini kalian tinggal kepoin aja di Facebooknya @sraddha atau Instagramnya @sraddhasala

4. Cagar Budaya Id

cagar budaya id

cagar budaya id via https://www.facebook.com

Komunitas ini berawal dari pengalaman pendiri pribadi bahwa objek cagar budaya seringkali menyedihkan informasi yang memadai mengenai benda-benda cagar budaya juga meliputi fungsi edukasi kepada masyarakat. Fakta itulah menginspirasi mereka untuk menciptakan komunitas ini, nah website kegiatan mereka juga berisi tentang informasi lengkap tentang cagar budaya yang ada di Indonesia, meliputi asal usul nama, penjelasan mengenai bentuk relief, bahkan mungkin hingga mitos atau legenda yang berkembang di masysrakat sekitar mengenai cagar budaya tersebut.

Selain itu kegiatan komunitas ini juga mengajak kamu keliling cagar budaya yang ada di Indonesia, kamu juga bisa mengenal dan mempelajari informasi yang ada. biasanya kita kalau ke tempat cagar budaya kurang paham dengan informasi cagar budaya tersebut, nah kalian bisa ikut acara kegiatan komunitas ini. untuk selngkapnya kalian bisa klik Instagramnya @cagarbudaya.id

5. Malam Museum

malam museum

malam museum via https://www.facebook.com

Awalnya Komunitas ini dari PKM yang digagas oleh 4 mahasiswa sejarah dan 1 mahasiswa pariwisata UGM. Para penggagasnya adalah Ika Tantri Apsitasari, Erwin Djunaedi, Ody Dwi Cahyo, Yayum Kumai dan Bahtiar Saiful Hidayat. Telah banyak tantangan yang dilalui selama program PKM ini yang pendampingan DIKTI Kemdikbud pada akhirnya selesai pada tahun 2013.

5 tahun berjalan, banyak program yang telah dilakukan. Program Amazing Race Night at the Museum telah mampu bekerja sama dengan tujuh museum yang ada di Yogyakarta. Pada tahun 2015, program "Kids in Museum" diluncurkan untuk memfasilitasi orang tua dan anak-anak untuk mengenal museum dengan kegiatan yang menarik dan menyenangkan.

Selain itu, mereka juga peduli dengan cagar budaya yang mana perlu kita kunjungi, lindungi dan lestarikan. kemudian dengan berbagai kegiatan yang mereka lakukan yaitu jelajah museum pada waktu malam hari hmm, seru kan, apalagi kita bisa mengenal museum disela-sela kesibukan kita. Untuk kepoin komunitas ini kalian bisa lihat di fanspage Facebooknya malam museum

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya